alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Partisipasi Masyarakat di Pilkada Rendah

PAMEKASAN – Pilkada 2018 di Pamekasan berjalan mulus. Tidak ada gesekan antar pendukung yang menyebabkan konflik internal. Tetapi, pesta demokrasi lima tahunan itu belum masuk kategori sukses. Sebab, tingkat partisipasi masyarakat rendah.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat belum maksimal. Bahkan lebih rendah dari yang ditargetkan penyelenggara pemilu.

KPU Pamekasan menargetkan tingkat partisipasi mencapai 75 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT). Angka tersebut sebenarnya sangat realistis. Sebab, pada Pilpres 2014, tingkat partisipasi mencapai 73 persen.

Namun, berdasarkan data yang masuk, tingkat kehadiran masyarakat ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada tahun ini hanya kisaran 69 persen. Dengan data masuk sekitar 75 persen dari total DPT.

Baca Juga :  Ratusan Caleg Rebut Delapan Kursi

Masih ada tiga kecamatan yang belum masuk. Yakni, Pademawu, Proppo, dan Batumarmar. Tiga basis suara itu diharapkan tingkat partisipasi tinggi sehingga total kehadiran bisa mendekati yang ditargetkan. ”Mungkin sulit mencapai target,” katanya Kamis (28/6).

Dia mengaku, upaya mendorong masyarakat datang ke TPS menggunakan hak suaranya dilakukan secara maksimal. KPU Pamekasan menggelar sosialisasi sejak jauh hari sebelum pencoblosan digelar.

Sosialisasi tidak hanya pada masyarakat umum. Tetapi juga dilakukan kepada pemilih pemula, kaum disabilitas, hingga komunitas. Namun, pada pencoblosan tiga hari lalu banyak warga yang tidak memanfaatkan hak suaranya.

Mantan aktivis PMII itu menyatakan, rendahnya partisipasi pemilih bakal menjadi bahan evaluasi. Harapannya, pada Pemilu 2019 masyarakat lebih antusias memilih.

Baca Juga :  Visi Misi Berbaur Menjawab Kebutuhan Rakyat

 

PAMEKASAN – Pilkada 2018 di Pamekasan berjalan mulus. Tidak ada gesekan antar pendukung yang menyebabkan konflik internal. Tetapi, pesta demokrasi lima tahunan itu belum masuk kategori sukses. Sebab, tingkat partisipasi masyarakat rendah.

Komisioner KPU Pamekasan Divisi Perencanaan dan Data Muhammad Subhan mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat belum maksimal. Bahkan lebih rendah dari yang ditargetkan penyelenggara pemilu.

KPU Pamekasan menargetkan tingkat partisipasi mencapai 75 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT). Angka tersebut sebenarnya sangat realistis. Sebab, pada Pilpres 2014, tingkat partisipasi mencapai 73 persen.


Namun, berdasarkan data yang masuk, tingkat kehadiran masyarakat ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada tahun ini hanya kisaran 69 persen. Dengan data masuk sekitar 75 persen dari total DPT.

Baca Juga :  Target Menang Pilkada dan Raih Sembilan Kursi DPRD

Masih ada tiga kecamatan yang belum masuk. Yakni, Pademawu, Proppo, dan Batumarmar. Tiga basis suara itu diharapkan tingkat partisipasi tinggi sehingga total kehadiran bisa mendekati yang ditargetkan. ”Mungkin sulit mencapai target,” katanya Kamis (28/6).

Dia mengaku, upaya mendorong masyarakat datang ke TPS menggunakan hak suaranya dilakukan secara maksimal. KPU Pamekasan menggelar sosialisasi sejak jauh hari sebelum pencoblosan digelar.

Sosialisasi tidak hanya pada masyarakat umum. Tetapi juga dilakukan kepada pemilih pemula, kaum disabilitas, hingga komunitas. Namun, pada pencoblosan tiga hari lalu banyak warga yang tidak memanfaatkan hak suaranya.

Mantan aktivis PMII itu menyatakan, rendahnya partisipasi pemilih bakal menjadi bahan evaluasi. Harapannya, pada Pemilu 2019 masyarakat lebih antusias memilih.

Baca Juga :  Apes! Warga Bangkalan Sahur dan Buka Puasa di Sel Tahanan Gegara Ini

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

PLN-Kodim Resmikan Jaringan Lisdes Tambuko

Mahasiswa Tolak Full Day School

Tim Formatur Bakal Sowan Ulama-Tokoh

Artikel Terbaru

/