alexametrics
29.3 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

DPRD Pertanyakan Pengembangan Promosi Wisata

SAMPANG – Minimnya wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke spot-spot pariwisata di Kota Bahari mendapat sorotan wakil rakyat. DPRD mempertanyakan penggunaan anggaran untuk pengembangan pemasaran pariwisata.

Kritik tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima kemarin (27/12). Menurut dia, pariwisata pada era bupati Nur Tjahja maju pesat. Terutama, pengenalan budaya seperti karapan sapi dan batik Sampang. Bahkan, sampai mendatangkan desainer terkenal.

”Pemasarannya pun sampai ke luar negeri. Jadi, disporabudpar harus menindaklanjuti pengembangan pemasaran wisata di Sampang,” desak Fauzan.

Dia meminta disporabudpar menggelar banyak event. Sebab, ada banyak potensi wisata, baik wisata alam, budaya, maupun religi yang bisa dikembangkan. Menurut Fauzan, pariwisata di Sampang layak go nasional bahkan internasional. ”Selain itu, ada ikon-ikon penting di Sampang yang cukup dikenal luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Habaib dan Ulama Restui Paslon Sumenep Barokah

Fauzan mendesak disporabudpar lebih menggiatkan lagi pengembangan pemasaran pariwisata. Dengan demikian, bisa menarik minat wisatawan mancanegara berwisata di Sampang.

”Karena dengan banyaknya wisman yang datang ke Sampang, secara tidak langsung pariwisata di Sampang akan dikenal luas. Terutama di luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pariwisata Disporabudpar Sampang Endah Nursiskawati mengkalaim, selama ini lembaganya aktif melakukan promosi dan kerja sama dengan para pelaku wisata. Misalnya, biro perjalanan wisata.

”Dalam hal promosi wisata, kami juga aktif bekerja sama dengan beberapa TV nasional dan internasional,” klaimnya.

Menurut Endah, kebanyakan wisman yang berkunjung ke Sampang mempunyai minat khusus ke wisata budaya dan jejak sejarah di Sampang. Dia mengakui promosi kepada wisman sangat minim. Lembaganya kesulitan dengan konsistensi kalender event yang telah disusun. ”Itu disebabkan susahnya kami menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat,” akunya.

Baca Juga :  Bakal Hadirkan Saksi Ahli dari Surabaya

Mengenai langkah ke depan untuk pengembangan pemasaran pariwisata, Endah mengaku masih akan membahasnya pada 3 Januari 2018. ”Yang jelas, konsep wisata di Sampang adalah menuju wisata halal dan islami, berwawasan lingkungan, serta berbasis masyarakat,” terangnya.

”Jadi, semaksimal mungkin nanti penggerak dan pelaku wisata harus berbasis masyarakat,” pungkasnya.

SAMPANG – Minimnya wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke spot-spot pariwisata di Kota Bahari mendapat sorotan wakil rakyat. DPRD mempertanyakan penggunaan anggaran untuk pengembangan pemasaran pariwisata.

Kritik tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Sampang Fauzan Adima kemarin (27/12). Menurut dia, pariwisata pada era bupati Nur Tjahja maju pesat. Terutama, pengenalan budaya seperti karapan sapi dan batik Sampang. Bahkan, sampai mendatangkan desainer terkenal.

”Pemasarannya pun sampai ke luar negeri. Jadi, disporabudpar harus menindaklanjuti pengembangan pemasaran wisata di Sampang,” desak Fauzan.


Dia meminta disporabudpar menggelar banyak event. Sebab, ada banyak potensi wisata, baik wisata alam, budaya, maupun religi yang bisa dikembangkan. Menurut Fauzan, pariwisata di Sampang layak go nasional bahkan internasional. ”Selain itu, ada ikon-ikon penting di Sampang yang cukup dikenal luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Dinas DPRD Sampang Raib

Fauzan mendesak disporabudpar lebih menggiatkan lagi pengembangan pemasaran pariwisata. Dengan demikian, bisa menarik minat wisatawan mancanegara berwisata di Sampang.

”Karena dengan banyaknya wisman yang datang ke Sampang, secara tidak langsung pariwisata di Sampang akan dikenal luas. Terutama di luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pariwisata Disporabudpar Sampang Endah Nursiskawati mengkalaim, selama ini lembaganya aktif melakukan promosi dan kerja sama dengan para pelaku wisata. Misalnya, biro perjalanan wisata.

”Dalam hal promosi wisata, kami juga aktif bekerja sama dengan beberapa TV nasional dan internasional,” klaimnya.

Menurut Endah, kebanyakan wisman yang berkunjung ke Sampang mempunyai minat khusus ke wisata budaya dan jejak sejarah di Sampang. Dia mengakui promosi kepada wisman sangat minim. Lembaganya kesulitan dengan konsistensi kalender event yang telah disusun. ”Itu disebabkan susahnya kami menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat,” akunya.

Baca Juga :  Bakal Hadirkan Saksi Ahli dari Surabaya

Mengenai langkah ke depan untuk pengembangan pemasaran pariwisata, Endah mengaku masih akan membahasnya pada 3 Januari 2018. ”Yang jelas, konsep wisata di Sampang adalah menuju wisata halal dan islami, berwawasan lingkungan, serta berbasis masyarakat,” terangnya.

”Jadi, semaksimal mungkin nanti penggerak dan pelaku wisata harus berbasis masyarakat,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/