alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Asmara Jadi Motif Pembunuhan Alisa Hariyati

SUMENEP – Misteri kematian Alisa Hariyati, 15, terungkap. Remaja putri yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Sabtu (21/10) itu dibunuh oleh mantan kekasihnya, Didik Sugiyanto, 20. Pelaku tewas ditembak polisi saat berusaha melawan dan berusaha merebut senjata petugas.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora mengatakan, korban diketahui pernah menjalin hubungan dengan tersangka. Pelaku cemburu karena korban memiliki kekasih baru. ”Jadi si tersangka ini malu dan cemburu kepada si korban karena sudah punya kekasih baru. Sehingga tersangka merencanakan membunuh korban,” tegasnya Sabtu (28/10).

Didik adalah warga Desa Manding Timur, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. Selain korban, pelaku juga berencana membunuh kekasih baru korban. ”Sebenarnya yang akan dibunuh itu dua orang. Si korban dan kekasih barunya. Tetapi, belum sempat membunuh kekasih korban, tersangka sudah ditangkap duluan,” jelas Pinora.

Perwira dengan dua melati emas di pundaknya itu menjelaskan, sebelum tertangkap, pelaku sempat melarikan diri ke Tangerang. Pelaku ditangkap di sebuah kamar kos di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Penangkapan tersebut atas kerja sama Polres Sumenep dengan Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Antusias¬†Hebohkan Bazar Takjil Ramadan

Selain Didik, petugas kepolisian masih mengejar tersangka lain berinisial MA. Menurut petugas, MA adalah orang yang menyarankan kepada Didik untuk membunuh korban. Selain itu, MA juga berperan sebagai orang yang menyimpan celurit yang digunakan Didik untuk menghabisi nyawa korban.

Pinora menjelaskan, pelaku melawan saat diminta menunjukkan lokasi persembunyian MA yang masih buron. Petugas langsung memberikan hadiah timah panas. ”Saya memang memerintahkan kepada anak buah saya agar menembak tersangka yang melawan. Kalau lari kejar, kalau melawan tembak,” tegasnya.

Pembunuhan tersebut dilakukan Sabtu (21/10) antara pukul 16.00 hingga 17.00. Didik melakukan aksinya seorang diri. Untuk melancarkan aksinya, dia meminta Alisa datang ke rumahnya di Desa Manding Timur, Kecamatan Manding. Setelah korban datang, tersangka mengajak Alisa jalan-jalan.

Baca Juga :  Timsus Antibegal Polres Bangkalan Terobosan Jitu

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku meminta Alisa duduk di depan. Setelah itu, tersangka langsung mengeluarkan celurit yang disimpan di balik baju dan langsung menyabetkannya ke perut bagian kanan Alisa. Remaja itu akhirnya terjatuh dari sepeda motor.

Pelaku kembali menghampiri korban dan menyabetkan celuritnya hingga korban tergeletak bersimbah darah. Melihat korban yang tak bergerak, pelaku kemudian membawa lari sepeda motor milik korban. Untuk menghilangkan jejak, tersangka kemudian menjual sepeda motor tersebut.

Beruntung, polisi berhasil menemukan barang bukti (BB), yaitu sepeda motor Honda Beat dengan nopol M 4989 VV. Selain itu, petugas berhasil mengamankan satu unit handphone merek Strawberry dan flashdisk milik pelaku.

Pelaku melanggar pasal 80 ayat 3, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dia juga dikenakan pasal 340 subsider pasal 338 subsider pasal 254 ayat 2, subsider pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Berakibat Kematian.

SUMENEP – Misteri kematian Alisa Hariyati, 15, terungkap. Remaja putri yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Sabtu (21/10) itu dibunuh oleh mantan kekasihnya, Didik Sugiyanto, 20. Pelaku tewas ditembak polisi saat berusaha melawan dan berusaha merebut senjata petugas.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora mengatakan, korban diketahui pernah menjalin hubungan dengan tersangka. Pelaku cemburu karena korban memiliki kekasih baru. ”Jadi si tersangka ini malu dan cemburu kepada si korban karena sudah punya kekasih baru. Sehingga tersangka merencanakan membunuh korban,” tegasnya Sabtu (28/10).

Didik adalah warga Desa Manding Timur, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. Selain korban, pelaku juga berencana membunuh kekasih baru korban. ”Sebenarnya yang akan dibunuh itu dua orang. Si korban dan kekasih barunya. Tetapi, belum sempat membunuh kekasih korban, tersangka sudah ditangkap duluan,” jelas Pinora.


Perwira dengan dua melati emas di pundaknya itu menjelaskan, sebelum tertangkap, pelaku sempat melarikan diri ke Tangerang. Pelaku ditangkap di sebuah kamar kos di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Penangkapan tersebut atas kerja sama Polres Sumenep dengan Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Bupati Pamekasan Pesan Pertahankan Pemberitaan Berimbang

Selain Didik, petugas kepolisian masih mengejar tersangka lain berinisial MA. Menurut petugas, MA adalah orang yang menyarankan kepada Didik untuk membunuh korban. Selain itu, MA juga berperan sebagai orang yang menyimpan celurit yang digunakan Didik untuk menghabisi nyawa korban.

Pinora menjelaskan, pelaku melawan saat diminta menunjukkan lokasi persembunyian MA yang masih buron. Petugas langsung memberikan hadiah timah panas. ”Saya memang memerintahkan kepada anak buah saya agar menembak tersangka yang melawan. Kalau lari kejar, kalau melawan tembak,” tegasnya.

Pembunuhan tersebut dilakukan Sabtu (21/10) antara pukul 16.00 hingga 17.00. Didik melakukan aksinya seorang diri. Untuk melancarkan aksinya, dia meminta Alisa datang ke rumahnya di Desa Manding Timur, Kecamatan Manding. Setelah korban datang, tersangka mengajak Alisa jalan-jalan.

Baca Juga :  Antusias¬†Hebohkan Bazar Takjil Ramadan

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku meminta Alisa duduk di depan. Setelah itu, tersangka langsung mengeluarkan celurit yang disimpan di balik baju dan langsung menyabetkannya ke perut bagian kanan Alisa. Remaja itu akhirnya terjatuh dari sepeda motor.

Pelaku kembali menghampiri korban dan menyabetkan celuritnya hingga korban tergeletak bersimbah darah. Melihat korban yang tak bergerak, pelaku kemudian membawa lari sepeda motor milik korban. Untuk menghilangkan jejak, tersangka kemudian menjual sepeda motor tersebut.

Beruntung, polisi berhasil menemukan barang bukti (BB), yaitu sepeda motor Honda Beat dengan nopol M 4989 VV. Selain itu, petugas berhasil mengamankan satu unit handphone merek Strawberry dan flashdisk milik pelaku.

Pelaku melanggar pasal 80 ayat 3, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dia juga dikenakan pasal 340 subsider pasal 338 subsider pasal 254 ayat 2, subsider pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Berakibat Kematian.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/