alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Asyik Nyabu, PNS Ditangkap

BANGKALAN – Ali Muntohir tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu instansi di Surabaya. Pria berusia 55 tahun asal Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, menjadi tahanan Polres Bangkalan. Dia ditangkap atas dugaan penyalahgunaan narkoba.

Selasa (22/5) sekitar pukul 21.30, Ali Muntohir bersama rekannya, Christian Priyanto Panca, 39, warga Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, berangkat menuju Madura. Mereka bertujuan membeli dan mengonsumsi sabu-sabu (SS) di rumah pengedar Mat Tamen, 33, asal Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang.

Setibanya di lokasi, Mat Tamen langsung melayani pesanan kedua orang tersebut. Ali Muntohir bersama Christian Priyanto Panca langsung menuju bilik di belakang rumah Mat Tamen untuk mengonsumsi SS.

Baca Juga :  Amankan Tujuh Motor tanpa STNK

Pada waktu bersamaan, polisi langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menciduk kedua pengguna. Selanjutnya polisi langsung melakukan penangkapan kepada Mat Tamen selaku pengedar. Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan di antaranya, SS seberat 30,7 gram, seperangkat alat nyabu, dan dua timbangan elektrik.

BB beserta para pelaku dikeler menuju Polres Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada petugas mereka mengakui perbuatannya. Kemudian, keduanya dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan tes urine. Hasilnya, urine mereka mengandung narkoba.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengatakan, Ali Muntohir dan Christian Priyanto Panca berperan sebagai pemakai atau pengguna. Sementara Mat Tamen berperan sebagai pengedar.

Diterangkan, Mat Tamen memperoleh barang haram tersebut dari Pon yang masih bertetangga dengannya. Pihaknya telah melakukan penggerebakan ke rumah Pon. Namun yang bersangkutan tidak berada di kediamannya.

Baca Juga :  10 Bulan, Polisi Tangkap 246 Orang dan Sita 2 Kilogram Lebih Sabu-Sabu

Pon ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). ”Kami terus melakukan pengejaran kepada Pon itu,” terangnya.

Bidarudin menambahkan, Ali Muntohir dan Christian Priyanto Panca dijerat pasal  112 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman empat tahun. Sementara Mat Tamen dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

BANGKALAN – Ali Muntohir tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu instansi di Surabaya. Pria berusia 55 tahun asal Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, menjadi tahanan Polres Bangkalan. Dia ditangkap atas dugaan penyalahgunaan narkoba.

Selasa (22/5) sekitar pukul 21.30, Ali Muntohir bersama rekannya, Christian Priyanto Panca, 39, warga Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, berangkat menuju Madura. Mereka bertujuan membeli dan mengonsumsi sabu-sabu (SS) di rumah pengedar Mat Tamen, 33, asal Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang.

Setibanya di lokasi, Mat Tamen langsung melayani pesanan kedua orang tersebut. Ali Muntohir bersama Christian Priyanto Panca langsung menuju bilik di belakang rumah Mat Tamen untuk mengonsumsi SS.

Baca Juga :  Bapak-Anak Kompak Jual Narkoba

Pada waktu bersamaan, polisi langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menciduk kedua pengguna. Selanjutnya polisi langsung melakukan penangkapan kepada Mat Tamen selaku pengedar. Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan di antaranya, SS seberat 30,7 gram, seperangkat alat nyabu, dan dua timbangan elektrik.

BB beserta para pelaku dikeler menuju Polres Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada petugas mereka mengakui perbuatannya. Kemudian, keduanya dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan tes urine. Hasilnya, urine mereka mengandung narkoba.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengatakan, Ali Muntohir dan Christian Priyanto Panca berperan sebagai pemakai atau pengguna. Sementara Mat Tamen berperan sebagai pengedar.

Diterangkan, Mat Tamen memperoleh barang haram tersebut dari Pon yang masih bertetangga dengannya. Pihaknya telah melakukan penggerebakan ke rumah Pon. Namun yang bersangkutan tidak berada di kediamannya.

Baca Juga :  JPRM Goes to School Siap Digelar

Pon ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). ”Kami terus melakukan pengejaran kepada Pon itu,” terangnya.

Bidarudin menambahkan, Ali Muntohir dan Christian Priyanto Panca dijerat pasal  112 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman empat tahun. Sementara Mat Tamen dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/