alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Kuli Batu Edarkan Sabu, Menangis saat Diperiksa

BANGKALAN – Nyali aparat kepolisian kembali ditantang untuk menumpas para budak narkoba. Polisi memang sering menangkap pemakai maupun pengedar. Namun, penyuplai barang selalu lolos.

Terbaru, Polres Bangkalan berhasil menangkap Ze’i bin Romli, warga Desa Pandaba, Kecamatan Kamal. Gelagat pria 40 tahun itu tidak seperti pengedar narkoba jenis sabu-sabu pada umumnya. Dia justru menangis menjerit saat diperiksa penyidik Sabtu (28/7).

Dia tak henti-hentinya menangis saat ditanyakan alasan menjadi pengedar barang haram. Dia mengaku penghasilan dari kuli batu tidak cukup untuk menafkahi istri dan kedua anaknya. ”Saya menyesal, Pak. Kasihan anak dan istri saya di rumah,” ucap pria bertubuh besar sambil menangis.

Penangkapan Ze’i bermula saat Satnarkoba Bangkalan mendapat informasi bahwa di rumah tersangka itu sering dijadikan pesta narkoba. Berbekal informasi itu, polisi mendatangi lokasi untuk lakukan penyelidikan pada Kamis (26/7) sekitar pukul 15.30.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), polisi langsung melakukan penggerebekan. Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah ditemukan beberapa barang bukti (BB). Di antaranya, satu kantong plastik klip kecil diduga berisi 16,44 gram sabu-sabu, timbangan elektrik, dan seperangkat alat nyabu.

Baca Juga :  Perempuan, Jangan Takut untuk Berkarya

Kemudian, empat korek api gas, lima sendok sabu terbuat dari sedotan plastik, kompor sabu terbuat dari botol plastik alkohol, dan dompet. Semua BB dan tersangka langsung diamankan ke mapolres.

Kepada penyidik, Ze’i mengaku memperoleh barang haram dari SB (inisial), warga Desa Parseh, Kecamatan Socah. Polisi lantas melakukan penggerebekan di rumah SB. Namun, penyuplai barang tersebut lolos dari bidikan petugas. Korps Bhayangkara menetapkan SB dalam daftar pencarian orang (DPO).

Keesokan harinya (27/7) sekitar pukul 10.30 anggota Polsek Tanjungbumi berhasil menciduk Hanarum, 28, asal Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjungbumi. Penangkapan pengguna barang haram dilakukan di sebuah gardu di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjungbumi.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menerangkan, Ze’i diketahui sebagai pengguna sekaligus pengedar. Sementara Hanarum sebagai pengguna. ”Kedua pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Ze’i dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun maksimal 20 tahun. Sedangkan Hanarum dijerat pasal 112 ayat (2) undang-undang yang sama dengan ancaman 4 tahun penjara.

Baca Juga :  Dorong Pengembangan Data Scientist, BRI Gelar Financial Data Challenge 2022

Bidarudin mengungkapkan, polisi terus melakukan penyelidikan terhadap SB. Pihaknya telah berkali-kali melakukan penggerebekan. Namun, pelaku tidak berada di rumahnya. ”Doakan saja SB bisa kami tangkap. Anggota terus berada di lapangan,” katanya.

Sebelumnya, Polsek Sukolilo menangkap dua pemuda asal Surabaya karena ketahuan sedang membawa sabu-sabu pada Jumat sore (20/7). Setelah diusut, barang haram tersebut juga berasal dari Desa Parseh, Kecamatan Socah. Penyuplai barang itu juga belum berhasil diciduk petugas. Dua tersangka adalah Eko Febrianto, 38, dan Denny Korniawan, 37.

Mereka datang ke Pulau Garam hanya untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu. Eko dan Denny ditangkap saat Unit Reskrim Polsek Sukolilo berpatroli di kawasan Jalan Raya Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang.

Kepada petugas mereka mengakui narkoba tersebut baru dibeli dari pengedar di Desa Parseh, Kecamatan Socah. Rencananya barang haram itu hendak dikonsumsi di Kota Pahlawan. Sebelum pulang ke Surabaya, mereka juga nyabu di rumah si pengedar.

BANGKALAN – Nyali aparat kepolisian kembali ditantang untuk menumpas para budak narkoba. Polisi memang sering menangkap pemakai maupun pengedar. Namun, penyuplai barang selalu lolos.

Terbaru, Polres Bangkalan berhasil menangkap Ze’i bin Romli, warga Desa Pandaba, Kecamatan Kamal. Gelagat pria 40 tahun itu tidak seperti pengedar narkoba jenis sabu-sabu pada umumnya. Dia justru menangis menjerit saat diperiksa penyidik Sabtu (28/7).

Dia tak henti-hentinya menangis saat ditanyakan alasan menjadi pengedar barang haram. Dia mengaku penghasilan dari kuli batu tidak cukup untuk menafkahi istri dan kedua anaknya. ”Saya menyesal, Pak. Kasihan anak dan istri saya di rumah,” ucap pria bertubuh besar sambil menangis.


Penangkapan Ze’i bermula saat Satnarkoba Bangkalan mendapat informasi bahwa di rumah tersangka itu sering dijadikan pesta narkoba. Berbekal informasi itu, polisi mendatangi lokasi untuk lakukan penyelidikan pada Kamis (26/7) sekitar pukul 15.30.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), polisi langsung melakukan penggerebekan. Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah ditemukan beberapa barang bukti (BB). Di antaranya, satu kantong plastik klip kecil diduga berisi 16,44 gram sabu-sabu, timbangan elektrik, dan seperangkat alat nyabu.

Baca Juga :  Gakkumdu Siap Awasi Pelaksanaan Pilkada

Kemudian, empat korek api gas, lima sendok sabu terbuat dari sedotan plastik, kompor sabu terbuat dari botol plastik alkohol, dan dompet. Semua BB dan tersangka langsung diamankan ke mapolres.

Kepada penyidik, Ze’i mengaku memperoleh barang haram dari SB (inisial), warga Desa Parseh, Kecamatan Socah. Polisi lantas melakukan penggerebekan di rumah SB. Namun, penyuplai barang tersebut lolos dari bidikan petugas. Korps Bhayangkara menetapkan SB dalam daftar pencarian orang (DPO).

- Advertisement -

Keesokan harinya (27/7) sekitar pukul 10.30 anggota Polsek Tanjungbumi berhasil menciduk Hanarum, 28, asal Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjungbumi. Penangkapan pengguna barang haram dilakukan di sebuah gardu di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjungbumi.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menerangkan, Ze’i diketahui sebagai pengguna sekaligus pengedar. Sementara Hanarum sebagai pengguna. ”Kedua pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Ze’i dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun maksimal 20 tahun. Sedangkan Hanarum dijerat pasal 112 ayat (2) undang-undang yang sama dengan ancaman 4 tahun penjara.

Baca Juga :  Lomba Musik Patrol dan Daul Combo Bakal Lebih Meriah

Bidarudin mengungkapkan, polisi terus melakukan penyelidikan terhadap SB. Pihaknya telah berkali-kali melakukan penggerebekan. Namun, pelaku tidak berada di rumahnya. ”Doakan saja SB bisa kami tangkap. Anggota terus berada di lapangan,” katanya.

Sebelumnya, Polsek Sukolilo menangkap dua pemuda asal Surabaya karena ketahuan sedang membawa sabu-sabu pada Jumat sore (20/7). Setelah diusut, barang haram tersebut juga berasal dari Desa Parseh, Kecamatan Socah. Penyuplai barang itu juga belum berhasil diciduk petugas. Dua tersangka adalah Eko Febrianto, 38, dan Denny Korniawan, 37.

Mereka datang ke Pulau Garam hanya untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu. Eko dan Denny ditangkap saat Unit Reskrim Polsek Sukolilo berpatroli di kawasan Jalan Raya Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang.

Kepada petugas mereka mengakui narkoba tersebut baru dibeli dari pengedar di Desa Parseh, Kecamatan Socah. Rencananya barang haram itu hendak dikonsumsi di Kota Pahlawan. Sebelum pulang ke Surabaya, mereka juga nyabu di rumah si pengedar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/