alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Ngaku Orang Tua Mati, Penumpang Rampas Mobil

SAMPANG – Niat tulus Mamat Sajuri berbuah pahit. Pria 62 tahun, asal Jalan Pagesangan, Gg 3/A, Nomor 8, RT 3, RW 4, Jambangan, Surabaya, itu jadi korban perampokan. Orang yang diduga pelaku justru penumpang yang diantarkannya.

Kamis (24/5) sekitar pukul 13.30 Mamat menerima sewa/carter mobil Rp 350 ribu ke RSUD Syamrabu Bangkalan dari Terminal Purabaya, Sidoarjo. Sampai di rumah sakit pelat merah itu, penumpangnya minta diantar ke Kecamatan Ketapang, Sampang. Orang itu mengaku keluarganya yang sakit sudah meninggal.

Setiba di Ketapang, sopir diminta tancap gas mengikuti jalan lurus menuju ke arah Kecamatan Sokobanah. Sampai di pertigaan Pasar Batulenger, Desa Bira Tengah, Sokobanah, diminta belok kanan. Penumpangnya kemudian menghubungi seseorang. ”Sebentar lagi sampai. Ada mobil dari arah utara pasti terlihat,” kata Mamat menirukan perkataan penumpanganya ketika menelepon.

Baca Juga :  Wariskan Kasus Video Mesum Kasatreskrim Kembali ke Polres Sampang

Setelah itu, orang itu meminta Mamat berhenti dengan alasan mau menemui temannya untuk membayar sewa mobil. Kemudian, datang seorang temannya dan masuk ke mobil. Lalu, sopir diminta jalan. Saat itu Mamat sudah menaruh curiga.

Mamat sempat berhenti di depan toko di Desa Bira Tengah yang saat itu banyak kerumunan warga. Tak lama setelah melajukan mobilnya, ada satu unit sepeda motor yang dikendarai dua orang menyalip. Lalu, mereka menghadang mobil yang dikendarai Mamat.

Dua orang itu langsung memaksa Mamat keluar sambil menodongkan senjata tajam. Pria paro baya itu pun keluar. Dua orang tersebut melarikan diri bersama penumpang yang diangkut dari Sidoarjo itu.

Daihatsu Xenia merah L1971ML raib. Mamat ditelantarkan di pinggir jalan. Tak lama setelah kejadian, ada warga yang menolong. Kemudian, Mamat dibawa ke rumah kepala desa Bira Tengah. Lalu, kepala desa melanjutkan ke Polsek Sokobanah. ”Tidak menyangka akan dirampok. Padahal, saya mengantar dengan setulus hati,” kata Mamat, Minggu (27/5).

Baca Juga :  Tujuh Warga Pamekasan Keroyok Penunggak Utang

Kastreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto menyatakan, modus perampokan mobil lansiran 2016 itu adalah orang tua meninggal. Anggota Polsek Sokobanah langsung bergerak cepat. Lima jam setelah kejadian, mobil ditemukan di pinggir jalan Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah. Kondisi mobil tidak ada orangnya. ”Mobil kami amankan di Mapolsek Sokobanah. Pelakunya melarikan diri. Kontak kami temukan sekitar 200 meter dari mobil,” terangnya.

Kasus tersebut dalam penyelidikan Polres Sampang. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan sejumlah saksi. ”Kami sedang kejar pelakunya. Kemungkinan ada empat orang yang terlibat dalam perampokan itu,” tandasnya.

SAMPANG – Niat tulus Mamat Sajuri berbuah pahit. Pria 62 tahun, asal Jalan Pagesangan, Gg 3/A, Nomor 8, RT 3, RW 4, Jambangan, Surabaya, itu jadi korban perampokan. Orang yang diduga pelaku justru penumpang yang diantarkannya.

Kamis (24/5) sekitar pukul 13.30 Mamat menerima sewa/carter mobil Rp 350 ribu ke RSUD Syamrabu Bangkalan dari Terminal Purabaya, Sidoarjo. Sampai di rumah sakit pelat merah itu, penumpangnya minta diantar ke Kecamatan Ketapang, Sampang. Orang itu mengaku keluarganya yang sakit sudah meninggal.

Setiba di Ketapang, sopir diminta tancap gas mengikuti jalan lurus menuju ke arah Kecamatan Sokobanah. Sampai di pertigaan Pasar Batulenger, Desa Bira Tengah, Sokobanah, diminta belok kanan. Penumpangnya kemudian menghubungi seseorang. ”Sebentar lagi sampai. Ada mobil dari arah utara pasti terlihat,” kata Mamat menirukan perkataan penumpanganya ketika menelepon.

Baca Juga :  Rudapaksa Pelajar, Enam Remaja Tanggung di Sampang Ditangkap Polisi

Setelah itu, orang itu meminta Mamat berhenti dengan alasan mau menemui temannya untuk membayar sewa mobil. Kemudian, datang seorang temannya dan masuk ke mobil. Lalu, sopir diminta jalan. Saat itu Mamat sudah menaruh curiga.

Mamat sempat berhenti di depan toko di Desa Bira Tengah yang saat itu banyak kerumunan warga. Tak lama setelah melajukan mobilnya, ada satu unit sepeda motor yang dikendarai dua orang menyalip. Lalu, mereka menghadang mobil yang dikendarai Mamat.

Dua orang itu langsung memaksa Mamat keluar sambil menodongkan senjata tajam. Pria paro baya itu pun keluar. Dua orang tersebut melarikan diri bersama penumpang yang diangkut dari Sidoarjo itu.

Daihatsu Xenia merah L1971ML raib. Mamat ditelantarkan di pinggir jalan. Tak lama setelah kejadian, ada warga yang menolong. Kemudian, Mamat dibawa ke rumah kepala desa Bira Tengah. Lalu, kepala desa melanjutkan ke Polsek Sokobanah. ”Tidak menyangka akan dirampok. Padahal, saya mengantar dengan setulus hati,” kata Mamat, Minggu (27/5).

Baca Juga :  Mutasi Tunggu Masa Jabatan Bupati Enam Bulan

Kastreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto menyatakan, modus perampokan mobil lansiran 2016 itu adalah orang tua meninggal. Anggota Polsek Sokobanah langsung bergerak cepat. Lima jam setelah kejadian, mobil ditemukan di pinggir jalan Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah. Kondisi mobil tidak ada orangnya. ”Mobil kami amankan di Mapolsek Sokobanah. Pelakunya melarikan diri. Kontak kami temukan sekitar 200 meter dari mobil,” terangnya.

Kasus tersebut dalam penyelidikan Polres Sampang. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan sejumlah saksi. ”Kami sedang kejar pelakunya. Kemungkinan ada empat orang yang terlibat dalam perampokan itu,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/