alexametrics
21.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Nomor Register Turun, KPU Bangkalan Siap Bergerak

BANGKALAN – KPU Bangkalan sempat cemas lantaran nomor register yang diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak kunjung turun. Namun, lembaga yang berkantor di Jalan Pemuda Kaffa itu kini mulai mendapat angin segar. Nomor yang dinanti itu sudah diterima.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar menjelaskan, pihaknya sudah setengah bulan menunggu nomer register tersebut. Dalam waktu dekat anggaran pilkada Rp 32 miliar sudah bisa dimanfaatkan. Sebab, sejak awal Agustus lalu tahapan sudah dimulai.

”Kalau tidak salah, empat hari lalu kami menerima nomor register dari Kemenkeu RI. Sekarang kami bisa memproses penyerapan anggaran pilkada,” ujarnya Senin (28/8).

Meski nomer register sudah diterima, pihaknya belum bisa langsung menggunakan dana tersebut. KPU harus mengajukan surat permohonan izin membuka rekening baru ke Kantor Pelayanan Penbendaharaan Negara (KPPN) Pamekasan. Selasa (29/8) mungkin baru diajukan. ”Itu memang prosedurnya. Tapi, kami sudah siapkan bank yang akan bekerja sama dengan kami,” ucapnya.

Baca Juga :  KPU Bangkalan Tanam Pohon Demokrasi

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, tahapan sosialisasi mulai dilakukan. Oktober mendatang akan melakukan rekrutmen panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK). Karena itu, dana yang disiapkan dari APBD sangat dibutuhkan.

”Nanti dari kasda bisa dipindahbukukan ke rekening kami. Baru bisa dicairkan untuk keperluan pilkada,” terangnya.

Fauzan berharap tidak ada kendala signifikan dalam setiap tahapan pilkada 2018. Termasuk, soal verifikasi data pendukung dari bakal calon perseorang. ”November sudah dimulai. Tapi, pendaftaran tetap Januari 2018,” jelasnya.

Kepala BPKAD Bangkalan Syamsul Arifin mengatakan, anggaran pilkada menjadi kewenangan penuh KPU. Naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) sudah ditandatangani bupati. ”Anggaran kan sudah disiapkan. Jadi, tinggal diurus saja persyaratannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Konsultasikan Pemekaran Desa ke Kemendes PDTT

BANGKALAN – KPU Bangkalan sempat cemas lantaran nomor register yang diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak kunjung turun. Namun, lembaga yang berkantor di Jalan Pemuda Kaffa itu kini mulai mendapat angin segar. Nomor yang dinanti itu sudah diterima.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar menjelaskan, pihaknya sudah setengah bulan menunggu nomer register tersebut. Dalam waktu dekat anggaran pilkada Rp 32 miliar sudah bisa dimanfaatkan. Sebab, sejak awal Agustus lalu tahapan sudah dimulai.

”Kalau tidak salah, empat hari lalu kami menerima nomor register dari Kemenkeu RI. Sekarang kami bisa memproses penyerapan anggaran pilkada,” ujarnya Senin (28/8).


Meski nomer register sudah diterima, pihaknya belum bisa langsung menggunakan dana tersebut. KPU harus mengajukan surat permohonan izin membuka rekening baru ke Kantor Pelayanan Penbendaharaan Negara (KPPN) Pamekasan. Selasa (29/8) mungkin baru diajukan. ”Itu memang prosedurnya. Tapi, kami sudah siapkan bank yang akan bekerja sama dengan kami,” ucapnya.

Baca Juga :  Konsultasikan Pemekaran Desa ke Kemendes PDTT

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, tahapan sosialisasi mulai dilakukan. Oktober mendatang akan melakukan rekrutmen panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK). Karena itu, dana yang disiapkan dari APBD sangat dibutuhkan.

”Nanti dari kasda bisa dipindahbukukan ke rekening kami. Baru bisa dicairkan untuk keperluan pilkada,” terangnya.

Fauzan berharap tidak ada kendala signifikan dalam setiap tahapan pilkada 2018. Termasuk, soal verifikasi data pendukung dari bakal calon perseorang. ”November sudah dimulai. Tapi, pendaftaran tetap Januari 2018,” jelasnya.

Kepala BPKAD Bangkalan Syamsul Arifin mengatakan, anggaran pilkada menjadi kewenangan penuh KPU. Naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) sudah ditandatangani bupati. ”Anggaran kan sudah disiapkan. Jadi, tinggal diurus saja persyaratannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Lampu Rotator dan Sirene Melanggar UU Lalu Lintas
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/