alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Guru Menulis

SAMPANG – Program Ayo Menulis yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM)  bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sampang resmi dibuka kemarin (30/10). Hadir pada pembukaan kegiatan tersebut Direktur JPRM Abd. Aziz, General Manager (GM) JPRM M.Tojjib, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang H. M. Jupri Riyadi, beserta segenap Kabid, dan Ketua PGRI Sampang Achmad Mawardi.

Acara diawali dengan sambutan kepala Disdik Sampang yang dilanjutkan sambutan direktur JPRM sekaligus secara resmi membuka pelatihan guru menulis. Program tersebut menuai respons positif dari tenaga pendidik di Kota Bahari.

Indikasinya, pada hari pertama pelatihan, 160 peserta yang merupakan guru di jenjang sekolah dasar (SD) antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan mengembangkan kompetensi guru di bidang tulis-menulis itu. Pemateri pelatihan hari pertama yakni GM JPRM M.Tojjib.

Selama kurang lebih dua jam peserta memperoleh materi teknis penulisan karya ilmiah. Mulai pengumpulan materi, penentuan judul, hingga teknis penulisan yang baik dan benar. Setelah itu, peserta langsung praktik.

H. M. Jupri Riyadi mengaku sangat mendukung pelatihan guru menulis yang digagas JPRM dan PGRI. Kegiatan itu selaras dengan program literasi di seklolah. Dengan literasi, guru akan gemar membaca sebagai modal untuk menulis. Kebiasaan tersebut kemudian disalurkan atau diajarkan kepada siswa.

Baca Juga :  Profesi Bukan Halangan untuk Menulis

”Orang tidak mungkin bisa menulis kalau tidak memiliki banyak wawasan dan pengetahuan. Sementara wawasan dan pengetahuan hanya bisa didapatkan dengan banyak membaca dan ikut diklat atau pelatihan,” jelas Jupri.

Dia berharap guru mengikuti pelatihan tersebut untuk menggali dan meningkatkan potensi atau kapasitas keilmuan serta profesionalisme dalam menulis. Menurut Jupri, guru-guru di Sampang mempunyai potensi menulis. Terbukti, beberapa guru sudah menerbitkan buku. Di antaranya, Kepala TKIT Nurul Hidayah RR Dewi Trisna dan guru SMPN 3 Sampang Indra Wati yang sudah menghasilkan empat judul buku.

Yang lebih membanggakan, mereka dapat menularkan kemampuan menulis kepada anak didik di sekolah. Terbukti, sudah banyak buku yang merupakan karya siswa SD dan SMP di Sampang.

Pelatihan guru menulis terintegrasi dengan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Kegiatan tersebut terdiri atas dua jenis. Yaitu, diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru. Kegiatan pengembangan diri dimaksudkan agar guru mampu mencapai dan atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesionalisme.

Diklat fungsional adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan mencapai standar kompetensi profesi.

Baca Juga :  Gus Ipul-Puti Unggul 15,5 Persen dari Khofifah-Emil

Sedangkan yang dimaksud kegiatan kolektif guru berupa pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan. ”Kami berharap ilmu yang didapatkan dari pelatihan bisa merangsang guru lebih giat lagi menulis karya ilmiah,” harapnya.

Jupri meminta guru memanfaatkan pelatihan itu untuk menggali ilmu dan mengembangkan kompetensi di bidang tulis-menulis. Sebab, tidak semua orang bisa menulis tanpa memiliki pemahaman dan teknik dasar dalam menulis. ”Kami senang sekali sekaligus bangga kepada JPRM karena mempunyai ide kreatif yang bisa mendukung peningkatan mutu guru di Sampang,” ucapnya.

Direktur JPRM Abd. Aziz mengapresiasi antusiasme guru mengikuti pelatihan guru menulis. Ini menunjukkan, guru-guru di Sampang semangat mengembangkan kompetensi, terutama di bidang penulisan karya ilmiah.

Diharapkan, program Ayo Menulis meningkatkan produktivitas dan kreativitas guru dalam menghasilkan karya ilmiah. Baik berupa karya tulis ilmiah di jurnal maupun karya tulis ilmiah populer. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, guru diharapkan mempraktikkan ilmu yang didapat dan menularkannya kepada siswa.

”JPRM selalu siap mendukung program-program yang dijalankan disdik dalam meningkatkan kompetensi guru dan mutu pendidikan,” kata Aziz.

SAMPANG – Program Ayo Menulis yang digelar Jawa Pos Radar Madura (JPRM)  bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sampang resmi dibuka kemarin (30/10). Hadir pada pembukaan kegiatan tersebut Direktur JPRM Abd. Aziz, General Manager (GM) JPRM M.Tojjib, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang H. M. Jupri Riyadi, beserta segenap Kabid, dan Ketua PGRI Sampang Achmad Mawardi.

Acara diawali dengan sambutan kepala Disdik Sampang yang dilanjutkan sambutan direktur JPRM sekaligus secara resmi membuka pelatihan guru menulis. Program tersebut menuai respons positif dari tenaga pendidik di Kota Bahari.

Indikasinya, pada hari pertama pelatihan, 160 peserta yang merupakan guru di jenjang sekolah dasar (SD) antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan mengembangkan kompetensi guru di bidang tulis-menulis itu. Pemateri pelatihan hari pertama yakni GM JPRM M.Tojjib.


Selama kurang lebih dua jam peserta memperoleh materi teknis penulisan karya ilmiah. Mulai pengumpulan materi, penentuan judul, hingga teknis penulisan yang baik dan benar. Setelah itu, peserta langsung praktik.

H. M. Jupri Riyadi mengaku sangat mendukung pelatihan guru menulis yang digagas JPRM dan PGRI. Kegiatan itu selaras dengan program literasi di seklolah. Dengan literasi, guru akan gemar membaca sebagai modal untuk menulis. Kebiasaan tersebut kemudian disalurkan atau diajarkan kepada siswa.

Baca Juga :  Profesi Bukan Halangan untuk Menulis

”Orang tidak mungkin bisa menulis kalau tidak memiliki banyak wawasan dan pengetahuan. Sementara wawasan dan pengetahuan hanya bisa didapatkan dengan banyak membaca dan ikut diklat atau pelatihan,” jelas Jupri.

Dia berharap guru mengikuti pelatihan tersebut untuk menggali dan meningkatkan potensi atau kapasitas keilmuan serta profesionalisme dalam menulis. Menurut Jupri, guru-guru di Sampang mempunyai potensi menulis. Terbukti, beberapa guru sudah menerbitkan buku. Di antaranya, Kepala TKIT Nurul Hidayah RR Dewi Trisna dan guru SMPN 3 Sampang Indra Wati yang sudah menghasilkan empat judul buku.

Yang lebih membanggakan, mereka dapat menularkan kemampuan menulis kepada anak didik di sekolah. Terbukti, sudah banyak buku yang merupakan karya siswa SD dan SMP di Sampang.

Pelatihan guru menulis terintegrasi dengan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Kegiatan tersebut terdiri atas dua jenis. Yaitu, diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru. Kegiatan pengembangan diri dimaksudkan agar guru mampu mencapai dan atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesionalisme.

Diklat fungsional adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan mencapai standar kompetensi profesi.

Baca Juga :  KPU Bangkalan Komitmen Laksanakan Pilkada Sesuai Tahapan

Sedangkan yang dimaksud kegiatan kolektif guru berupa pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan. ”Kami berharap ilmu yang didapatkan dari pelatihan bisa merangsang guru lebih giat lagi menulis karya ilmiah,” harapnya.

Jupri meminta guru memanfaatkan pelatihan itu untuk menggali ilmu dan mengembangkan kompetensi di bidang tulis-menulis. Sebab, tidak semua orang bisa menulis tanpa memiliki pemahaman dan teknik dasar dalam menulis. ”Kami senang sekali sekaligus bangga kepada JPRM karena mempunyai ide kreatif yang bisa mendukung peningkatan mutu guru di Sampang,” ucapnya.

Direktur JPRM Abd. Aziz mengapresiasi antusiasme guru mengikuti pelatihan guru menulis. Ini menunjukkan, guru-guru di Sampang semangat mengembangkan kompetensi, terutama di bidang penulisan karya ilmiah.

Diharapkan, program Ayo Menulis meningkatkan produktivitas dan kreativitas guru dalam menghasilkan karya ilmiah. Baik berupa karya tulis ilmiah di jurnal maupun karya tulis ilmiah populer. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, guru diharapkan mempraktikkan ilmu yang didapat dan menularkannya kepada siswa.

”JPRM selalu siap mendukung program-program yang dijalankan disdik dalam meningkatkan kompetensi guru dan mutu pendidikan,” kata Aziz.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/