alexametrics
29.3 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Pengembangan Pariwisata Butuh Suntikan APBN

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan menggenjot pengembangan pariwisata. Sejumlah destinasi wiata bakal dibangun. Pengembangan tersebut butuh anggaran tinggi sehingga perlu suntikan dana dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, pembangunan akan dilakukan di sejumlah destinasi wisata. Di antaranya, Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring, dan ekowisata mangrove.

Pembangunan butuh biaya tinggi. Jika hanya mengandalkan APBD, pembangunan akan berjalan lamban. Sebab, dana yang dimiliki pemkab sangat terbatas. Dengan demikian, butuh kucuran dana dari pemerintah pusat.

Sejak 2018 lalu, Pamekasan tidak lagi mendapat dana alokasi khusus (DAK) pembangunan fisik. Akibatnya, pembangunan dilakukan seadanya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Pada alokasi tahun anggaran (TA) 2020 Pemkab Pamekasan mengusulkan DAK ke pemerintah pusat. Anggaran yang diusulkan senilai Rp 4 miliar. ”Semoga usulan kami dikabulkan,” katanya kemarin (29/8).

Baca Juga :  Wabup Sumenep Berbicara Pariwisata di Universitas Brawijaya Malang

Menurut Achmad, suntikan anggaran dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk percepatan. Objek wisata yang akan dikembangkan harus segera jalan agar pembangunan tuntas. Dengan demikian, destinasi wisata itu bisa dioperasionalkan.

Pengelolaan pariwisata akan dioptimalkan. Empat kabupaten di Madura akan bekerja sama menggelar event untuk meningkatkan angka pengunjung. ”Event yang akan digelar mulai berskala nasional hingga internasional,” katanya.

Mantan kepala Dinas PU Pengairan Pamekasan itu meminta dukungan dari semua pihak. Tanpa sinergitas dari semua elemen masyarakat, pengembangan wisata tidak akan berjalan optimal.

Anggota DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, upaya mencari suntikan dana dari pemerintah pusat harus diseriusi. Potensi yang dimiliki bisa dipromosikan kepada pemerintah pusat.

Baca Juga :  Cerpan Madura "Padha Apes"

Harapannya, ada perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata. Tanpa kucuran dana dari pemerintah pusat, pembangunan akan lamban. ”Anggaran kita minim, harus ada suntikan dana dari pemerintah pusat atau swasta,” tandasnya.

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan menggenjot pengembangan pariwisata. Sejumlah destinasi wiata bakal dibangun. Pengembangan tersebut butuh anggaran tinggi sehingga perlu suntikan dana dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, pembangunan akan dilakukan di sejumlah destinasi wisata. Di antaranya, Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring, dan ekowisata mangrove.

Pembangunan butuh biaya tinggi. Jika hanya mengandalkan APBD, pembangunan akan berjalan lamban. Sebab, dana yang dimiliki pemkab sangat terbatas. Dengan demikian, butuh kucuran dana dari pemerintah pusat.


Sejak 2018 lalu, Pamekasan tidak lagi mendapat dana alokasi khusus (DAK) pembangunan fisik. Akibatnya, pembangunan dilakukan seadanya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Pada alokasi tahun anggaran (TA) 2020 Pemkab Pamekasan mengusulkan DAK ke pemerintah pusat. Anggaran yang diusulkan senilai Rp 4 miliar. ”Semoga usulan kami dikabulkan,” katanya kemarin (29/8).

Baca Juga :  Pilkada Serentak dan Refleksi Memilih Pemimpin

Menurut Achmad, suntikan anggaran dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk percepatan. Objek wisata yang akan dikembangkan harus segera jalan agar pembangunan tuntas. Dengan demikian, destinasi wisata itu bisa dioperasionalkan.

Pengelolaan pariwisata akan dioptimalkan. Empat kabupaten di Madura akan bekerja sama menggelar event untuk meningkatkan angka pengunjung. ”Event yang akan digelar mulai berskala nasional hingga internasional,” katanya.

Mantan kepala Dinas PU Pengairan Pamekasan itu meminta dukungan dari semua pihak. Tanpa sinergitas dari semua elemen masyarakat, pengembangan wisata tidak akan berjalan optimal.

Anggota DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, upaya mencari suntikan dana dari pemerintah pusat harus diseriusi. Potensi yang dimiliki bisa dipromosikan kepada pemerintah pusat.

Baca Juga :  PAD Pariwisata Semester Pertama Hanya Raup Rp 9,7 Juta

Harapannya, ada perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata. Tanpa kucuran dana dari pemerintah pusat, pembangunan akan lamban. ”Anggaran kita minim, harus ada suntikan dana dari pemerintah pusat atau swasta,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/