alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Semangat dan Motivasi Pekan Ngaji III Ponpes Muba

PAMEKASAN – Islam pernah jaya dan menguasai peradaban dunia. Islam menguasai berbagai disiplin ilmu, baik agama maupun sains. Sudah saatnya kejayaan masa lalu itu direbut kembali. Kebangkitan Islam perlu digelorakan.

Semangat itulah yang membuat panitia Pekan Ngaji III Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) memilih tema ”Pesantren dan Kebangkitan Islam”. Sebab, dari pesantrenlah kejayaan Islam bisa dimulai. Apa yang dipelajari di pesantren adalah jawaban bagi masa depan Islam di masa mendatang.

”Saya pikir kegiatan Pekan Ngaji perlu digelar. Sebab, kita butuh momentum untuk bangkit. Itulah kenapa pada Pekan Ngaji kali ini kita mengambil tema itu,” kata Dewan A’wan Ponpes Muba RKH. M. Tohir Abd. Hamid saat memberikan sambutan pada penutupan Pekan Ngaji III, Minggu malam (28/1).

Baca Juga :  Tahun Depan Garap Pembangunan Embung Samiran

Kiai muda visioner tersebut menjelaskan, untuk membangkitkan Islam tidak bisa hanya dilakukan satu atau dua pesantren. Tapi, semua pesantren harus terlibat. Para santri harus mengambil peran dan berkiprah di semua sektor. ”Saya ingin seluruh pesantren maju, maka kebangkitan  Islam bisa kita raih,” ujarnya.

Dijelaskan, pesantren saat ini belum mampu memberikan sumbangsih yang cukup signifikan untuk perkembangan dan kebangkitan Islam. Anak muda yang penuh energi harus berani maju. ”Mumpung masih ada kesempatan, mumpung masih ada nyawa, bangkitlah menuju kebangkitan Islam. Tolonglah Islam, maka Islam akan menolong Anda,” terangnya.

Menurut dia, permasalahan umat Islam saat ini memiliki banyak penyakit hati. Antara lain hubbu addunya (cinta dunia) dan khaufu almaut (takut mati). ”Kita harus berani berteriak kepada kezaliman. Lebih baik miskin yang mendongak kepada kezaliman daripada pintar dan kaya tapi tunduk pada penguasa yang zalim,” ujarnya.

Baca Juga :  Kunjungan Direktur KSKK Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI

Dia menjelaskan, Nabi Muhammad merupakan pemimpin yang sukses, efektif, dan efisien. Salah satunya karena dikelilingi orang-orang hebat. Antara lain Abu Bakar, Umar, Ustman, dan Ali. Mereka memiliki kelebihan masing-masing. Ada yang memiliki kecerdasan, kekayaan, dan sebagainya.

Mereka juga rela mengorbankan semuanya untuk Islam. ”Maka, jika Bata-Bata ingin menyumbang secara signifikan kepada agama islam, santrinya harus multitalenta. Dan kita harus memulai,” terangnya. ”Semoga Pekan Ngaji ini dapat memicu semangat belajar santri guna memiliki multi disiplin keilmuan. Begitu juga bermanfaat bagi pesantren dan umat Islam lainnya,” pungkasnya.

PAMEKASAN – Islam pernah jaya dan menguasai peradaban dunia. Islam menguasai berbagai disiplin ilmu, baik agama maupun sains. Sudah saatnya kejayaan masa lalu itu direbut kembali. Kebangkitan Islam perlu digelorakan.

Semangat itulah yang membuat panitia Pekan Ngaji III Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) memilih tema ”Pesantren dan Kebangkitan Islam”. Sebab, dari pesantrenlah kejayaan Islam bisa dimulai. Apa yang dipelajari di pesantren adalah jawaban bagi masa depan Islam di masa mendatang.

”Saya pikir kegiatan Pekan Ngaji perlu digelar. Sebab, kita butuh momentum untuk bangkit. Itulah kenapa pada Pekan Ngaji kali ini kita mengambil tema itu,” kata Dewan A’wan Ponpes Muba RKH. M. Tohir Abd. Hamid saat memberikan sambutan pada penutupan Pekan Ngaji III, Minggu malam (28/1).

Baca Juga :  Ketua TP PKK Pamekasan Nayla Tamam Cek Langsung Kegiatan Posyandu

Kiai muda visioner tersebut menjelaskan, untuk membangkitkan Islam tidak bisa hanya dilakukan satu atau dua pesantren. Tapi, semua pesantren harus terlibat. Para santri harus mengambil peran dan berkiprah di semua sektor. ”Saya ingin seluruh pesantren maju, maka kebangkitan  Islam bisa kita raih,” ujarnya.

Dijelaskan, pesantren saat ini belum mampu memberikan sumbangsih yang cukup signifikan untuk perkembangan dan kebangkitan Islam. Anak muda yang penuh energi harus berani maju. ”Mumpung masih ada kesempatan, mumpung masih ada nyawa, bangkitlah menuju kebangkitan Islam. Tolonglah Islam, maka Islam akan menolong Anda,” terangnya.

Menurut dia, permasalahan umat Islam saat ini memiliki banyak penyakit hati. Antara lain hubbu addunya (cinta dunia) dan khaufu almaut (takut mati). ”Kita harus berani berteriak kepada kezaliman. Lebih baik miskin yang mendongak kepada kezaliman daripada pintar dan kaya tapi tunduk pada penguasa yang zalim,” ujarnya.

Baca Juga :  Santri Bedah Buku Lora Karya RKH M. Tohir

Dia menjelaskan, Nabi Muhammad merupakan pemimpin yang sukses, efektif, dan efisien. Salah satunya karena dikelilingi orang-orang hebat. Antara lain Abu Bakar, Umar, Ustman, dan Ali. Mereka memiliki kelebihan masing-masing. Ada yang memiliki kecerdasan, kekayaan, dan sebagainya.

Mereka juga rela mengorbankan semuanya untuk Islam. ”Maka, jika Bata-Bata ingin menyumbang secara signifikan kepada agama islam, santrinya harus multitalenta. Dan kita harus memulai,” terangnya. ”Semoga Pekan Ngaji ini dapat memicu semangat belajar santri guna memiliki multi disiplin keilmuan. Begitu juga bermanfaat bagi pesantren dan umat Islam lainnya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/