alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Visit Madura, Anggaran Wisata Rp 1,6 Miliar

SAMPANG – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang menyiapkan anggaran Rp 1,6 miliar untuk pengembangan sarana dan prasarana (sarpras) wisata. Anggaran tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK) 2018.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, penggunaan anggaran akan diprioritaskan untuk pengembangan sarpras di sejumlah tempat wisata yang masuk dalam program Visit Madura. ”Tempat wisata yang masuk Visit Madura yaitu Hutan Kera Nepa di Banyuates, Air Terjun Toroan di Ketapang, dan Pantai Lon Malang di Sokobanah,” ucapnya.

Anggaran pengembangan sarpras pariwisata ditentukan dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Hasil musrenbang kemudian dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2013–2018 pada sektor pariwisata.

Baca Juga :  Disdik Pamekasan Dukung Seminar Generasi Milenial JPRM

”Anggaran itu sudah mengacu pada RPJMD dan hasil kesepakatan bersama antara pemkab dengan masyarakat dalam mengembangkan wisata di Sampang,” jelasnya.

Program pengembangan sarpras pariwisata fokus pada pembangunan fisik dan penambahan fasilitas penunjang yang dibutuhkan. Seperti musala, kamar mandi atau toilet umum, dan wahana bermain. Tujuannya, agar tempat wisata semakin diminati pengunjung. ”Kalau kunjungan wisata meningkat, pendapatan asli daerah (PAD) akan naik,” ujarnya Selasa (30/1).

Selama ini objek wisata di Sampang belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Hal itu disebabkan lahan tempat wisata masih sengketa dengan masyarakat.  Terutama wisata alam. ”Ke depan, kami menargetkan, tiap tahun minimal ada satu lokasi wisata yang dikelola dan dikembangkan. Hal itu sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  Tegur Pemuda Mabuk, Rumah Kadus Dibondet

Aji menambahkan, selain destinasi wisata yang ada di pantura, wisata religi makam Rato Ebu di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan juga masuk program Visit Madura. Pengembangan sarpras wisata religi tersebut akan diprioritaskan.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana meminta disporabudpar maksimal dalam menjalankan program pengembangan wisata. ”Harus lebih konsentrasi menjalankan program itu. Kami harap program Visit Madura bisa menjadi momentum yang baik untuk mengangkat popularitas destinasi wisata di Sampang,” katanya. 

SAMPANG – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang menyiapkan anggaran Rp 1,6 miliar untuk pengembangan sarana dan prasarana (sarpras) wisata. Anggaran tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK) 2018.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, penggunaan anggaran akan diprioritaskan untuk pengembangan sarpras di sejumlah tempat wisata yang masuk dalam program Visit Madura. ”Tempat wisata yang masuk Visit Madura yaitu Hutan Kera Nepa di Banyuates, Air Terjun Toroan di Ketapang, dan Pantai Lon Malang di Sokobanah,” ucapnya.

Anggaran pengembangan sarpras pariwisata ditentukan dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Hasil musrenbang kemudian dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2013–2018 pada sektor pariwisata.

Baca Juga :  Pakar Puji Komitmen KIB Usung Capres Internal

”Anggaran itu sudah mengacu pada RPJMD dan hasil kesepakatan bersama antara pemkab dengan masyarakat dalam mengembangkan wisata di Sampang,” jelasnya.

Program pengembangan sarpras pariwisata fokus pada pembangunan fisik dan penambahan fasilitas penunjang yang dibutuhkan. Seperti musala, kamar mandi atau toilet umum, dan wahana bermain. Tujuannya, agar tempat wisata semakin diminati pengunjung. ”Kalau kunjungan wisata meningkat, pendapatan asli daerah (PAD) akan naik,” ujarnya Selasa (30/1).

Selama ini objek wisata di Sampang belum sepenuhnya dikelola dengan baik. Hal itu disebabkan lahan tempat wisata masih sengketa dengan masyarakat.  Terutama wisata alam. ”Ke depan, kami menargetkan, tiap tahun minimal ada satu lokasi wisata yang dikelola dan dikembangkan. Hal itu sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  Siapkan Rp 1,6 M untuk Pengembangan Sarpras Wisata

Aji menambahkan, selain destinasi wisata yang ada di pantura, wisata religi makam Rato Ebu di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan juga masuk program Visit Madura. Pengembangan sarpras wisata religi tersebut akan diprioritaskan.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana meminta disporabudpar maksimal dalam menjalankan program pengembangan wisata. ”Harus lebih konsentrasi menjalankan program itu. Kami harap program Visit Madura bisa menjadi momentum yang baik untuk mengangkat popularitas destinasi wisata di Sampang,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/