alexametrics
21.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Persatukan Masyarakat Madura lewat Sepak Bola

PAMEKASAN – Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi (AQ) menerima penghargaan sebagai tokoh berjasa Madura Awards 2017. Penghargaan itu diberikan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) pada Jumat (22/12/2017).

Penghargaan itu diserahkan panitia kepada AQ yang diwakili Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq Abdurrahim di Gedung Islamic Center Pamekasan. ”Selamat kepada Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi atas penerimaan penghargaan Madura Awards 2017 kategori tokoh berjasa untuk Madura,” tulis akun Instagram @maduraunited.fc.

Selama ini sosok AQ selalu berupaya mengharumkan tanah leluhur kepada masyarakat luas. Dia juga berkomitmen menghilangkan stigma negatif Madura yang kerap diidentikkan dengan kekerasan. Tak jarang bahkan dijadikan sebagai bahan lelucon.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui dunia olahraga. Sepak bola. Pria kelahiran Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, itu memperkenalkan Madura melalui klub sepak bola yang dikelolanya.

Baca Juga :  Tersangka Pemukul Guru Budi Diperlakukan Berbeda

Madura United sudah identik dengan AQ. Jika menyebut nama AQ, sudah pasti terlintas klub asal Pulau Garam tersebut. ”Saya mencoba mengubah paradigma orang tentang Madura,” kata pria 51 tahun itu kepada JPRM.

Menurut dia, mengubah satu sudut pandang masyarakat banyak itu sangat sulit. Namun, AQ berupaya keras untuk tetap fokus pada pendirian. Memperkenalkan Madura melalui olahraga. ”Sudut pandang itu ingin saya belokkan. Tentu dengan cara yang kemudian dicontohkan,” kata anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI itu.

AQ sudah dikenal sebagai tokoh yang membangun Madura melalui sepak bola. Terhitung sejak mengelola Persepam Madura United pada 2013. Mantan anggota DPR RI itu menyulap klub lokal Pamekasan tersebut menjadi salah satu kekuatan sepak bola baru di tanah air.

Baca Juga :  Songsong Pemilu 2019, Golkar Target┬áTujuh┬áKursi

Di bawah naungan PT Pojur Madura United, Persepam hanya butuh setahun untuk mampu promosi ke Indonesia Super League (ISL). Berikutnya giliran Persipasi Bandung Raya (PBR) yang diakuisisi menjadi Madura United FC di bawah naungan PT PBMB yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air saat ini.

Menurut pria pengidola klub Liverpool itu, sepak bola bukan tujuan akhir. Namun, itu hanyalah sebuah alat untuk mempersatukan masyarakat. ”Tujuan akhirnya itu lebih dari sepak bola,” ungkap mantan bendahara Timnas Indonesia tersebut.

 

 

PAMEKASAN – Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi (AQ) menerima penghargaan sebagai tokoh berjasa Madura Awards 2017. Penghargaan itu diberikan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) pada Jumat (22/12/2017).

Penghargaan itu diserahkan panitia kepada AQ yang diwakili Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq Abdurrahim di Gedung Islamic Center Pamekasan. ”Selamat kepada Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi atas penerimaan penghargaan Madura Awards 2017 kategori tokoh berjasa untuk Madura,” tulis akun Instagram @maduraunited.fc.

Selama ini sosok AQ selalu berupaya mengharumkan tanah leluhur kepada masyarakat luas. Dia juga berkomitmen menghilangkan stigma negatif Madura yang kerap diidentikkan dengan kekerasan. Tak jarang bahkan dijadikan sebagai bahan lelucon.


Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui dunia olahraga. Sepak bola. Pria kelahiran Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, itu memperkenalkan Madura melalui klub sepak bola yang dikelolanya.

Baca Juga :  Sepak Bola Lokomotif Perubahan Lintas Sektor

Madura United sudah identik dengan AQ. Jika menyebut nama AQ, sudah pasti terlintas klub asal Pulau Garam tersebut. ”Saya mencoba mengubah paradigma orang tentang Madura,” kata pria 51 tahun itu kepada JPRM.

Menurut dia, mengubah satu sudut pandang masyarakat banyak itu sangat sulit. Namun, AQ berupaya keras untuk tetap fokus pada pendirian. Memperkenalkan Madura melalui olahraga. ”Sudut pandang itu ingin saya belokkan. Tentu dengan cara yang kemudian dicontohkan,” kata anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI itu.

AQ sudah dikenal sebagai tokoh yang membangun Madura melalui sepak bola. Terhitung sejak mengelola Persepam Madura United pada 2013. Mantan anggota DPR RI itu menyulap klub lokal Pamekasan tersebut menjadi salah satu kekuatan sepak bola baru di tanah air.

Baca Juga :  BEM Se-Bangkalan Soroti Masalah Narkoba

Di bawah naungan PT Pojur Madura United, Persepam hanya butuh setahun untuk mampu promosi ke Indonesia Super League (ISL). Berikutnya giliran Persipasi Bandung Raya (PBR) yang diakuisisi menjadi Madura United FC di bawah naungan PT PBMB yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air saat ini.

Menurut pria pengidola klub Liverpool itu, sepak bola bukan tujuan akhir. Namun, itu hanyalah sebuah alat untuk mempersatukan masyarakat. ”Tujuan akhirnya itu lebih dari sepak bola,” ungkap mantan bendahara Timnas Indonesia tersebut.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/