alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

KPU Mau Cek Dulu, Bawaslu Tunggu Tembusan Resmi

BANGKALAN – Pemilu 2019 telah usai. Namun, banyak yang mempersoalkan hasil pesta demokrasi tersebut. Bukan hanya PPP, peserta pemilu lainnya juga tidak puas. Mereka ramai-ramai mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Di Bangkalan banyak yang mengajukan gugatan ke MK. Bahkan sampai ada sembilan laporan. Gugatan ke MK didominasi peserta pileg tingkat kabupaten.

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengutarakan, untuk pemilihan presiden dan pileg provinsi, masing-masing ada satu laporan yang diajukan ke MK.

Untuk pemilihan presiden, diduga ada masalah DPT di TPS 5 Desa Genting, Kecamatan Konang. Di TPS itu terdapat ratusan pemilih yang memiliki tanggal lahir sama.

”Versi pemohon begitu. Sementara ini, kami dapat informasi di web MK. Detailnya, kami menunggu tembusan resmi dari MK, biasanya dikirim ke KPU dan Bawaslu,” ujar Mustain.

Baca Juga :  Pilkada Sampang,¬†PKS Dukung¬†Pasangan Jihad

Adapun pada pileg provinsi, caleg PKB Nur Faizin resmi mengajukan gugatan ke MK. Terutama di Kecamatan Arosbaya, Burneh, dan Modung. Versi dia, ada pergeseran suara di tiga kecamatan tersebut.

Yang paling banyak mengajukan gugatan ke MK, sebut Mustain, pileg kabupaten. Di antaranya, di dapil 1 caleg PKB Afif Machfud Hadi resmi melayangkan gugatan ke MK. Dia mengklaim ada pergeseran suara di Kecamatan Socah dan Bangkalan. Karena itu, dia kalah dari M. Jamhuri, caleg PKB terpilih.

”Di dapil 3 PDIP pemohon bernama Takdir Mukjizat juga mengaku ada pergeseran suara ke parpol lain di 5 TPS Desa Galis,” ucapnya. Sedangkan di dapil 4 dari parpol Berkarya. Tetapi, gugatannya di internal Berkarya.

Di dapil 5 ada gugatan caleg dari PAN Abdurrahman. Dia menggugat ke MK karena mengaku suaranya berkurang. Terutama di Kecamatan Kwanyar. ”Misalnya, memperoleh 6 ribu suara, ternyata hanya dapat 3 ribu,” papar Mustain.

Baca Juga :  Disdik Janji Usut Dugaan Pungli BOP PAUD

Peserta pemilu yang juga menggugat ke MK yakni caleg Hanura dr. Achmad Fauzan Rachman. Merasa dia yang terpilih, tetapi justru rivalnya, Subaidi, yang dapat suara terbanyak di Hanura. ”Itu yang diajukan ke MK berkenaan dengan perolehan suara,” jelasnya.

Di dapil 6 gugatan datang dari caleg Demokrat Husni. Caleg incumbent itu melakukan gugatan ke MK karena menganggap suara parpol Demokrat berkurang. Sementara ada parpol lain yang perolehan suaranya bertambah.

”Itu yang digugat. Tapi, sekali lagi berdasarkan web MK. Kami tetap mulai bersiap-siap untuk bukti-bukti yang diperlukan nanti,” tegas Mustain.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengaku masih mau mengecek siapa saja yang mengajukan gugatan ke MK. ”Saya cek dulu,” ucapnya singkat. 

BANGKALAN – Pemilu 2019 telah usai. Namun, banyak yang mempersoalkan hasil pesta demokrasi tersebut. Bukan hanya PPP, peserta pemilu lainnya juga tidak puas. Mereka ramai-ramai mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Di Bangkalan banyak yang mengajukan gugatan ke MK. Bahkan sampai ada sembilan laporan. Gugatan ke MK didominasi peserta pileg tingkat kabupaten.

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengutarakan, untuk pemilihan presiden dan pileg provinsi, masing-masing ada satu laporan yang diajukan ke MK.


Untuk pemilihan presiden, diduga ada masalah DPT di TPS 5 Desa Genting, Kecamatan Konang. Di TPS itu terdapat ratusan pemilih yang memiliki tanggal lahir sama.

”Versi pemohon begitu. Sementara ini, kami dapat informasi di web MK. Detailnya, kami menunggu tembusan resmi dari MK, biasanya dikirim ke KPU dan Bawaslu,” ujar Mustain.

Baca Juga :  Moch. Tarsun Sederhana dan Penyabar

Adapun pada pileg provinsi, caleg PKB Nur Faizin resmi mengajukan gugatan ke MK. Terutama di Kecamatan Arosbaya, Burneh, dan Modung. Versi dia, ada pergeseran suara di tiga kecamatan tersebut.

Yang paling banyak mengajukan gugatan ke MK, sebut Mustain, pileg kabupaten. Di antaranya, di dapil 1 caleg PKB Afif Machfud Hadi resmi melayangkan gugatan ke MK. Dia mengklaim ada pergeseran suara di Kecamatan Socah dan Bangkalan. Karena itu, dia kalah dari M. Jamhuri, caleg PKB terpilih.

”Di dapil 3 PDIP pemohon bernama Takdir Mukjizat juga mengaku ada pergeseran suara ke parpol lain di 5 TPS Desa Galis,” ucapnya. Sedangkan di dapil 4 dari parpol Berkarya. Tetapi, gugatannya di internal Berkarya.

Di dapil 5 ada gugatan caleg dari PAN Abdurrahman. Dia menggugat ke MK karena mengaku suaranya berkurang. Terutama di Kecamatan Kwanyar. ”Misalnya, memperoleh 6 ribu suara, ternyata hanya dapat 3 ribu,” papar Mustain.

Baca Juga :  KPU Kekurangan 78 Ribu Surat Suara

Peserta pemilu yang juga menggugat ke MK yakni caleg Hanura dr. Achmad Fauzan Rachman. Merasa dia yang terpilih, tetapi justru rivalnya, Subaidi, yang dapat suara terbanyak di Hanura. ”Itu yang diajukan ke MK berkenaan dengan perolehan suara,” jelasnya.

Di dapil 6 gugatan datang dari caleg Demokrat Husni. Caleg incumbent itu melakukan gugatan ke MK karena menganggap suara parpol Demokrat berkurang. Sementara ada parpol lain yang perolehan suaranya bertambah.

”Itu yang digugat. Tapi, sekali lagi berdasarkan web MK. Kami tetap mulai bersiap-siap untuk bukti-bukti yang diperlukan nanti,” tegas Mustain.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengaku masih mau mengecek siapa saja yang mengajukan gugatan ke MK. ”Saya cek dulu,” ucapnya singkat. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/