alexametrics
24 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Temukan Sabu-Sabu di Kopiah Kades

BANGKALAN – Kepala Desa (Kades) Patemon, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Moh. Solihin harus berurusan dengan polisi. Pria 36 tahun itu ditangkap polisi dalam kasus narkoba dan kepemilikan senjata api (senpi).

Peristiwa penangkapan itu terjadi di rumah Achmadi, 38, warga Dusun Patemon Barat, Desa Patemon, Kecamatan Tanah Merah, pada Selasa pagi (29/1). Sebelumnya di rumah tersebut ada Zainal Fadli, 26, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh; Imam Safi’i, 44, warga Dusun Timur Lorong; dan Achmadi. Mereka berkumpul untuk mengonsumsi sabu-sabu (SS).

Usai menikmati barang haram itu, Achmadi, Zainal Fadli, dan Imam Safi’i bermain karambol. Tak berselang lama, Kades Solihin datang mengendarai mobil Toyota Fortuner B 1046 KLS. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), orang nomor satu di Desa Patemon itu mengeluarkan senjata api dan dibersihkan.

Baca Juga :  Lomba Mewarnai Tingkatkan Kemandirian dan Kreativitas Siswa

Pada saat bersamaan, polisi datang dan melakukan penggerebekan. Solihin lantas melempar senpi untuk menghilangkan barang bukti bukti. Namun, aksi membuang senpi diketahui petugas. Empat orang tersebut kemudian ditangkap. Zainal, Imam, Achmadi, dan Solihin dikeler menuju Polres Bangkalan.

Dari tangan Solihin berhasil diamankan sejumlah barang bukti (BB). Yakni, mobil Toyota Fortuner, kopiah hitam yang di dalamnya berisi plastik klip kecil berisi SS seberat 0,44 gram bruto, seperangkat alat isap, korek api gas, dan senpi rakitan warna silver dengan enam butir amunisi kaliber 38.

Polisi juga mengamankan BB dari Zainal, Imam, dan Achmadi. Yakni, satu plastik klip kecil diduga berisi SS seberat 0,26 gram bruto, alat isap bong dengan pipet berisi sisa SS sudah dibakar dengan berat kotor 2,31 gram, sedotan, dan korek api.

Baca Juga :  Setelah UGM, BRI Bangun BRIWORK di IPB

Keempat orang tersebut dijerat pasal 112 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara 4 tahun. Sementara Solihin dijerat pasal 1 ayat 1 UU 12/1951.

Kasatreskoba Polres Bangkalan AKP Puguh Suatmojo enggan memberikan komentar terkait penangkapan Kades Solihin dan tiga tersangka yang lain. ”Sudah saya kirim (datanya) ke humas,” ucapnya.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso juga tidak bersedia memberi keterangan secara terperinci. Sebab, dia sedang tidak masuk kantor karena sakit. ”Saya lagi berobat ini. Besok saja ke kantor,” katanya.

BANGKALAN – Kepala Desa (Kades) Patemon, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Moh. Solihin harus berurusan dengan polisi. Pria 36 tahun itu ditangkap polisi dalam kasus narkoba dan kepemilikan senjata api (senpi).

Peristiwa penangkapan itu terjadi di rumah Achmadi, 38, warga Dusun Patemon Barat, Desa Patemon, Kecamatan Tanah Merah, pada Selasa pagi (29/1). Sebelumnya di rumah tersebut ada Zainal Fadli, 26, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh; Imam Safi’i, 44, warga Dusun Timur Lorong; dan Achmadi. Mereka berkumpul untuk mengonsumsi sabu-sabu (SS).

Usai menikmati barang haram itu, Achmadi, Zainal Fadli, dan Imam Safi’i bermain karambol. Tak berselang lama, Kades Solihin datang mengendarai mobil Toyota Fortuner B 1046 KLS. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), orang nomor satu di Desa Patemon itu mengeluarkan senjata api dan dibersihkan.

Baca Juga :  Dua Bulan, Polres Sumenep Sita 14,36 Gram Sabu dan 0,76 Gram Ganja

Pada saat bersamaan, polisi datang dan melakukan penggerebekan. Solihin lantas melempar senpi untuk menghilangkan barang bukti bukti. Namun, aksi membuang senpi diketahui petugas. Empat orang tersebut kemudian ditangkap. Zainal, Imam, Achmadi, dan Solihin dikeler menuju Polres Bangkalan.

Dari tangan Solihin berhasil diamankan sejumlah barang bukti (BB). Yakni, mobil Toyota Fortuner, kopiah hitam yang di dalamnya berisi plastik klip kecil berisi SS seberat 0,44 gram bruto, seperangkat alat isap, korek api gas, dan senpi rakitan warna silver dengan enam butir amunisi kaliber 38.

Polisi juga mengamankan BB dari Zainal, Imam, dan Achmadi. Yakni, satu plastik klip kecil diduga berisi SS seberat 0,26 gram bruto, alat isap bong dengan pipet berisi sisa SS sudah dibakar dengan berat kotor 2,31 gram, sedotan, dan korek api.

Baca Juga :  Hendak Disergap Polisi, Warga Bangkalan Sembunyi di Plafon Rumah

Keempat orang tersebut dijerat pasal 112 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara 4 tahun. Sementara Solihin dijerat pasal 1 ayat 1 UU 12/1951.

Kasatreskoba Polres Bangkalan AKP Puguh Suatmojo enggan memberikan komentar terkait penangkapan Kades Solihin dan tiga tersangka yang lain. ”Sudah saya kirim (datanya) ke humas,” ucapnya.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso juga tidak bersedia memberi keterangan secara terperinci. Sebab, dia sedang tidak masuk kantor karena sakit. ”Saya lagi berobat ini. Besok saja ke kantor,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/