RadarMadura.id – Drama Korea The Worst of Evil telah usai. Meski penyamaran yang dilakukan Jun Mo berakhir baik, tapi drama ini terasa tragis. Siapkan tisu ya!
Pada episode 12 ini, penyamaran Junmo (Ji Chang-wook) sebagai Seungho sukses. Hal itu terlihat saat kepolisian berhasil meringkus jaringan besar narkoba antara negara di tiga tempat sekaligus.
Choi Jung Bae (Im Sung Jae), Hong Hee Sung (Cha Rae Hyoung), dan Oh Kyung Jin (Choi Sung Hyuk) yang merupakan pihak dari Korea Selatan yang dikenal dengan sebutan geng Gangnam Union ditangkap di Pelabuhan Pohang.
Selanjutnya, ada pabrik narkoba terbesar di Tiongkok yang diserbu kepolisian serta Tsuyoshi Oyama (Lim Hyun Guk) dan anggota Yakuza yang merupakan pihak lain dari jaringan narkotika di Jepang juga diamankan kepolisan Jepang.
Tak hanya itu, polisi menyebalkan yang juga korup, Hwang Mingoo (Yoon Kyung-ho) yang bekerja di Kantor Polisi Gangnam, juga mati ditusuk Lee Haeryeon (Bibi). Sedangkan Bibi berhasil melarikan diri berkat petunjuk Jun Mo.
Selain itu, kematian Dohyung (Ji Seung-hyun), sahabat Jun Mo sejak SMA juga jadi bagian yang menyakitkan dalam kisah ini. Pasalnya, dia jadi satu-satunya orang yang paling peduli pada keselamatan Junmo selain Euijeong.
Meski begitu, nasib para karakter utamanya, yaitu Jun Mo, Ki Cheol (Wi Ha-joon), dan Euijeong (Im Se-mi) justru berakhir menyedihkan. Bahkan, bisa dibilang tragis!
Padahal, sebelumnya Jung Ki Cheol berniat akan menjadi orang yang lebih baik lagi dan akan mengakhiri bisnis narkoba yang ia geluti.
Melihat nasib tragis Jung Ki Cheol yang mati di tangan Jun Mo membuat penonton kecewa sekaligus sedih.
Ki Cheol diceritakan datang ke apartemen Jun Mo dan Euijeong untuk menanyakan alasan kebohongan dan pengkhianatan yang mereka berdua lakukan.
Setelah perdebatan, Ki Cheol malah berniat bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri, tapi Jun Mo dengan cepat menembak Ki Cheol dan membuatnya mati kehabisan darah.
Momen kematian Jung Ki Cheol ini sungguh tragis dan memecah rasa emosional penonton. Bahkan, banyak yang menangis saat Jung Ki Cheol tewas.
Bagaimana tidak, penyamaran Jun Mo dalam lingkaran narkoba membuatnya memiliki sahabat bandar narkoba Jung Ki Cheol.
Seiring waktu, terbentuk persabahatan tulus di antara mereka, di mana mereka saling menyelamatkan satu sama lain di saat bahaya mengintai.
Namun, misi yang dimulai itu tetap harus diakhiri. Sebagai polisi, Jun Mo harus menumbangkan bandar narkoba meski di satu sisi dia tidak ingin membunuh Jung Ki Cheol.
Tak sampai di situ, nasib pernikahan Park Jun Mo dan Yu Euijeong berakhir. Itu terlihat saat Park Jun Mo mendatangi makam Jung Ki Cheol.
Dia memandang begitu dalam makam sahabatnya itu sembari merokok, yang notabene, menjadi kebiasaan dia dan Jung Ki Cheol. Setelah itu, Jun Mo meletakkan cincin kawin di atas nisan.
Di sana juga terdapat seikat bunga serta kalung couple yang menjadi penghubung sang bandar dan istrinya tersebut.
Yang lebih mengecewakan lagi adalah saat kenaikan pangkat, Park Jun Mo hanya mendapat bintang satu, tidak seusai dengan janji seniornya pada kesepakatan awal.
Pada akhirnya, misi membahayakan yang mempertaruhkan nyawa itu hanyalah membuat Park Jun Mo kehilangan banyak hal.
Bahkan, dalam akhir cerita, andai saja tidak ada pertumpahan darah, pasti kehidupan mereka lebih baik. Di sana terlihat Jun Mo dan Jung Ki Cheol berjalan bersama sambil merokok dan tersenyum. Menggambarkan persahabatan yang tulus dan tidak ada hati yang tersakiti. (sar)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta