alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Menko Airlangga: Semangat Kewirausahaan Harus Dipupuk Sejak Dini

JAKARTA – Pemerintah terus melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang salah satu klasternya penguatan pemulihan ekonomi. Dalam klaster tersebut terdapat program dukungan bagi UMKM.

Sebab, UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional di setiap periode krisis serta menjadi buffer dan bersifat resilien.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong UMKM dan mendorong masyarakat, utamanya generasi muda, untuk berwirausaha guna meningkatkan jumlah UMKM.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, semangat kewirausahaan harus dipupuk sejak dini atau sejak mahasiswa. Hal itu, disampaikan dalam acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang digelar secara hybrid, Selasa (28/6).

Dengan adanya berbagai kebijakan yang berpihak kepada UMKM, para generasi muda dapat berpartisipasi menjadi wirausaha. Termasuk, berperan sebagai pencipta lapangan kerja.

“Program kewirausahaan yang diinisiasi oleh kampus, menjadi salah satu kunci keberhasilan penciptaan lapangan kerja. Diharapkan dapat memadukan ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk berinovasi membaca peluang. Sehingga menghasilkan entrepreneur yang berkualitas,” ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, acara yang diadakan di Perpustakaan Digital UNY tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, termasuk kalangan civitas akademika, mengenai program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alternatif pembiayaan untuk memulai usaha.

“Dengan berwirausaha, para mahasiswa ataupun anak muda bisa menjadi game changer yang berkontribusi kepada pembangunan ekonomi Indonesia. Ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah dan civitas akademika untuk menciptakan SDM unggul dan memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada. UMKM bangkit, ekonomi terungkit,” tegas Airlangga.

Baca Juga :  Dua Buron Kepemilikan Senpi Tak Terlacak

Terkait KUR, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir menjelaskan, pelaku UMKM pemula yang membutuhkan pembiayaan skala ultra-mikro dapat mengakses kredit Mekaar, Kredit Umi (Ultra Mikro) atau KUR Super Mikro.

Jika membutuhkan modal yang lebih besar juga dapat mengakses KUR dengan plafon maksimal Rp 500 juta. Untuk KUR tahun 2022, pemerintah telah menetapkan plafon sebesar Rp 373,17 triliun dan memberi kebijakan relaksasi dan tambahan subsidi. Para debitur hanya menanggung bunga sebesar 3 % sampai 31 Desember 2022.

“Pemerintah mendorong mahasiswa memanfaatkan KUR untuk pembiayaan usaha agar dapat memulai atau mengembangkan usahanya. Sehingga, menghasilkan produk dengan added value yang tinggi dan menjadi bagian dari global value chain,” kata Iskandar.

Sekadar informasi, kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus di UNY dikemas dalam bentuk Seminar Nasional bertajuk “Upaya Peningkatan Semangat Kewirausahaan Mahasiswa melalui KUR dan Kemudahan Akses Permodalan”.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Haryo Limanseto menyampaikan, kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus rencananya akan digelar di tujuh kota dan tujuh universitas di seluruh Indonesia.

“Acara ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Kemenko Perekonomian juga telah menyelenggarakan acara ngopi bareng UMKM dan komunitas kreatif di Yogyakarta. Terlihat sekali optimisme kaum muda untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi sangat tinggi,” jelas Haryo.

Baca Juga :  Airlangga: Idul Adha Mengajarkan Berkorban dan Berbagi

Kegiatan tersebut diapresiasi Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto. “Kegiatan ini sangat baik dan saya mengapresiasi. Kita memang harus memiliki kewirausahaan yang kuat di berbagai sektor. Sehingga, punya pengalaman yang komprehensif dan tidak hanya hebat di teori. Tetapi prakteknya juga hebat. Sinergi dengan kementerian ini harus terus kita tingkatkan,” kata Sumaryanto.

Di kampus UNY, Kemenko Bidang Perekonomian juga mengadakan talkshow. Narasumbernya Guru Besar Fakultas Ekonomi UNY sekaligus Ketua Pusat Studi Inovasi Inkubasi Bisnis dan HKI LPPM UNY Prof. Nahiyah Jaidi Faraz, Kepala Diskop dan UKM Provinsi DI Yogyakarta Srie Nurkyatsiwi, dan Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian Gede Edy Prasetya.

Talkshow tersebut membahas beberapa hal. Yakni terkait peran universitas dalam mendorong mahasiswa.menjadi wirausaha, peran pemerintah daerah dalam mendorong UMKM di Yogyakarta, dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat agar UMKM di Indonesia naik kelas.

Talkshow dimoderatori Analis Kebijakan Madya Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Satrio Aditomo. Dalam talkshow tersebut, para peserta secara luring dan daring aktif berdiskusi dan menanyakan berbagai hal yang terkait dengan akses permodalan bagi UMKM, khususnya mahasiswa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut civitas akademi UNY, dan perwakilan Lembaga Penyalur serta Lembaga Penjamin yang turut berkomitmen menjadi mitra Pemerintah dalam menyalurkan KUR kepada masyarakat. (ltg/fsr/*/par)

JAKARTA – Pemerintah terus melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang salah satu klasternya penguatan pemulihan ekonomi. Dalam klaster tersebut terdapat program dukungan bagi UMKM.

Sebab, UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional di setiap periode krisis serta menjadi buffer dan bersifat resilien.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong UMKM dan mendorong masyarakat, utamanya generasi muda, untuk berwirausaha guna meningkatkan jumlah UMKM.


Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, semangat kewirausahaan harus dipupuk sejak dini atau sejak mahasiswa. Hal itu, disampaikan dalam acara Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang digelar secara hybrid, Selasa (28/6).

Dengan adanya berbagai kebijakan yang berpihak kepada UMKM, para generasi muda dapat berpartisipasi menjadi wirausaha. Termasuk, berperan sebagai pencipta lapangan kerja.

“Program kewirausahaan yang diinisiasi oleh kampus, menjadi salah satu kunci keberhasilan penciptaan lapangan kerja. Diharapkan dapat memadukan ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk berinovasi membaca peluang. Sehingga menghasilkan entrepreneur yang berkualitas,” ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, acara yang diadakan di Perpustakaan Digital UNY tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, termasuk kalangan civitas akademika, mengenai program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alternatif pembiayaan untuk memulai usaha.

“Dengan berwirausaha, para mahasiswa ataupun anak muda bisa menjadi game changer yang berkontribusi kepada pembangunan ekonomi Indonesia. Ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah dan civitas akademika untuk menciptakan SDM unggul dan memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada. UMKM bangkit, ekonomi terungkit,” tegas Airlangga.

Baca Juga :  Tari Kolosal Bakal Meriahkan HUT Ke-20 JPRM

Terkait KUR, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir menjelaskan, pelaku UMKM pemula yang membutuhkan pembiayaan skala ultra-mikro dapat mengakses kredit Mekaar, Kredit Umi (Ultra Mikro) atau KUR Super Mikro.

Jika membutuhkan modal yang lebih besar juga dapat mengakses KUR dengan plafon maksimal Rp 500 juta. Untuk KUR tahun 2022, pemerintah telah menetapkan plafon sebesar Rp 373,17 triliun dan memberi kebijakan relaksasi dan tambahan subsidi. Para debitur hanya menanggung bunga sebesar 3 % sampai 31 Desember 2022.

“Pemerintah mendorong mahasiswa memanfaatkan KUR untuk pembiayaan usaha agar dapat memulai atau mengembangkan usahanya. Sehingga, menghasilkan produk dengan added value yang tinggi dan menjadi bagian dari global value chain,” kata Iskandar.

Sekadar informasi, kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus di UNY dikemas dalam bentuk Seminar Nasional bertajuk “Upaya Peningkatan Semangat Kewirausahaan Mahasiswa melalui KUR dan Kemudahan Akses Permodalan”.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Haryo Limanseto menyampaikan, kegiatan Kemenko Perekonomian Goes to Campus rencananya akan digelar di tujuh kota dan tujuh universitas di seluruh Indonesia.

“Acara ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Kemenko Perekonomian juga telah menyelenggarakan acara ngopi bareng UMKM dan komunitas kreatif di Yogyakarta. Terlihat sekali optimisme kaum muda untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi sangat tinggi,” jelas Haryo.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Q2 Tahun 2022 Tumbuh Impresif di Tengah Krisis Global

Kegiatan tersebut diapresiasi Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto. “Kegiatan ini sangat baik dan saya mengapresiasi. Kita memang harus memiliki kewirausahaan yang kuat di berbagai sektor. Sehingga, punya pengalaman yang komprehensif dan tidak hanya hebat di teori. Tetapi prakteknya juga hebat. Sinergi dengan kementerian ini harus terus kita tingkatkan,” kata Sumaryanto.

Di kampus UNY, Kemenko Bidang Perekonomian juga mengadakan talkshow. Narasumbernya Guru Besar Fakultas Ekonomi UNY sekaligus Ketua Pusat Studi Inovasi Inkubasi Bisnis dan HKI LPPM UNY Prof. Nahiyah Jaidi Faraz, Kepala Diskop dan UKM Provinsi DI Yogyakarta Srie Nurkyatsiwi, dan Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian Gede Edy Prasetya.

Talkshow tersebut membahas beberapa hal. Yakni terkait peran universitas dalam mendorong mahasiswa.menjadi wirausaha, peran pemerintah daerah dalam mendorong UMKM di Yogyakarta, dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat agar UMKM di Indonesia naik kelas.

Talkshow dimoderatori Analis Kebijakan Madya Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Satrio Aditomo. Dalam talkshow tersebut, para peserta secara luring dan daring aktif berdiskusi dan menanyakan berbagai hal yang terkait dengan akses permodalan bagi UMKM, khususnya mahasiswa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut civitas akademi UNY, dan perwakilan Lembaga Penyalur serta Lembaga Penjamin yang turut berkomitmen menjadi mitra Pemerintah dalam menyalurkan KUR kepada masyarakat. (ltg/fsr/*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/