alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Masuk Gang, Ketua PPK Banyuates Dibacok

SAMPANG – Peristiwa penganiayaan terjadi di wilayah pantai utara (pantura) Sampang. Kini Ketua PPK Banyuates Moh. Hasan Busrianto yang menjadi sasaran. Pria 45 tahun asal Desa/Kecamatan Banyuates itu dibacok orang tak dikenal Rabu (28/11) malam sekitar pukul 23.20.

Kapolsek Banyuates AKP Sulardi mengatakan, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, korban dibacok saat perjalanan pulang. Saat itu, pria yang baru dilantik jadi panitia pemilihan kecamatan (PPK) tersebut sedang mengendarai sepeda motor.

”Kejadiannya tak jauh dari rumah korban, tepatnya di gang masuk ke rumahnya. Usai kejadian korban langsung dilarikan ke rumah sakit Bangkalan,” terang Sulardi.

Akibat bacokan senjata tajam (sajam) itu dia mengalami luka robek di bagian lengan kanan. Sulardi mengatakan, jika melihat dari luka korban, pelaku diduga nekat beraksi sendirian. Pelaku juga membacok korban satu kali. ”Korban mengalami luka di bagian lengan. Itu saja,” terangnya.

Baca Juga :  Kecemasan, Perubahan, dan Keniscayaan

Kejadian tersebut cepat diketahui warga sekitar. Korban langsung ditolong dan dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Sementara pelaku pembacokan masih dalam penyelidikan petugas. ”Kasus pembacokan ini sedang kami tangani dan masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Polisi belum bisa memberikan kepastian mengenai motif di balik penganiayaan itu. Sebab, korban belum bisa dimintai keterangan dan pelaku belum tertangkap. ”Kami mengupayakan supaya pelaku segera terungkap dan tertangkap. Sementara ini hasil penyelidikan belum ada keterangan yang mengarah (pada pelaku),” paparnya.

HA (inisial), 39, warga desa setempat mengungkapkan, aksi pembacokan tersebut diduga kuat karena permasalahan asmara. Jika dikaitkan dengan politik tidak mungkin, karena korban baru dilantik dan belum bekerja. ”Tak ada yang dirugikan kan dalam pekerjaannya?” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Sulit Kembangkan Wisata Api Tak Kunjung Padam

Dikatakan, tetangga banyak yang tahu korban memiliki masalah asmara. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan karena aparat penegak hukum memiliki cara sendiri untuk mengungkap pelaku. ”Versi warga begitu. Entahlah hasil penyelidikan polisi seperti apa. Semoga saja pelaku cepat terungkap,” ujarnya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif berharap aparat kepolisian bergerak cepat dalam mengungkap kasus tersebut. Pihaknya juga enggan mengaitkan kejadian tersebut dengan hal politik dan hal yang lain. Lebih baik menunggu hasil penyelidikan dari aparat penegak hukum.

”Jangan berasumsi, karena itu membahayakan dan menyulitkan terhadap proses penyelidikan. Kita percaya dan pasrahkan kepada aparat yang berwajib,” tuturnya.

SAMPANG – Peristiwa penganiayaan terjadi di wilayah pantai utara (pantura) Sampang. Kini Ketua PPK Banyuates Moh. Hasan Busrianto yang menjadi sasaran. Pria 45 tahun asal Desa/Kecamatan Banyuates itu dibacok orang tak dikenal Rabu (28/11) malam sekitar pukul 23.20.

Kapolsek Banyuates AKP Sulardi mengatakan, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, korban dibacok saat perjalanan pulang. Saat itu, pria yang baru dilantik jadi panitia pemilihan kecamatan (PPK) tersebut sedang mengendarai sepeda motor.

”Kejadiannya tak jauh dari rumah korban, tepatnya di gang masuk ke rumahnya. Usai kejadian korban langsung dilarikan ke rumah sakit Bangkalan,” terang Sulardi.


Akibat bacokan senjata tajam (sajam) itu dia mengalami luka robek di bagian lengan kanan. Sulardi mengatakan, jika melihat dari luka korban, pelaku diduga nekat beraksi sendirian. Pelaku juga membacok korban satu kali. ”Korban mengalami luka di bagian lengan. Itu saja,” terangnya.

Baca Juga :  Tuding Polisi Lamban Tangkap Pelaku Pemerkosaan

Kejadian tersebut cepat diketahui warga sekitar. Korban langsung ditolong dan dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Sementara pelaku pembacokan masih dalam penyelidikan petugas. ”Kasus pembacokan ini sedang kami tangani dan masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Polisi belum bisa memberikan kepastian mengenai motif di balik penganiayaan itu. Sebab, korban belum bisa dimintai keterangan dan pelaku belum tertangkap. ”Kami mengupayakan supaya pelaku segera terungkap dan tertangkap. Sementara ini hasil penyelidikan belum ada keterangan yang mengarah (pada pelaku),” paparnya.

HA (inisial), 39, warga desa setempat mengungkapkan, aksi pembacokan tersebut diduga kuat karena permasalahan asmara. Jika dikaitkan dengan politik tidak mungkin, karena korban baru dilantik dan belum bekerja. ”Tak ada yang dirugikan kan dalam pekerjaannya?” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Utak-atik RAPBD 2019

Dikatakan, tetangga banyak yang tahu korban memiliki masalah asmara. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan karena aparat penegak hukum memiliki cara sendiri untuk mengungkap pelaku. ”Versi warga begitu. Entahlah hasil penyelidikan polisi seperti apa. Semoga saja pelaku cepat terungkap,” ujarnya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif berharap aparat kepolisian bergerak cepat dalam mengungkap kasus tersebut. Pihaknya juga enggan mengaitkan kejadian tersebut dengan hal politik dan hal yang lain. Lebih baik menunggu hasil penyelidikan dari aparat penegak hukum.

”Jangan berasumsi, karena itu membahayakan dan menyulitkan terhadap proses penyelidikan. Kita percaya dan pasrahkan kepada aparat yang berwajib,” tuturnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/