alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Sidang Putusan Kasus Prona Terancam Gagal

SAMPANG – Agenda sidang A. Zubaidi dan Mulasim, terdakwa kasus dugaan pungutan liar (pungli) program agraria nasional (Prona) di Desa Gunung Maddah, terancam gagal. Sebab, sampai sekarang A. Zubaidi yang tak lain kepala Desa Gunung Maddah masih menderita sakit komplikasi.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Joko Suharyanto menyatakan, rencana sidang putusan kasus Prona yang melibatkan kepala desa dan wakil ketua BPD Gunung Maddah digelar Kamis (31/5). Namun, salah seorang terdakwa masih sakit. ”Dan sepertinya belum bisa menghadiri persidangan,” katanya.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya tidak mau melaksanakan sidang jika terdakwa tidak dihadirkan. Untuk sidang putusan, ketidakhadiran terdakwa barangkali bisa dipertimbangkan. ”Sidang besok (hari ini, Red) agendanya pembacaan putusan,” ujar Joko Suharyanto Rabu (30/5).

Baca Juga :  Huni Lapas Malang, Perintah Hakim seteklah AM Divonis 10 Tahun

Pada sidang sebelumnya, terdakwa tidak dapat menghadiri sidang lantaran sakit. ”Kami belum bisa memastikan sidang putusan jadi atau tidak,” ujarnya. Pihaknya juga belum bisa memerinci terdakwa mengalami sakit apa. Akan tetapi, pihaknya memastikan bahwa rekam medis dari rumah sakit sudah ada. ”Rekam medis terdakwa ada di pidsus,” terangnya.

Kedua terdakwa oleh jaksa dituntut pasal 12 e dan pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun 6 bulan. Jaksa Kejari Sampang Anton Zulkarnaen menegaskan, pihaknya kukuh agar kedua terdakwa dijatuhi hukuman oleh majelis hakim sesuai tuntutan yang disampaikan di persidangan.

”Jadwal sidang vonis besok (hari ini). Kami menginginkan dua terdakwa dihukum sesuai tuntutan,” katanya. 

Baca Juga :  Sulit Tangkap Bandar Narkoba

 

 

SAMPANG – Agenda sidang A. Zubaidi dan Mulasim, terdakwa kasus dugaan pungutan liar (pungli) program agraria nasional (Prona) di Desa Gunung Maddah, terancam gagal. Sebab, sampai sekarang A. Zubaidi yang tak lain kepala Desa Gunung Maddah masih menderita sakit komplikasi.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang Joko Suharyanto menyatakan, rencana sidang putusan kasus Prona yang melibatkan kepala desa dan wakil ketua BPD Gunung Maddah digelar Kamis (31/5). Namun, salah seorang terdakwa masih sakit. ”Dan sepertinya belum bisa menghadiri persidangan,” katanya.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya tidak mau melaksanakan sidang jika terdakwa tidak dihadirkan. Untuk sidang putusan, ketidakhadiran terdakwa barangkali bisa dipertimbangkan. ”Sidang besok (hari ini, Red) agendanya pembacaan putusan,” ujar Joko Suharyanto Rabu (30/5).

Baca Juga :  Dengan Susu Kembalikan Ion Tubuh setelah Berpuasa

Pada sidang sebelumnya, terdakwa tidak dapat menghadiri sidang lantaran sakit. ”Kami belum bisa memastikan sidang putusan jadi atau tidak,” ujarnya. Pihaknya juga belum bisa memerinci terdakwa mengalami sakit apa. Akan tetapi, pihaknya memastikan bahwa rekam medis dari rumah sakit sudah ada. ”Rekam medis terdakwa ada di pidsus,” terangnya.

Kedua terdakwa oleh jaksa dituntut pasal 12 e dan pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun 6 bulan. Jaksa Kejari Sampang Anton Zulkarnaen menegaskan, pihaknya kukuh agar kedua terdakwa dijatuhi hukuman oleh majelis hakim sesuai tuntutan yang disampaikan di persidangan.

”Jadwal sidang vonis besok (hari ini). Kami menginginkan dua terdakwa dihukum sesuai tuntutan,” katanya. 

Baca Juga :  Huni Lapas Malang, Perintah Hakim seteklah AM Divonis 10 Tahun

 

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Robby Sakera Fokus Persiapan IRS

Setiap Salaman ke Ulama Ada Setrumnya

Rp 1 M untuk Pembangunan RTLH

Artikel Terbaru

/