alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Polisi Tembak Buron Kasus Curanmor

SAMPANG – Ridwan, warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, harus meregang kesakitan di balik jeruji. Pemuda 22 tahun itu ditembak petugas karena berusaha melarikan diri. Itu setelah menjadi buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Tersangka yang buron selama 20 hari itu ditangkap di dalam rumah di kawasan Semampir, Jalan Jatipurwo, Surabaya, Senin malam (28/5). Setelah ditangkap, Ridwan digiring menuju Mapolres Sampang.  Namun, dia berusaha melarikan diri. Akhirnya,  polisi menghadiahi satu peluru panas pada bagian kaki kanan.

Dari keterangan Ridwan ini kemudian polisi menangkap Abdul Maman, 22, Selasa (29/5). Pemuda asal Desa Tambaan, Camplong, merupakan rekan Ridwan saat beraksi. Mereka sering melakukan aksi pencurian di wilayah Kota dan Camplong. ”Mereka ini partner. Pasti berdua jika mencuri sepeda motor,” terang Kasatreskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto kemarin.

Baca Juga :  Pesan Kapolres saat Serahkan Penghargaan kepada Anggota

Ridwan dan Maman mencuri sepeda motor Beat N3346 PN putih di depan Toko Sri Rejeki Desa Banjar Talela, Rabu (9/5). Saat itu, pelaku diketahui korban dan dilaporkan ke polisi. ”Kami tidak main-main dalam menangani kasus curanmor ini,” tegas Heri.

Senin malam (28/5) curanmor menimpa Denok Setyowati, 36, warga Perum Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar. Pukul 17.10 suami korban baru datang bersama anaknya. Suami korban memarkir Vario 150cc warna hitam M 3015 S di garasi samping rumah. Sepeda motor tak dikunci setir. Pagar rumah juga tak dikunci.

Pukul 19.30 suami korban hendak keluar rumah lagi. Setelah melihat ke garasi, sepeda motor yang diparkir sudah tidak ada. Pasangan suami istri itu berteriak maling karena terkejut motornya lenyap.  Lalu,  korban melaporkan ke polisi.

Baca Juga :  Polres Bentuk Tim Khusus Tangani Pembacokan Ketua PPK

”Pelaku diduga kuat sudah membuntuti korban. Kami masih selidiki sambil lalu mengembangkan pelaku yang sudah berhasil kami tangkap,” terang Heri. Masyarakat harus lebih waspada. Setiap kali memarkir sepeda motor upayakan kunci setir. ”Pastikan sepeda motor yang diparkir sudah dalam keadaan terkunci,” pesannya.

 

SAMPANG – Ridwan, warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, harus meregang kesakitan di balik jeruji. Pemuda 22 tahun itu ditembak petugas karena berusaha melarikan diri. Itu setelah menjadi buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Tersangka yang buron selama 20 hari itu ditangkap di dalam rumah di kawasan Semampir, Jalan Jatipurwo, Surabaya, Senin malam (28/5). Setelah ditangkap, Ridwan digiring menuju Mapolres Sampang.  Namun, dia berusaha melarikan diri. Akhirnya,  polisi menghadiahi satu peluru panas pada bagian kaki kanan.

Dari keterangan Ridwan ini kemudian polisi menangkap Abdul Maman, 22, Selasa (29/5). Pemuda asal Desa Tambaan, Camplong, merupakan rekan Ridwan saat beraksi. Mereka sering melakukan aksi pencurian di wilayah Kota dan Camplong. ”Mereka ini partner. Pasti berdua jika mencuri sepeda motor,” terang Kasatreskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto kemarin.

Baca Juga :  Polres Bentuk Tim Khusus Tangani Pembacokan Ketua PPK

Ridwan dan Maman mencuri sepeda motor Beat N3346 PN putih di depan Toko Sri Rejeki Desa Banjar Talela, Rabu (9/5). Saat itu, pelaku diketahui korban dan dilaporkan ke polisi. ”Kami tidak main-main dalam menangani kasus curanmor ini,” tegas Heri.

Senin malam (28/5) curanmor menimpa Denok Setyowati, 36, warga Perum Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar. Pukul 17.10 suami korban baru datang bersama anaknya. Suami korban memarkir Vario 150cc warna hitam M 3015 S di garasi samping rumah. Sepeda motor tak dikunci setir. Pagar rumah juga tak dikunci.

Pukul 19.30 suami korban hendak keluar rumah lagi. Setelah melihat ke garasi, sepeda motor yang diparkir sudah tidak ada. Pasangan suami istri itu berteriak maling karena terkejut motornya lenyap.  Lalu,  korban melaporkan ke polisi.

Baca Juga :  Gerebek Tersangka Penyekapan, Polisi Dilempari Bondet

”Pelaku diduga kuat sudah membuntuti korban. Kami masih selidiki sambil lalu mengembangkan pelaku yang sudah berhasil kami tangkap,” terang Heri. Masyarakat harus lebih waspada. Setiap kali memarkir sepeda motor upayakan kunci setir. ”Pastikan sepeda motor yang diparkir sudah dalam keadaan terkunci,” pesannya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Peminjam Buku Abaikan Surat Perpustakaan

Kiai dan Peta Elektoral Madura 2019

Kades Harus Melayani dan Tepati Janji

Artikel Terbaru

/