alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Kakak Adik Terlibat Narkoba, Ditangkap Usai Konsumsi SS

BANGKALAN – Kelakuan Kamariyah, 49, dan Mohamad Heri, 40, tidak patut dicontoh. Kakak beradik asal Kelurahan Demangan, Kota Bangkalan, ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Jumat (25/5) sekitar pukul 22.40 polisi mendapatkan informasi di rumah Kamariyah dijadikan tempat pesta narkoba. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk memastikan laporan tersebut.

Ternyata informasi itu benar adanya. Petugas melihat Kamariyah dan Mohamad Heri mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu (SS). Saat Heri keluar rumah, polisi langsung melakukan penangkapan. Kemudian menangkap Kamariyah.

Polisi lantas melakukan penggeledahan di kamar Kamariyah. Dari kamar itu petugas mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya, SS seberat 5,7 gram, uang tunai sebesar Rp 500.000.

Baca Juga :  Ringkus Dua Bandar Judi

Kemudian, seperangkat alat nyabu dan satu timbangan digital. Belakangan diketahui bahwa Kamariyah berperan sebagai pengecer. Sementara adik kandungnya, Mohamad Heri, merupakan pengguna.

Kepada penyidik, Kamariyah mengaku membeli barang haram tersebut kepada Rohim asal Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, sebesar Rp 900.000. Kemudian, dipecah menjadi beberapa bagian untuk dijual kembali.

”Saat disanggong sebelum penangkapan, Kamariyah bersama Mohamad Heri sedang asyik mengonsumsi sabu-sabu,” terang Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin.

Dia mengungkapkan akan terus mengembangkan kasus tersebut. Salah satunya untuk memburu Rohim selaku pemasok narkoba kepada Kamariyah. Pihaknya telah melakukan penggerebekan. Namun, Rohim tidak ada di kediamannya.

Saat ini Rohim ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). ”Anggota terus berada di lapangan. Doakan saja bisa tertangkap,” ucap perwira pertama dengan tiga balok emas di pundaknya tersebut.

Baca Juga :  Dua Kurir Pil Ekstasi Dibekuk Saat Transaksi di Pamekasan

Heri dijerat pasal 112 ayat (1) jo 132 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) UU RI 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 4 tahun penjara. Sementara Kamariyah dijerat pasal 114 ayat (1) subsider 112 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

 

BANGKALAN – Kelakuan Kamariyah, 49, dan Mohamad Heri, 40, tidak patut dicontoh. Kakak beradik asal Kelurahan Demangan, Kota Bangkalan, ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, Jumat (25/5) sekitar pukul 22.40 polisi mendapatkan informasi di rumah Kamariyah dijadikan tempat pesta narkoba. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk memastikan laporan tersebut.

Ternyata informasi itu benar adanya. Petugas melihat Kamariyah dan Mohamad Heri mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu (SS). Saat Heri keluar rumah, polisi langsung melakukan penangkapan. Kemudian menangkap Kamariyah.


Polisi lantas melakukan penggeledahan di kamar Kamariyah. Dari kamar itu petugas mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya, SS seberat 5,7 gram, uang tunai sebesar Rp 500.000.

Baca Juga :  Ringkus Dua Bandar Judi

Kemudian, seperangkat alat nyabu dan satu timbangan digital. Belakangan diketahui bahwa Kamariyah berperan sebagai pengecer. Sementara adik kandungnya, Mohamad Heri, merupakan pengguna.

Kepada penyidik, Kamariyah mengaku membeli barang haram tersebut kepada Rohim asal Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, sebesar Rp 900.000. Kemudian, dipecah menjadi beberapa bagian untuk dijual kembali.

”Saat disanggong sebelum penangkapan, Kamariyah bersama Mohamad Heri sedang asyik mengonsumsi sabu-sabu,” terang Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin.

Dia mengungkapkan akan terus mengembangkan kasus tersebut. Salah satunya untuk memburu Rohim selaku pemasok narkoba kepada Kamariyah. Pihaknya telah melakukan penggerebekan. Namun, Rohim tidak ada di kediamannya.

Saat ini Rohim ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). ”Anggota terus berada di lapangan. Doakan saja bisa tertangkap,” ucap perwira pertama dengan tiga balok emas di pundaknya tersebut.

Baca Juga :  Diburu Polisi 2 Bulan, Penjambret Tas Guru SD Ternyata Pelajar

Heri dijerat pasal 112 ayat (1) jo 132 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) UU RI 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 4 tahun penjara. Sementara Kamariyah dijerat pasal 114 ayat (1) subsider 112 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/