alexametrics
20.5 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Selisih Paslon Jauh Sulit Disengketakan

PAMEKASAN – Perolehan suara Pilkada Pamekasan 2018 memang belum ditetapkan. Tetapi, sejumlah lembaga survei memenangkan pasangan Bersama Ra Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur). Selisih suara dengan Kholilurrahman–Fathorrahman (Kholifah) cukup signifikan.

Praktisi Hukum Muhammad Taufik mengatakan, hitung cepat yang dirilis KPU RI melalui laman resminya, paslon dengan nomor urut satu itu sementara unggul 6,3 persen. Yakni, dengan perolehan suara 253.949 atau setara 53,15 persen. Sementara Kholifah memperoleh suara 223.848 atau setara 46,85 persen.

Data tersebut diyakini tidak jauh berbeda dengan hasil hitung manual KPU yang bakal digelar pasca rekapitulasi tingkat kecamatan. Dengan demikian, kemungkinan untuk disengketakan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sulit. Sebab, pemerintah memberi ambang batas selisih perolehan suara untuk bisa masuk MK.

Baca Juga :  DPMD Gelar Pelatihan Kader Teknis Desa

Dalam UU 10/2016 tentang Pilkada dijelaskan secara rinci. Pasal 158 ayat (2) huruf c disebutkan, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500 ribu dan kurang dari 1 juta jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara paling banyak 1 persen. Pamekasan masuk kategori tersebut. Sebab, penduduknya di atas 500 ribu jiwa dan kurang dari  juta.

”Biasanya, hitung cepat KPU dengan hitung manual tidak jauh berbeda. Makanya sulit untuk bisa disengketakan,” katanya Jumat (29/6).

Meski demikian, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Selama belum ada keputusan dari KPU, pemenang pilkada belum diketahui. Apalagi, sampai sekarang rekapitulasi tingkat kecamatan belum tuntas.

Masyarakat harus dewasa menerima hasil pemilihan. Siapa pun yang menang pasti membawa visi sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Kalau ditemukan pelanggaran, silakan selesaikan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Baca Juga :  Pembahasan Tatib DPRD Terkendala SOTK

Sekretaris Pemenangan Berbaur Heru Budi Prayitno optimistis menang. Hampir seluruh lembaga survei menempatkan paslon yang didukung itu unggul di atas angin. Tetapi, dia tetap menunggu hasil penghitungan manual KPU.

PAMEKASAN – Perolehan suara Pilkada Pamekasan 2018 memang belum ditetapkan. Tetapi, sejumlah lembaga survei memenangkan pasangan Bersama Ra Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur). Selisih suara dengan Kholilurrahman–Fathorrahman (Kholifah) cukup signifikan.

Praktisi Hukum Muhammad Taufik mengatakan, hitung cepat yang dirilis KPU RI melalui laman resminya, paslon dengan nomor urut satu itu sementara unggul 6,3 persen. Yakni, dengan perolehan suara 253.949 atau setara 53,15 persen. Sementara Kholifah memperoleh suara 223.848 atau setara 46,85 persen.

Data tersebut diyakini tidak jauh berbeda dengan hasil hitung manual KPU yang bakal digelar pasca rekapitulasi tingkat kecamatan. Dengan demikian, kemungkinan untuk disengketakan ke Mahkamah Konstitusi (MK) sulit. Sebab, pemerintah memberi ambang batas selisih perolehan suara untuk bisa masuk MK.

Baca Juga :  Harta Berbaur-Kholifah Terpaut Rp 8 Miliar

Dalam UU 10/2016 tentang Pilkada dijelaskan secara rinci. Pasal 158 ayat (2) huruf c disebutkan, kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500 ribu dan kurang dari 1 juta jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara paling banyak 1 persen. Pamekasan masuk kategori tersebut. Sebab, penduduknya di atas 500 ribu jiwa dan kurang dari  juta.

”Biasanya, hitung cepat KPU dengan hitung manual tidak jauh berbeda. Makanya sulit untuk bisa disengketakan,” katanya Jumat (29/6).

Meski demikian, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Selama belum ada keputusan dari KPU, pemenang pilkada belum diketahui. Apalagi, sampai sekarang rekapitulasi tingkat kecamatan belum tuntas.

Masyarakat harus dewasa menerima hasil pemilihan. Siapa pun yang menang pasti membawa visi sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Kalau ditemukan pelanggaran, silakan selesaikan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Baca Juga :  Komisi III Desak Percepat Pembangunan

Sekretaris Pemenangan Berbaur Heru Budi Prayitno optimistis menang. Hampir seluruh lembaga survei menempatkan paslon yang didukung itu unggul di atas angin. Tetapi, dia tetap menunggu hasil penghitungan manual KPU.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/