alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Promosi Wisata di Kota Salak Disoal

BANGKALAN – Pemkab melalui dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) menyediakan anggaran khusus untuk mengenalkan wisata di Bangkalan ke masyarakat luas. Namun, dampaknya belum dirasakan. Wakil rakyat pun kecewa.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir berharap sektor wisata di Kota Salak berkembang. Seperti di sejumlah daerah di Jawa Timur yang berhasil memanfaatkan potensi wisata.

”Kita sama-sama punya pantai. Bukit juga ada. Wisata religi sudah terkenal. Tinggal sentuhan dari pemerintah,” katanya.

Abdurrahman mengatakan, di daerah lain, sektor wisata menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang besar. ”Kalau belum berkembang, tidak usah dipromosikan lagi. Dipromosikan juga tidak banyak perkembangan,” sindirnya.

Kabid Pemasaran Pariwisata Disbudpar Bangkalan Doni D. Pujianto menyampaikan, tahun ini lembaganya kembali akan menggelar promosi wisata sebanyak tiga kali. Selain itu juga akan mengadakan pergelaran kerapan sapi carteran.

Baca Juga :  Moch. Tarsun Intens Beri Pembinaan dan Motivasi

”Rencananya promosi 12 April nanti di Surabaya. Nah, yang dua lagi masih menunggu petunjuk pimpinan,” ujarnya Kamis (29/3).

Diakui jika tahun-tahun sebelumnya, promosi wisata di Bangkalan minim. Minat wisatawan yang berkunjung pun mengalami penurunan setiap tahunnya. Karena itu, pada 2017 disbudpar mulai menggalakkan promosi.

Menurut dia, dampak promosi pada 2017 lalu baru bisa diketahui hasilnya pada akhir 2018 nanti. Anggaran promosi tahun lalu sebesar Rp 597 juta dari APBD. Bangkalan ikut mempromosikan wisata pada pameran Jogjakarta, Surabaya, Bali, Lombok, dan Jakarta. Sayang, dia enggan menyebut besaran anggaran untuk program promosi tahun ini. ”Saya cek dulu,” ucapnya. 

 

 

BANGKALAN – Pemkab melalui dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) menyediakan anggaran khusus untuk mengenalkan wisata di Bangkalan ke masyarakat luas. Namun, dampaknya belum dirasakan. Wakil rakyat pun kecewa.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir berharap sektor wisata di Kota Salak berkembang. Seperti di sejumlah daerah di Jawa Timur yang berhasil memanfaatkan potensi wisata.

”Kita sama-sama punya pantai. Bukit juga ada. Wisata religi sudah terkenal. Tinggal sentuhan dari pemerintah,” katanya.


Abdurrahman mengatakan, di daerah lain, sektor wisata menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang besar. ”Kalau belum berkembang, tidak usah dipromosikan lagi. Dipromosikan juga tidak banyak perkembangan,” sindirnya.

Kabid Pemasaran Pariwisata Disbudpar Bangkalan Doni D. Pujianto menyampaikan, tahun ini lembaganya kembali akan menggelar promosi wisata sebanyak tiga kali. Selain itu juga akan mengadakan pergelaran kerapan sapi carteran.

Baca Juga :  Calon Independen Harus Kumpulkan Minimal 51.055 KTP

”Rencananya promosi 12 April nanti di Surabaya. Nah, yang dua lagi masih menunggu petunjuk pimpinan,” ujarnya Kamis (29/3).

Diakui jika tahun-tahun sebelumnya, promosi wisata di Bangkalan minim. Minat wisatawan yang berkunjung pun mengalami penurunan setiap tahunnya. Karena itu, pada 2017 disbudpar mulai menggalakkan promosi.

Menurut dia, dampak promosi pada 2017 lalu baru bisa diketahui hasilnya pada akhir 2018 nanti. Anggaran promosi tahun lalu sebesar Rp 597 juta dari APBD. Bangkalan ikut mempromosikan wisata pada pameran Jogjakarta, Surabaya, Bali, Lombok, dan Jakarta. Sayang, dia enggan menyebut besaran anggaran untuk program promosi tahun ini. ”Saya cek dulu,” ucapnya. 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/