alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

PDAM Kecipratan PMD Rp 4,5 Miliar

PAMEKASAN – Di tengah kritik yang begitu deras terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan, pemerintah justru menggelontorkan modal yang sangat fantastis. Perusahaan khusus yang bertugas mengelola air itu kecipratan penyertaan modal daerah (PMD) Rp 4,5 miliar.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, tahun ini PDAM bakal menerima PMD Rp 4,5 miliar. Dana tersebut jatah modal selama tiga tahun anggaran. Yakni, 2017, 2018, dan 2019. ”Memang cukup fantastis dana yang digelontorkan,” katanya Senin (30/4).

Penyertaan modal itu masih di kas daerah (kasda). Sampai sekarang belum dicairkan lantaran masih terkendala persyaratan administrasi. Pemerintah masih menyusun peraturan daerah (perda) tentang penyertaan modal itu.

Baca Juga :  Anggaran Rp 773 Juta untuk Seragam Pegawai

Tanpa perda, PMD tidak bisa dicairkan. Eksekutif dan legislatif masih menggodok perda. ”Sekarang masih tahap pembahasan. Dalam waktu dekat akan rampung. Tahun ini dipastikan cair,” ujarnya.

Harun menyampaikan, di perda tersebut akan diatur secara detail penggunaan PMD. Kewajban manajemen PDAM juga akan diatur agar perusahaan yang dinakhodai Agoes Bachtiar itu tidak sembarangan menggunakan dana PMD.

Sebab, sejauh ini manajemen PDAM belum maksimal mengelola perusahaan. Pelayanan kepada masyarakat belum terlalu baik. Itu terbukti dari banyaknya keluhan pelanggan terhadap pelayanan PDAM.

Belakangan, PDAM membuat kebijakan kontroversial. Yakni, menaikkan tarif dasar air sebesar 32 persen. Kenaikan tarif itu tanpa persetujuan DPRD Pamekasan. ”Aturannya memang tidak harus mendapat persetujuan dewan. Tapi, masyarakat harus tahu bahwa kebijakan menaikkan tarif air PDAM tanpa campur tangan kami,” bebernya.

Baca Juga :  Anggaran Rp 144 M Ngendap

Politikus PKS itu berharap, kucuran dana yang cukup tinggi tersebut seimbang dengan pelayanan yang didapat masyarakat. Sebab, PDAM bukan semata untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk memberi pelayanan kepada masyarakat.

Dirut PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar membenarkan perusahaannya bakal mendapat PMD. Total dana yang akan dikelola Rp 4,5 miliar. PMD itu bukan kali pertama. Sebelumnya, PDAM juga pernah mendapat penyertaan modal.

Mengenai teknis pengelolaan, Agoes belum bisa menjelaskan secara terperinci. Sebab, PMD itu masih dalam tahap penyusunan perda. ”Perda belum selesai, masih disusun,” ucapnya.

PAMEKASAN – Di tengah kritik yang begitu deras terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan, pemerintah justru menggelontorkan modal yang sangat fantastis. Perusahaan khusus yang bertugas mengelola air itu kecipratan penyertaan modal daerah (PMD) Rp 4,5 miliar.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, tahun ini PDAM bakal menerima PMD Rp 4,5 miliar. Dana tersebut jatah modal selama tiga tahun anggaran. Yakni, 2017, 2018, dan 2019. ”Memang cukup fantastis dana yang digelontorkan,” katanya Senin (30/4).

Penyertaan modal itu masih di kas daerah (kasda). Sampai sekarang belum dicairkan lantaran masih terkendala persyaratan administrasi. Pemerintah masih menyusun peraturan daerah (perda) tentang penyertaan modal itu.

Baca Juga :  Jangan Tilap Dana Hibah

Tanpa perda, PMD tidak bisa dicairkan. Eksekutif dan legislatif masih menggodok perda. ”Sekarang masih tahap pembahasan. Dalam waktu dekat akan rampung. Tahun ini dipastikan cair,” ujarnya.

Harun menyampaikan, di perda tersebut akan diatur secara detail penggunaan PMD. Kewajban manajemen PDAM juga akan diatur agar perusahaan yang dinakhodai Agoes Bachtiar itu tidak sembarangan menggunakan dana PMD.

Sebab, sejauh ini manajemen PDAM belum maksimal mengelola perusahaan. Pelayanan kepada masyarakat belum terlalu baik. Itu terbukti dari banyaknya keluhan pelanggan terhadap pelayanan PDAM.

Belakangan, PDAM membuat kebijakan kontroversial. Yakni, menaikkan tarif dasar air sebesar 32 persen. Kenaikan tarif itu tanpa persetujuan DPRD Pamekasan. ”Aturannya memang tidak harus mendapat persetujuan dewan. Tapi, masyarakat harus tahu bahwa kebijakan menaikkan tarif air PDAM tanpa campur tangan kami,” bebernya.

Baca Juga :  Anggaran Rp 773 Juta untuk Seragam Pegawai

Politikus PKS itu berharap, kucuran dana yang cukup tinggi tersebut seimbang dengan pelayanan yang didapat masyarakat. Sebab, PDAM bukan semata untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk memberi pelayanan kepada masyarakat.

Dirut PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar membenarkan perusahaannya bakal mendapat PMD. Total dana yang akan dikelola Rp 4,5 miliar. PMD itu bukan kali pertama. Sebelumnya, PDAM juga pernah mendapat penyertaan modal.

Mengenai teknis pengelolaan, Agoes belum bisa menjelaskan secara terperinci. Sebab, PMD itu masih dalam tahap penyusunan perda. ”Perda belum selesai, masih disusun,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/