alexametrics
22.8 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Wajib Jaga Harga Tembakau dan Pakai Timbangan Elektrik

PAMEKASAN – Pertengahan Agustus diprediksi menjadi pembuka penyerapan tembakau oleh pabrikan. Mengawali penyerapan itu, dewan turun gunung. Wakil rakyat mengingatkan pabrikan agar profesional.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, dalam waktu dekat, pabrikan mulai melakukan pembelian tembakau. Karena itu, dewan turun ke lapangan untuk memastikan tata niaga bahan baku rokok itu menguntungkan bagi petani.

Dewan berkunjung ke pabrikan di Kota Gerbang Salam. Kunjungan itu bakal ditindaklanjuti dengan menggelar rapat koordinasi pada Selasa (7/8).

Harun mengatakan, ada beberapa poin yang ditekankan kepada pabrikan. Di antaranya, jangan ada permainan harga. Pembelian tembakau kepada petani harus benar-benar baik dan bijak.

Meski pabrikan memiliki standardisasi harga sesuai kualitas, tetap harus objektif. Tembakau petani harus dibeli dengan harga normal yang membuat petani untung. ”Jangan sampai ada permainan harga,” katanya Jumat (31/7).

Baca Juga :  Gudang Garam-Wismilak Belum Buka Angka

Poin selanjutnya, wakil rakyat mengingatkan pabrikan agar menggunakan timbangan elektrik. Sebab, kerap ditemukan permainan timbangan sehingga petani tembakau rugi.

Dengan menggunakan timbangan elektrik, kemungkinan terjadinya kecurangan kecil. Petani bisa mengawasi dan mengamati timbangan itu. ”Kami kerap menerima laporan bahwa ada permainan timbangan,” tudingnya.

Secara keseluruhan, imbauan pemerintah akan disepakati bersama saat rapat koordinasi yang dihadiri seluruh pihak terkait. Kesepakatan itu diharapkan mampu memberikan dampak positif kepada petani tembakau.

Ketua Asosiasi Perusahaan Linting Rokok Pamekasan Bambang Budianto memastikan tidak ada permainan harga tembakau. Jika kualitas tembakau baik, harga beli yang dipatok pabrikan juga akan baik.

Dia meminta kepada petani untuk menjaga kualitas tembakau. Jika daun tembakau masih muda, diharapkan tidak dipetik. Sebab, daun muda tidak cocok untuk bahan baku rokok. ”Kami membeli sesuai dengan kualitas,” tandasnya.

Baca Juga :  JPRM-Disdik Siap Gelar Seminar Pendidikan

PAMEKASAN – Pertengahan Agustus diprediksi menjadi pembuka penyerapan tembakau oleh pabrikan. Mengawali penyerapan itu, dewan turun gunung. Wakil rakyat mengingatkan pabrikan agar profesional.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, dalam waktu dekat, pabrikan mulai melakukan pembelian tembakau. Karena itu, dewan turun ke lapangan untuk memastikan tata niaga bahan baku rokok itu menguntungkan bagi petani.

Dewan berkunjung ke pabrikan di Kota Gerbang Salam. Kunjungan itu bakal ditindaklanjuti dengan menggelar rapat koordinasi pada Selasa (7/8).

Harun mengatakan, ada beberapa poin yang ditekankan kepada pabrikan. Di antaranya, jangan ada permainan harga. Pembelian tembakau kepada petani harus benar-benar baik dan bijak.

Meski pabrikan memiliki standardisasi harga sesuai kualitas, tetap harus objektif. Tembakau petani harus dibeli dengan harga normal yang membuat petani untung. ”Jangan sampai ada permainan harga,” katanya Jumat (31/7).

Baca Juga :  Biaya Tanam Mahal, Harga Tembakau Tenggelam

Poin selanjutnya, wakil rakyat mengingatkan pabrikan agar menggunakan timbangan elektrik. Sebab, kerap ditemukan permainan timbangan sehingga petani tembakau rugi.

Dengan menggunakan timbangan elektrik, kemungkinan terjadinya kecurangan kecil. Petani bisa mengawasi dan mengamati timbangan itu. ”Kami kerap menerima laporan bahwa ada permainan timbangan,” tudingnya.

Secara keseluruhan, imbauan pemerintah akan disepakati bersama saat rapat koordinasi yang dihadiri seluruh pihak terkait. Kesepakatan itu diharapkan mampu memberikan dampak positif kepada petani tembakau.

Ketua Asosiasi Perusahaan Linting Rokok Pamekasan Bambang Budianto memastikan tidak ada permainan harga tembakau. Jika kualitas tembakau baik, harga beli yang dipatok pabrikan juga akan baik.

Dia meminta kepada petani untuk menjaga kualitas tembakau. Jika daun tembakau masih muda, diharapkan tidak dipetik. Sebab, daun muda tidak cocok untuk bahan baku rokok. ”Kami membeli sesuai dengan kualitas,” tandasnya.

Baca Juga :  Petani Berharap Harga Tak Semakin Anjlok

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/