alexametrics
24 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Sepak Bola Lokomotif Perubahan Lintas Sektor

PAMEKASAN – ”Kalau sendirian, maka saya habis. Jadi, kami harus menggandeng semua lini,” ungkap Achsanul Qosasi (AQ). Satu hal yang menjadi fokus perhatian anggota BPK RI ini adalah kreativitas pemuda Madura.

Menurut dia, pemuda generasi milenial lebih kreatif dibanding zamannya masih muda dulu. Bahkan, kata AQ, saat ini mayoritas kreativitas mereka tanpa ketergantungan dengan pemerintah. Karena itu, presiden Madura United tersebut mencoba menuangkannya dalam sepak bola.

Sepak bola identik dengan suporter. Madura United memiliki basis suporter cukup besar. Terdiri atas empat basis suporter di empat kabupaten. Ini merupakan agenda besar untuk memperkenalkan Madura ke penjuru nusantara.

”Pascareformasi, suporter ingin menunjukkan eksistensinya. Saya katakan kepada suporter, ’Kalian saatnya berkreasi sendiri di tribun. Tapi saya minta, ada satu waktu untuk bernyanyi bersama-sama satu stadion’,” tutur AQ.

Baca Juga :  Pemilih Pemula Tangkal Konten Negatif

Diakui, Madura identik dengan ketertinggalan dan kebodohan. Karena itu, AQ mengajak orang luar Madura melihat Madura dari perspektif yang lain. Bahwa, cara pandang mereka terhadap Madura salah total. ”Madura tidak seperti yang mereka pikirkan,” imbuh AQ.

Sepak bola mungkin menjadi alat yang pas untuk mempromosikan dan menyampaikan pesan keunikan dan kehebatan Madura. Sepak bola itu hanya alat. Alat pemersatu. Alat mengangkat harkat dan martabat rakyat Madura.

Harapan pria asli Sumenep itu, sepak bola mendorong semua kegiatan. Mulai sektor ekonomi, sosial, budaya, bahkan bisa bermanfaat secara politik. ”Walaupun hal ini sangat berisiko karena rakyat Madura sudah mulai paham politik,” tambahnya.

AQ mengibaratkan sepak bola sebagai lokomotif perubahan. Saat ini Madura sudah sejajar dengan daerah lain. ”Kita tidak lagi mengagungkan daerah lain. Kita sudah bisa mendiskusikan daerah sendiri, tempat kita lahir dan dibesarkan. Bahkan, anak-anak dan adik-adik kita sudah bangga mengaku Madura,” jelas AQ penuh semangat.

Baca Juga :  Pendaftar Pasangan Calon Independen Berguguran

Generasi yang bangga dengan daerahnya inilah yang diinginkan AQ. Visi ini sudah tercapai. Tapi, misi ini tidak bisa hanya sebagian orang Madura. ”Harus menyebar menjadi kami. Kami adalah Madura. Semua itu akan terwujud melalui persatuan. Madura bersatu. Madura United. Salam persahabatan,” tandasnya.

PAMEKASAN – ”Kalau sendirian, maka saya habis. Jadi, kami harus menggandeng semua lini,” ungkap Achsanul Qosasi (AQ). Satu hal yang menjadi fokus perhatian anggota BPK RI ini adalah kreativitas pemuda Madura.

Menurut dia, pemuda generasi milenial lebih kreatif dibanding zamannya masih muda dulu. Bahkan, kata AQ, saat ini mayoritas kreativitas mereka tanpa ketergantungan dengan pemerintah. Karena itu, presiden Madura United tersebut mencoba menuangkannya dalam sepak bola.

Sepak bola identik dengan suporter. Madura United memiliki basis suporter cukup besar. Terdiri atas empat basis suporter di empat kabupaten. Ini merupakan agenda besar untuk memperkenalkan Madura ke penjuru nusantara.


”Pascareformasi, suporter ingin menunjukkan eksistensinya. Saya katakan kepada suporter, ’Kalian saatnya berkreasi sendiri di tribun. Tapi saya minta, ada satu waktu untuk bernyanyi bersama-sama satu stadion’,” tutur AQ.

Baca Juga :  Jika Mujur, Penonton Launching Taman Tajamara Berpeluang Raih Hadiah

Diakui, Madura identik dengan ketertinggalan dan kebodohan. Karena itu, AQ mengajak orang luar Madura melihat Madura dari perspektif yang lain. Bahwa, cara pandang mereka terhadap Madura salah total. ”Madura tidak seperti yang mereka pikirkan,” imbuh AQ.

Sepak bola mungkin menjadi alat yang pas untuk mempromosikan dan menyampaikan pesan keunikan dan kehebatan Madura. Sepak bola itu hanya alat. Alat pemersatu. Alat mengangkat harkat dan martabat rakyat Madura.

Harapan pria asli Sumenep itu, sepak bola mendorong semua kegiatan. Mulai sektor ekonomi, sosial, budaya, bahkan bisa bermanfaat secara politik. ”Walaupun hal ini sangat berisiko karena rakyat Madura sudah mulai paham politik,” tambahnya.

AQ mengibaratkan sepak bola sebagai lokomotif perubahan. Saat ini Madura sudah sejajar dengan daerah lain. ”Kita tidak lagi mengagungkan daerah lain. Kita sudah bisa mendiskusikan daerah sendiri, tempat kita lahir dan dibesarkan. Bahkan, anak-anak dan adik-adik kita sudah bangga mengaku Madura,” jelas AQ penuh semangat.

Baca Juga :  Pemilih Pemula Tangkal Konten Negatif

Generasi yang bangga dengan daerahnya inilah yang diinginkan AQ. Visi ini sudah tercapai. Tapi, misi ini tidak bisa hanya sebagian orang Madura. ”Harus menyebar menjadi kami. Kami adalah Madura. Semua itu akan terwujud melalui persatuan. Madura bersatu. Madura United. Salam persahabatan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/