alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Hasil Hitung Cepat KPU Sementara Berbaur Unggul 

PAMEKASAN – Pilkada Pamekasan hampir dipastikan dimenangkan pasangan calon Bersama Ra Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur). KPU merilis hasil hitung cepat yang menunjukkan cabup-cawabup nomor urut satu itu unggul dibanding pasangan Kholilurrahman–Fathorrahman (Kholifah).

Hasil hitung cepat KPU hingga pukul 17.47 Jumat (29/6), Berbaur mendulang 253.949 suara atau 53,15 persen. Sementara Kholifah, memperoleh dukungan 223.848 suara atau setara 46,85 persen. Data masuk baru 98,17 persen. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Pamekasan kali ini 680.392 orang.

KPU baru merekap perolehan suara di 1.554 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 1.583 TPS. Rilis tersebut juga memampang jumlah pengguna hak pilih. Di Pamekasan, warga yang datang ke TPS untuk mencoblos 489.264 orang.

Ketua KPU Pamekasah Moh. Hamzah mengatakan, data yang diliris laman KPU RI itu hasil laporan dari daerah. Pelaporan melalui sistem yang ditentukan penyelenggara pemilihan. Tetapi, data belum masuk secara keseluruhan. Lima kecamatan masih melakukan rekapitulasi. Yakni, Kecamatan Pegantenan, Proppo, Galis, Pademawu, dan Waru.

Baca Juga :  Sama-Sama Optimistis Menang Telak di Madura

Hamzah meminta masyarakat tidak menyimpulkan pemenang pilkada terlebih dahulu. Sebab, perolehan suara yang digunakan hasil penghitungan manual KPU setelah rekapitulasi tingkat kecamatan selesai. Rekapitulasi manual di tingkat KPU harus dilaksanakan sebelum 6 Juli 2018.

Rekapitulasi hasil pemilihan pilkada serentak 2018 masih berlangsung di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK). Sesuai jadwal KPU RI, rekapitulasi itu berakhir 4 Juli 2018. Tetapi, khusus Pamekasan dipercepat.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, sesuai jadwal KPU RI, penghitungan tingkat kecamatan selama 7 hari. Mulai tanggal 28  Juni–4 Juli.

Tetapi, KPU Pamekasan menjadwalkan rekapitulasi itu selesai sebelum ambang batas akhir. Tujuannya, agar tidak ada kemungkinan terjadi kecurangan. ”Kalau bisa cepat, kenapa harus lambat?” katanya.

Baca Juga :  Baanar Setuju Paksa Bandar Telan Narkoba sampai Mati

Subhan mengatakan, rekapitulasi tingkat kecamatan dijadwalkan dua hari hingga Jumat (29/6). Hasil tersebut dikirim ke KPU untuk dilanjutkan rekapitulasi akhir. Rekapitulasi tingkat kabupaten belum diputuskan. Jadwal penghitungan itu akan dibahas dalam rapat pleno internal komisioner KPU. ”Lebih cepat lebih baik,” katanya

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, percepatan rekapitulasi tingkat kecamatan juga untuk menjaga kepercayaan publik. Jika terlalu lama berada di kecamatan, dikhawatirkan masyarakat berasumsi ada permainan.

Subhan mengatakan, kepercayaan publik sangat penting. Dampaknya cukup luas. Di antaranya pada tingkat partisipasi. Jika masyarakat tidak percaya hasil pemilihan itu benar-benar sesuai dengan pilihan rakyat, pada pemilihan selanjutnya partisipasi bakal rendah.

Salah satu indikasi keberhasilan penyelenggaraan pemilihan adalah tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Dengan pertimbangan tersebut, rekapitulasi digenjot. ”Tetapi tetap menjaga profesionalitas,” katanya.

 

PAMEKASAN – Pilkada Pamekasan hampir dipastikan dimenangkan pasangan calon Bersama Ra Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur). KPU merilis hasil hitung cepat yang menunjukkan cabup-cawabup nomor urut satu itu unggul dibanding pasangan Kholilurrahman–Fathorrahman (Kholifah).

Hasil hitung cepat KPU hingga pukul 17.47 Jumat (29/6), Berbaur mendulang 253.949 suara atau 53,15 persen. Sementara Kholifah, memperoleh dukungan 223.848 suara atau setara 46,85 persen. Data masuk baru 98,17 persen. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Pamekasan kali ini 680.392 orang.

KPU baru merekap perolehan suara di 1.554 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 1.583 TPS. Rilis tersebut juga memampang jumlah pengguna hak pilih. Di Pamekasan, warga yang datang ke TPS untuk mencoblos 489.264 orang.


Ketua KPU Pamekasah Moh. Hamzah mengatakan, data yang diliris laman KPU RI itu hasil laporan dari daerah. Pelaporan melalui sistem yang ditentukan penyelenggara pemilihan. Tetapi, data belum masuk secara keseluruhan. Lima kecamatan masih melakukan rekapitulasi. Yakni, Kecamatan Pegantenan, Proppo, Galis, Pademawu, dan Waru.

Baca Juga :  Merasa Dizalimi, Kades Musaffak Bakal Perkarakan Jaksa

Hamzah meminta masyarakat tidak menyimpulkan pemenang pilkada terlebih dahulu. Sebab, perolehan suara yang digunakan hasil penghitungan manual KPU setelah rekapitulasi tingkat kecamatan selesai. Rekapitulasi manual di tingkat KPU harus dilaksanakan sebelum 6 Juli 2018.

Rekapitulasi hasil pemilihan pilkada serentak 2018 masih berlangsung di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK). Sesuai jadwal KPU RI, rekapitulasi itu berakhir 4 Juli 2018. Tetapi, khusus Pamekasan dipercepat.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, sesuai jadwal KPU RI, penghitungan tingkat kecamatan selama 7 hari. Mulai tanggal 28  Juni–4 Juli.

Tetapi, KPU Pamekasan menjadwalkan rekapitulasi itu selesai sebelum ambang batas akhir. Tujuannya, agar tidak ada kemungkinan terjadi kecurangan. ”Kalau bisa cepat, kenapa harus lambat?” katanya.

Baca Juga :  Indonesia Rumah Bersama, Cegah Radikalisme Agama

Subhan mengatakan, rekapitulasi tingkat kecamatan dijadwalkan dua hari hingga Jumat (29/6). Hasil tersebut dikirim ke KPU untuk dilanjutkan rekapitulasi akhir. Rekapitulasi tingkat kabupaten belum diputuskan. Jadwal penghitungan itu akan dibahas dalam rapat pleno internal komisioner KPU. ”Lebih cepat lebih baik,” katanya

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, percepatan rekapitulasi tingkat kecamatan juga untuk menjaga kepercayaan publik. Jika terlalu lama berada di kecamatan, dikhawatirkan masyarakat berasumsi ada permainan.

Subhan mengatakan, kepercayaan publik sangat penting. Dampaknya cukup luas. Di antaranya pada tingkat partisipasi. Jika masyarakat tidak percaya hasil pemilihan itu benar-benar sesuai dengan pilihan rakyat, pada pemilihan selanjutnya partisipasi bakal rendah.

Salah satu indikasi keberhasilan penyelenggaraan pemilihan adalah tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Dengan pertimbangan tersebut, rekapitulasi digenjot. ”Tetapi tetap menjaga profesionalitas,” katanya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/