alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Distribusi Logistik Bareng Jadwal Mudik

SUMENEP – Distribusi surat suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur untuk wilayah Sumenep dipastikan akan berbarengan dengan arus mudik Lebaran. Hal itu sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep.

Komisioner KPU Sumenep Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Abdul Hadi mengatakan, pengiriman logistik dari KPU hingga tempat pemungutan suara (TPS) dilakukan pertengahan Juni 2018. Distribusi logistik dari KPU ke PPK pada 13–26 Juni 2018. Tahapan menuju pengiriman logistik sudah dilakukan.

Di antaranya penyortiran dan pelipatan surat suara (SS). Setiap hari petugas yang ditunjuk KPU Sumenep melakukan penyortiran. Kegiatan itu mendapat pengawasan aparat kepolisian, panwas, dan internal KPU.

Hingga Rabu (30/5), penghitungan surat suara sudah memasuki hari kelima. Hari pertama melibatkan 66 pekerja. Sementara hari kedua hingga hari kelima melibatkan 88 pekerja setiap harinya.

Di Sumenep, total surat suara yang disediakan sebanyak 876.659 lembar. Jumlah tersebut merupakan kumulatif dari daftar pemilih tetap (DPT) 854.158 ditambah 2,5 persen dari total DPT 22.501 suara. ”Secara keseluruhan 876.659 surat suara,” tegas Hadi.

Baca Juga :  Logistik untuk Kepulauan Dikirim Tengah Malam

Dari proses penyortiran, KPU Sumenep menemukan banyak surat suara rusak. Tapi hingga kemarin siang, data kumulatif surat suara rusak belum direkap. Proses perekapan akan dilakukan ketika pelipatan dan penyortiran tuntas.

Ada beberapa kategori surat suara bisa dikatakan rusak. Yakni, surat suara cetakannya kotor merata; surat suara kusut mengkerut; surat suara sobek, baik bagian tengah atau bagian pinggir; dan permukaan surat suara cetakannya kabur.

Ada pula karena bagian atas atau judul surat suara terdapat bercak atau noda besar; judul surat suara cetakannya kabur atau tidak jelas; logo KPU atau logo pemilu tidak jelas dan tulisan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018 tidak jelas atau kotor.

Kerusakan lain terdapat bercak atau noda besar pada kolom nomor urut, kolom foto, dan kolom nama pasangan calon. Atau, terdapat gradasi warna atau flek atau noda warna hitam atau warna lainnya pada kolom nomor urut atau kolom nama pasangan calon sehingga sulit dibaca.

Baca Juga :  Kasus Raskin Blumbungan-Branta Tinggi Segera Disidang

Bisa juga disebut rusak apabila terdapat gradasi warga atau flek atau noda warna hitam atau warna lainnya pada kolom foto sehingga foto pasangan calon sulit dikenali.Atau terdapat noda dalam jumlah banyak dan noda besar sehingga surat suara kelihatan kotor.

Terdapat lubang pada kolom nomor urut atau kolom foto atau kolom nama pasangan calon sehingga menimbulkan kesan surat suara sudah dicoblos. Serta, kolom nomor urut atau kolom nama pasangan calon kotor.

”Karenanya kami wanti-wanti kepada para pekerja agar surat suara yang dilipat dan akan dikirim ke TPS dipastikan tidak dalam keadaan rusak,” pintanya.

SUMENEP – Distribusi surat suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur untuk wilayah Sumenep dipastikan akan berbarengan dengan arus mudik Lebaran. Hal itu sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep.

Komisioner KPU Sumenep Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Abdul Hadi mengatakan, pengiriman logistik dari KPU hingga tempat pemungutan suara (TPS) dilakukan pertengahan Juni 2018. Distribusi logistik dari KPU ke PPK pada 13–26 Juni 2018. Tahapan menuju pengiriman logistik sudah dilakukan.

Di antaranya penyortiran dan pelipatan surat suara (SS). Setiap hari petugas yang ditunjuk KPU Sumenep melakukan penyortiran. Kegiatan itu mendapat pengawasan aparat kepolisian, panwas, dan internal KPU.


Hingga Rabu (30/5), penghitungan surat suara sudah memasuki hari kelima. Hari pertama melibatkan 66 pekerja. Sementara hari kedua hingga hari kelima melibatkan 88 pekerja setiap harinya.

Di Sumenep, total surat suara yang disediakan sebanyak 876.659 lembar. Jumlah tersebut merupakan kumulatif dari daftar pemilih tetap (DPT) 854.158 ditambah 2,5 persen dari total DPT 22.501 suara. ”Secara keseluruhan 876.659 surat suara,” tegas Hadi.

Baca Juga :  Puluhan Pendaftar PPK Gugur

Dari proses penyortiran, KPU Sumenep menemukan banyak surat suara rusak. Tapi hingga kemarin siang, data kumulatif surat suara rusak belum direkap. Proses perekapan akan dilakukan ketika pelipatan dan penyortiran tuntas.

Ada beberapa kategori surat suara bisa dikatakan rusak. Yakni, surat suara cetakannya kotor merata; surat suara kusut mengkerut; surat suara sobek, baik bagian tengah atau bagian pinggir; dan permukaan surat suara cetakannya kabur.

- Advertisement -

Ada pula karena bagian atas atau judul surat suara terdapat bercak atau noda besar; judul surat suara cetakannya kabur atau tidak jelas; logo KPU atau logo pemilu tidak jelas dan tulisan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018 tidak jelas atau kotor.

Kerusakan lain terdapat bercak atau noda besar pada kolom nomor urut, kolom foto, dan kolom nama pasangan calon. Atau, terdapat gradasi warna atau flek atau noda warna hitam atau warna lainnya pada kolom nomor urut atau kolom nama pasangan calon sehingga sulit dibaca.

Baca Juga :  Semakin Termotivasi untuk Berinovasi

Bisa juga disebut rusak apabila terdapat gradasi warga atau flek atau noda warna hitam atau warna lainnya pada kolom foto sehingga foto pasangan calon sulit dikenali.Atau terdapat noda dalam jumlah banyak dan noda besar sehingga surat suara kelihatan kotor.

Terdapat lubang pada kolom nomor urut atau kolom foto atau kolom nama pasangan calon sehingga menimbulkan kesan surat suara sudah dicoblos. Serta, kolom nomor urut atau kolom nama pasangan calon kotor.

”Karenanya kami wanti-wanti kepada para pekerja agar surat suara yang dilipat dan akan dikirim ke TPS dipastikan tidak dalam keadaan rusak,” pintanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/