alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Pengunjung Jumiang Terus Menyusut

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar event cukup panjang bulan ini. Mulai dengan rokat desa di pertengahan Oktober hingga karapan sapi Minggu (29/10). Tetapi, kegiatan-kegiatan itu belum memiliki efek besar bagi pariwisata di Kota Gerbang Salam.

Misalnya, jumlah pengunjung wisata Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu. Pada Sabtu–Minggu (28-29/10), jumlah wisatawan yang datang relatif menurun.

Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jumiang Saleh menyampaikan bahwa menjelang Harjad Ke-487 Pamekasan jumlah pengunjung justru menurun. Pada akhir pekan Senin  (30/10), jumlah pengunjung hanya 400 orang. Atau, mengalami penurunan sekitar 25 persen dari bulan-bulan sebelumnya.

”Biasanya pengunjung akhir pekan mencapai lebih dari 600 orang. Tapi, kemarin justru mengalami penurunan,” ungkap Saleh kemarin.

Baca Juga :  Sebelum Ditangkap Syafii Menghadiri Penutupan TMMD

Dijelaskan, hanya pengunjung Sabtu-Minggu yang terdata di Pokdarwis Jumiang. Sebab di akhir pekan itulah sistem karcis diterapkan. Setiap pengunjung yang datang dikenakan karcis masuk sekaligus sebagai biaya parkir.

”Kalau hari Senin–Jumat tidak dikenakan karcis masuk. Jadi kami tidak bisa menghitung berapa jumlah pengunjung yang datang,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Pamekasan Moh. Ali menilai wisata di Pamekasan belum bisa menyedot perhatian wisatawan nasional atau regional. Maka, wajar manakala pengunjung lomba sape sono’ dan karapan sapi tidak memiliki pengaruh terhadap objek wisata. Sebab, mereka datang hanya untuk menikmati dua event besar itu.

”Objek wisata di Pamekasan ini belum berstandar nasional. Orang kalau mau ke pantai ya lebih baik ke Sumenep, Bali, Lombok atau lainnya,” katanya. ”Tentu inilah yang harus dievaluasi oleh Pemkab Pamekasan ke depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Masyarakat Antusias Ikuti Seminar Nasional

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar event cukup panjang bulan ini. Mulai dengan rokat desa di pertengahan Oktober hingga karapan sapi Minggu (29/10). Tetapi, kegiatan-kegiatan itu belum memiliki efek besar bagi pariwisata di Kota Gerbang Salam.

Misalnya, jumlah pengunjung wisata Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu. Pada Sabtu–Minggu (28-29/10), jumlah wisatawan yang datang relatif menurun.

Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jumiang Saleh menyampaikan bahwa menjelang Harjad Ke-487 Pamekasan jumlah pengunjung justru menurun. Pada akhir pekan Senin  (30/10), jumlah pengunjung hanya 400 orang. Atau, mengalami penurunan sekitar 25 persen dari bulan-bulan sebelumnya.


”Biasanya pengunjung akhir pekan mencapai lebih dari 600 orang. Tapi, kemarin justru mengalami penurunan,” ungkap Saleh kemarin.

Baca Juga :  Biaya Kampanye Pilkada Bangkalan Maksimal Rp 28,6 M

Dijelaskan, hanya pengunjung Sabtu-Minggu yang terdata di Pokdarwis Jumiang. Sebab di akhir pekan itulah sistem karcis diterapkan. Setiap pengunjung yang datang dikenakan karcis masuk sekaligus sebagai biaya parkir.

”Kalau hari Senin–Jumat tidak dikenakan karcis masuk. Jadi kami tidak bisa menghitung berapa jumlah pengunjung yang datang,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Pamekasan Moh. Ali menilai wisata di Pamekasan belum bisa menyedot perhatian wisatawan nasional atau regional. Maka, wajar manakala pengunjung lomba sape sono’ dan karapan sapi tidak memiliki pengaruh terhadap objek wisata. Sebab, mereka datang hanya untuk menikmati dua event besar itu.

”Objek wisata di Pamekasan ini belum berstandar nasional. Orang kalau mau ke pantai ya lebih baik ke Sumenep, Bali, Lombok atau lainnya,” katanya. ”Tentu inilah yang harus dievaluasi oleh Pemkab Pamekasan ke depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pelantikan Komisioner KPU Sampang Diprotes
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/