alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Siswa SD Isap Rokok Elektrik saat Jam Sekolah

SUMENEP – Orang tua harus memastikan pergaulan anak di jalan yang benar. Pengawasan itu perlu diperketat agar si buah hati tidak terjerembap ke tindakan buruk. Sebab, kini di Kecamatan Kalianget, Sumenep, ditemukan sejumlah anak-anak yang mulai mengonsumsi rokok elektrik.

Parahnya, siswa SD tersebut mengisap rokok saat jam sakolah. Selain itu, rokok tersebut merupakan hasil modifikasi pelajar SMP. Mereka masing-masing berinisial MN, IQ, MF, dan MW.

Keempat siswa tersebut diketahui pihak sekolah menggunakan alat rokok elektrik modifikasi. Aksi mereka ditemukan aparat Polsek Kalianget pukul 11.00–12.00 Senin (25/9). Hari itu polisi melakukan penggeledahan di sejumlah sekolah di Kecamatan Kalianget. Mereka menemukan dan menyita sepuluh rokok elektrik modifikasi. Para pengguna rokok ini juga siswa SMP.

Puluhan siswa sudah menjalani pembinaan. Sejumlah wali murid juga didatangkan ke sekolah agar tahu kelakuan anak-anak mereka. Mereka diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Baca Juga :  Mengarsip Perilaku Bayi

Polisi juga mendatangi lokasi penjual cairan rokok elektrik. Dari upaya tersebut terungkap bahwa harga cairan Rp 100 ribu–Rp 200 ribu. Para pelajar itu menggunakan rokok yang dibeli dari pembuatnya. Harganya tergolong murah karena terbuat dari fitting lampu bohlam.

Cara operasi rokok modifikasi itu seperti alat rokok elektrik pada umumnya. Pemakai menyedot dengan mulut. Asap rokok elektrik dihirup setelah fitting tembaga dibakar dengan korek api. Di atasnya dipasang kapas yang ditetesi cairan rokok.

Asap yang keluar persis dengan alat rokok elektrik mahal. Alat tersebut dibuat oleh pelajar salah satu siswa SMP di Kalianget berinisial R. Bahkan R juga mengajari siswa SD untuk membuat alat tersebut. Mereka pun berusaha menikmati rokok elektrik yang dibuat sendiri.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Suwardi mengatakan, siswa SD membeli fitting lampu Rp 3.500. Kemudian membeli kapas dan cairan rokok elektrik. Setelah itu, mereka menikmati rokok elektrik. ”Mereka akan diberi pembinaan secara kontinu. Kebiasaan ini tidak bisa dibiarkan,” katanya Rabu (27/9).

Baca Juga :  KPU Bangkalan Gencar Sosialisasikan Cara Mencoblos

Mantan Kapolsek Kalianget itu menambahkan, perilaku merokok itu oleh siswa SD dianggap mainan. Padahal, jika dibiarkan akan menyebabkan ketergantungan atau kecanduan. Sebab cairan rokok elektrik yang digunakan mengandung bahan yang tidak baik dikonsumsi anak di bawah umur.

Suwardi mengatakan, kebiasaan buruk tersebut dikhawatirkan menjadi bibit tidak baik. Kecanduan rokok akan menyebabkan anak bertindak mencoba bahan-bahan lain. Bahkan, bisa mengonsumsi narkoba. ”Mereka membeli cairan rokok elektrik di sejumlah toko layaknya pecandu rokok lainnya,” katanya.

Diungkapkan, polisi sudah berkoordinasi dengan guru di sekolah tempat siswa belajar. Dengan begitu, dilakukan pembinaan lebih serius. Peredaran rokok elektrik bagi anak-anak ini diharapkan bisa dihentikan. ”Peran orang tua sangat penting. Selain kepolisian dan sekolah akan bertindak tegas untuk menertibkan peredaran rokok elektrik,” ucapnya.

SUMENEP – Orang tua harus memastikan pergaulan anak di jalan yang benar. Pengawasan itu perlu diperketat agar si buah hati tidak terjerembap ke tindakan buruk. Sebab, kini di Kecamatan Kalianget, Sumenep, ditemukan sejumlah anak-anak yang mulai mengonsumsi rokok elektrik.

Parahnya, siswa SD tersebut mengisap rokok saat jam sakolah. Selain itu, rokok tersebut merupakan hasil modifikasi pelajar SMP. Mereka masing-masing berinisial MN, IQ, MF, dan MW.

Keempat siswa tersebut diketahui pihak sekolah menggunakan alat rokok elektrik modifikasi. Aksi mereka ditemukan aparat Polsek Kalianget pukul 11.00–12.00 Senin (25/9). Hari itu polisi melakukan penggeledahan di sejumlah sekolah di Kecamatan Kalianget. Mereka menemukan dan menyita sepuluh rokok elektrik modifikasi. Para pengguna rokok ini juga siswa SMP.


Puluhan siswa sudah menjalani pembinaan. Sejumlah wali murid juga didatangkan ke sekolah agar tahu kelakuan anak-anak mereka. Mereka diminta menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Baca Juga :  ID Food mulai Distribusikan Migor Curah dan Gula ke Pasar Tradisional di Kupang

Polisi juga mendatangi lokasi penjual cairan rokok elektrik. Dari upaya tersebut terungkap bahwa harga cairan Rp 100 ribu–Rp 200 ribu. Para pelajar itu menggunakan rokok yang dibeli dari pembuatnya. Harganya tergolong murah karena terbuat dari fitting lampu bohlam.

Cara operasi rokok modifikasi itu seperti alat rokok elektrik pada umumnya. Pemakai menyedot dengan mulut. Asap rokok elektrik dihirup setelah fitting tembaga dibakar dengan korek api. Di atasnya dipasang kapas yang ditetesi cairan rokok.

Asap yang keluar persis dengan alat rokok elektrik mahal. Alat tersebut dibuat oleh pelajar salah satu siswa SMP di Kalianget berinisial R. Bahkan R juga mengajari siswa SD untuk membuat alat tersebut. Mereka pun berusaha menikmati rokok elektrik yang dibuat sendiri.

- Advertisement -

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Suwardi mengatakan, siswa SD membeli fitting lampu Rp 3.500. Kemudian membeli kapas dan cairan rokok elektrik. Setelah itu, mereka menikmati rokok elektrik. ”Mereka akan diberi pembinaan secara kontinu. Kebiasaan ini tidak bisa dibiarkan,” katanya Rabu (27/9).

Baca Juga :  Kepala Dispertahotbun Pemimpin yang Berprestasi

Mantan Kapolsek Kalianget itu menambahkan, perilaku merokok itu oleh siswa SD dianggap mainan. Padahal, jika dibiarkan akan menyebabkan ketergantungan atau kecanduan. Sebab cairan rokok elektrik yang digunakan mengandung bahan yang tidak baik dikonsumsi anak di bawah umur.

Suwardi mengatakan, kebiasaan buruk tersebut dikhawatirkan menjadi bibit tidak baik. Kecanduan rokok akan menyebabkan anak bertindak mencoba bahan-bahan lain. Bahkan, bisa mengonsumsi narkoba. ”Mereka membeli cairan rokok elektrik di sejumlah toko layaknya pecandu rokok lainnya,” katanya.

Diungkapkan, polisi sudah berkoordinasi dengan guru di sekolah tempat siswa belajar. Dengan begitu, dilakukan pembinaan lebih serius. Peredaran rokok elektrik bagi anak-anak ini diharapkan bisa dihentikan. ”Peran orang tua sangat penting. Selain kepolisian dan sekolah akan bertindak tegas untuk menertibkan peredaran rokok elektrik,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/