Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Terungkap! Suzuki e Vitara Resmi Meluncur, Urusan Limbah Baterai Sudah Dipikirkan Matang

Hasan Bashri • Senin, 9 Februari 2026 | 10:27 WIB

Suzuki e Vitara
Suzuki e Vitara

RadarMadura.id — Kehadiran mobil listrik pertama Suzuki di Indonesia tak hanya soal jarak tempuh dan teknologi. Isu limbah baterai yang kerap jadi kekhawatiran konsumen kini akhirnya terjawab.

Suzuki memastikan pemilik e Vitara tidak perlu pusing memikirkan nasib baterai bekas ketika usia pakainya habis. Semua sudah disiapkan pabrikan, termasuk skema penanganan limbahnya.

Baterai Habis Umur? Suzuki yang Ambil Alih

Penegasan itu disampaikan langsung oleh perwakilan PT Suzuki Indomobil Sales di ajang IIMS 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran.

Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service SIS, menyebut konsumen tak perlu khawatir saat baterai mobil listrik mereka memasuki akhir masa pakai.

Baca Juga: Mengenal Konsep Render Otomotif: Mengapa Banyak Gambar Mobil 2026 yang Tidak Pernah Diproduksi?

Menurutnya, baterai kendaraan listrik memiliki kapasitas sangat besar dan tak bisa diperlakukan seperti limbah biasa. Karena itu, Suzuki sudah menyiapkan sistem pengolahan khusus.

Jika masa pakai baterai sudah lewat, umumnya di atas 10 tahun, konsumen cukup menghubungi bengkel resmi.

Selanjutnya, baterai lama akan ditangani langsung oleh Suzuki tanpa merepotkan pemilik kendaraan.

Spesifikasi Baterai dan Sistem Pengisian Suzuki e Vitara

Sebagai mobil listrik murni, Suzuki e Vitara dibekali teknologi baterai yang cukup serius.

Berikut ringkasan spesifikasi utamanya:

Spesifikasi Detail
Tipe Baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP)
Kapasitas Baterai 61 kWh
Jarak Tempuh Hingga 428 km (sekali cas)
Charger AC Type 2
Fast Charging DC CCS2

Dengan konfigurasi tersebut, e Vitara diposisikan sebagai SUV listrik harian yang tetap ramah untuk perjalanan jarak menengah.

After Sales Jadi Senjata Utama Suzuki

Tak berhenti di produk, Suzuki juga memperkuat lini purnajual agar konsumen merasa aman sejak hari pertama kepemilikan.

Suzuki sudah menyiapkan special tools serta mekanik khusus kendaraan listrik untuk menangani e Vitara di jaringan bengkel resminya.

Baca Juga: Toyota Agya Jadi Favorit! Ini 5 Mobil Toyota Paling Bandel dan Irit Buat Mobil Pertama, Minim Drama di Bengkel

Bahkan, sejak unit mulai didistribusikan ke konsumen, ketersediaan fast moving parts diklaim berjalan normal dan siap memenuhi kebutuhan perawatan rutin.

Gratis Servis, Garansi Panjang Bikin Tenang

Untuk menarik minat pasar Indonesia, Suzuki menyematkan paket aftersales yang cukup agresif.

Berikut detail perlindungan yang ditawarkan:

Layanan Ketentuan
Servis & Suku Cadang Gratis Hingga 50.000 km atau 30 bulan
Garansi Baterai Lithium 8 tahun atau 160.000 km
Garansi ESU & Kendaraan 5 tahun atau 100.000 km

Dengan skema ini, biaya kepemilikan jangka panjang bisa ditekan sekaligus meningkatkan rasa aman pengguna mobil listrik pemula.

Aksesori Resmi dan Charging Station di Dealer

Bagi konsumen yang ingin tampilan e Vitara lebih personal, Suzuki juga membuka opsi pre-order aksesori resmi di seluruh jaringan dealernya.

Tak kalah penting, Suzuki turut menghadirkan charging station di sejumlah dealer resmi.

Pemilik e Vitara bahkan bisa melakukan Booking Charging melalui aplikasi resmi Suzuki untuk memastikan slot pengisian daya tersedia saat datang ke bengkel.

Langkah Strategis Suzuki di Era Mobil Listrik

Pendekatan Suzuki yang tak hanya fokus pada produk, tapi juga siklus hidup baterai dan layanan purnajual, menunjukkan keseriusan mereka di segmen kendaraan listrik nasional.

Jika strategi ini konsisten dijalankan, e Vitara berpotensi menjadi salah satu SUV listrik yang paling “ramah pengguna” di Indonesia, terutama bagi konsumen yang baru pertama kali beralih dari mobil konvensional.

Editor : Hasan Bashri
#Suzuki e Vitara #baterai