alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Perempuan 46 Tahun Edarkan Sabu

SUMENEP – Satresnarkoba Polres Sumenep kembali mengungkap kasus narkoba. Empat pemuda dan seorang perempuan diringkus dalam waktu yang hampir bersamaan pada Selasa malam (28/5). Perempuan itu bertindak sebagai pengedar.

Pengungkapan itu bermula dari informasi bahwa di rumah Moh. Nurul Iman, 22 warga Jalan Jaksa, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, sering dijadikan tempat mengisap sabu-sabu. Sampai di lokasi, polisi mendapati empat orang sedang mengonsumsi barang terlarang itu.

Kemudian polisi membawa pelaku dan barang bukti ke mapolres. Tiga teman Nurul Iman itu Moh. Ilham Risqiyadi, 22, warga Jalan Mahoni, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota; dan Sama’udin, 22, warga Desa Baban, Kecamatan Gapura. Tersangka yang lain Rendy Nandika Pratama, 21, warga Dusun Panggung, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget.

Baca Juga :  Semangat Membangun Madura

Dari tangan empat pemuda itu, polisi mengamankan satu kantong plastik klip kecil berisi sabu-sabu dengan berat kotor 0,56 gram beserta alat isapnya. Kemudian, satu sendok sabu-sabu dari potongan sedotan.

Kasatnarkoba Polres Sumenep AKP Sutrisno mengatakan, barang haram yang dikonsumsi empat pemuda itu dibawa Rendy. Rendy beli dari Hasania, 46, warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget.Polisi kemudian bergerak ke rumah ibu satu anak itu.

Dari rumah Hasania, petugas mengamankan sabu-sabu siap edar. Yaitu, 10 kantong plastik klip kecil berisi sabu-sabu. Empat kantong plastik masing-masing berisi 0,34 gram, tiga klip poket kecil berisi 0,34 gram, dua klip poket kecil 0,36 gram, dan satu poket 0,38 gram. ”Berat keseluruhan 3,88 gram,” terang Sutrisno.

Baca Juga :  Kampung Kue UMKM Binaan BRI Beromzet Puluhan Juta Sehari

Polisi juga membawa satu dompet kecil yang biasa dijadikan tempat menyimpan sabu-sabu oleh perempuan yang tiga kali menikah itu. Kemudian, seperangkat alat isap dan satu sendok sabu serta uang Rp 450 ribu.

Hasania mendapatkan barang haram itu dengan cara diantar seseorang. Dia enggan menyebut identitas penyuplai sabu itu. ”Yang jelas bukan bandar. Tidak mungkin bandar nganter,” tandasnya. (jup)

SUMENEP – Satresnarkoba Polres Sumenep kembali mengungkap kasus narkoba. Empat pemuda dan seorang perempuan diringkus dalam waktu yang hampir bersamaan pada Selasa malam (28/5). Perempuan itu bertindak sebagai pengedar.

Pengungkapan itu bermula dari informasi bahwa di rumah Moh. Nurul Iman, 22 warga Jalan Jaksa, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, sering dijadikan tempat mengisap sabu-sabu. Sampai di lokasi, polisi mendapati empat orang sedang mengonsumsi barang terlarang itu.

Kemudian polisi membawa pelaku dan barang bukti ke mapolres. Tiga teman Nurul Iman itu Moh. Ilham Risqiyadi, 22, warga Jalan Mahoni, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota; dan Sama’udin, 22, warga Desa Baban, Kecamatan Gapura. Tersangka yang lain Rendy Nandika Pratama, 21, warga Dusun Panggung, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget.

Baca Juga :  9 Bulan BNN Tangkap 5 Tersangka Narkoba

Dari tangan empat pemuda itu, polisi mengamankan satu kantong plastik klip kecil berisi sabu-sabu dengan berat kotor 0,56 gram beserta alat isapnya. Kemudian, satu sendok sabu-sabu dari potongan sedotan.

Kasatnarkoba Polres Sumenep AKP Sutrisno mengatakan, barang haram yang dikonsumsi empat pemuda itu dibawa Rendy. Rendy beli dari Hasania, 46, warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget.Polisi kemudian bergerak ke rumah ibu satu anak itu.

Dari rumah Hasania, petugas mengamankan sabu-sabu siap edar. Yaitu, 10 kantong plastik klip kecil berisi sabu-sabu. Empat kantong plastik masing-masing berisi 0,34 gram, tiga klip poket kecil berisi 0,34 gram, dua klip poket kecil 0,36 gram, dan satu poket 0,38 gram. ”Berat keseluruhan 3,88 gram,” terang Sutrisno.

Baca Juga :  Pasutri Pengedar Narkoba Diciduk

Polisi juga membawa satu dompet kecil yang biasa dijadikan tempat menyimpan sabu-sabu oleh perempuan yang tiga kali menikah itu. Kemudian, seperangkat alat isap dan satu sendok sabu serta uang Rp 450 ribu.

Hasania mendapatkan barang haram itu dengan cara diantar seseorang. Dia enggan menyebut identitas penyuplai sabu itu. ”Yang jelas bukan bandar. Tidak mungkin bandar nganter,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/