alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Pencuri Kotak Suara Divonis Berbeda

SAMPANG – Perkara pencurian kotak suara di TPS 13 Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, sudah memasuki babak akhir. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang telah membacakan putusan kemarin (28/5). Tiap terdakwa divonis berbeda.

Yusuf alias Subaidi dijatuhi hukuman 8 bulan penjara. Sementara Romadhon alias Sulud divonis 6 bulan.  Keduanya juga diharuskan membayar denda masing-masing Rp 50 juta. Jika tidak sanggup, diganti kurungan penjara satu bulan.

Putusan hakim kepada dua terdakwa lebih ringan daripada tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menjerat mereka dengan pasal 517 Undang-Undang (UU) Nomor 07/2017 tentang Pemilihan Umum.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Nageri (Kejari) Sampang Anton Zulkarnaen menyatakan, terdakwa satu dituntut 1 tahun dan divonis oleh hakim 8 bulan. Sedangkan terdakwa dua dituntut selama 10 bulan dan divonis 6 bulan.

Baca Juga :  Kerja Keras Distribusi Logistik Pemilu 2019

Menurut dia, terdakwa satu merupakan residivis. Namun, terdakwa kedua berdasarkan catatan kepolisian baru pertama tersandung hukum  dan masuk penjara.

”Terdakwa sudah menerima putusan hakim. Namun, kami akan lapor dulu kepada pimpinan. Apakah mau dinaikkan ke tingkat banding atau cukup sampai di sini,” katanya.

Jaksa memiliki waktu untuk pikir-pikir atas putusan majelis hakim selama tiga hari. Selanjutnya, pihaknya harus memberikan pernyataan sikap atas putusan tersebut. ”Kami pikir-pikir dulu, waktunya tiga hari kok,” ujarnya.

Sementara itu, penasihat hukum dua terdakwa Agus Suyono menegaskan bahwa terdakwa sudah menerima putusan majelis hakim. Dengan begitu, pihaknya tidak akan menempuh upaya banding.

”Terdakwa sudah menerima vonis itu. Jadi, kami tidak akan melakukan banding,” tegasnya.

Baca Juga :  Siapkan 740 Kotak Suara Pilgub Jatim untuk Kepulauan

 

SAMPANG – Perkara pencurian kotak suara di TPS 13 Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, sudah memasuki babak akhir. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang telah membacakan putusan kemarin (28/5). Tiap terdakwa divonis berbeda.

Yusuf alias Subaidi dijatuhi hukuman 8 bulan penjara. Sementara Romadhon alias Sulud divonis 6 bulan.  Keduanya juga diharuskan membayar denda masing-masing Rp 50 juta. Jika tidak sanggup, diganti kurungan penjara satu bulan.

Putusan hakim kepada dua terdakwa lebih ringan daripada tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menjerat mereka dengan pasal 517 Undang-Undang (UU) Nomor 07/2017 tentang Pemilihan Umum.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Nageri (Kejari) Sampang Anton Zulkarnaen menyatakan, terdakwa satu dituntut 1 tahun dan divonis oleh hakim 8 bulan. Sedangkan terdakwa dua dituntut selama 10 bulan dan divonis 6 bulan.

Baca Juga :  Siapkan 740 Kotak Suara Pilgub Jatim untuk Kepulauan

Menurut dia, terdakwa satu merupakan residivis. Namun, terdakwa kedua berdasarkan catatan kepolisian baru pertama tersandung hukum  dan masuk penjara.

”Terdakwa sudah menerima putusan hakim. Namun, kami akan lapor dulu kepada pimpinan. Apakah mau dinaikkan ke tingkat banding atau cukup sampai di sini,” katanya.

Jaksa memiliki waktu untuk pikir-pikir atas putusan majelis hakim selama tiga hari. Selanjutnya, pihaknya harus memberikan pernyataan sikap atas putusan tersebut. ”Kami pikir-pikir dulu, waktunya tiga hari kok,” ujarnya.

Sementara itu, penasihat hukum dua terdakwa Agus Suyono menegaskan bahwa terdakwa sudah menerima putusan majelis hakim. Dengan begitu, pihaknya tidak akan menempuh upaya banding.

”Terdakwa sudah menerima vonis itu. Jadi, kami tidak akan melakukan banding,” tegasnya.

Baca Juga :  Lebbi Parcaja Na’poto katembang Keyae

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/