alexametrics
22.7 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pengangkatan Bupati Definitif Pamekasan Buram

PAMEKASAN – Pemerintah pusat resmi memecat Achmad Syafii dari jabatan bupati Pamekasan. Pemecatan itu disampaikan secara tertulis kepada DPRD pekan lalu. Wakil rakyat langsung menggelar rapat paripurna pengusulan pengangkatan Khalil Asy’ari sebagai bupati definitif.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, hasil paripurna itu dikirim ke Kemendagri melalui gubenur. Tahapan tersebut sesuai UU 32/2014. ”Kalau pemberhentian sudah diterima dewan, wajib hukumnya mengusulkan pengganti,” katanya Selasa (27/3).

Usulan itu sudah disampaikan. Namun, belum ada progres. DPRD Pamekasan menunggu balasan Kemendagri. Setelah ada keputusan pengangkatan bupati definitif bisa dilanjutkan proses pelantikan. Pengangkatan Khalil Asy’ari sebagai bupati definitif merupakan suatu keharusan.

Karena itu, Suli berharap usulan itu ditindaklanjuti agar pelantikan bisa segera dilakukan. Jika balasan pemerintah pusat lamban, akan berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi anggaran. Mengingat, jabatan Khalil Asy’ari tinggal hitungan hari.

Baca Juga :  Puskesmas di Pamekasan Miskin Apoteker

Pasangan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari dilantik pada 21 April 2013. Pada 21 April bulan depan, jabatan bupati dan wakil bupati itu harus ditanggalkan. ”Eman anggarannya kalau pelantikan dilakukan menjelang masa jabatan berakhir,” katanya.

Menurut dia, meski hanya tersisa waktu satu hari, jika surat dari pemerintah turun, wajib digelar pelantikan. Mengenai dampak terhadap pemerintahan, Suli mengaku tidak terlalu banyak efek yang disebabkan kosongnya jabatan bupati. Sebab, Khalil Asy’ari diberi amanah untuk menjadi pelaksana tugas (Plt).

Tugas pemerintahan yang ditinggalkan Syafii bisa dilanjutkan Khalil Asy’ari. Hanya, ada beberapa kebijakan yang tidak bisa dilakukan. Salah satunya, pengangkatan atau pemberhentian pejabat eselon II. ”Kami berharap secepatnya surat dari Kemendagri turun, biar bisa digelar pelantikan,” katanya.

Baca Juga :  Achmad Syafii Undur Diri dari Politik Praktis

Dirjen Otonomi Daerah (Otoda) Kemendagri Sumarsono mengatakan, pemerintah pusat menunggu usulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). ”Tetap menunggu yang diusulkan pemprov,” katanya singkat.

Kursi jabatan bupati Pamekasan kosong sejak Rabu, 2 Agustus 2017. Syafii diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran terlibat suap dari Kades Dasok Agus Mulyadi terhadap mantan Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya.

 

PAMEKASAN – Pemerintah pusat resmi memecat Achmad Syafii dari jabatan bupati Pamekasan. Pemecatan itu disampaikan secara tertulis kepada DPRD pekan lalu. Wakil rakyat langsung menggelar rapat paripurna pengusulan pengangkatan Khalil Asy’ari sebagai bupati definitif.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, hasil paripurna itu dikirim ke Kemendagri melalui gubenur. Tahapan tersebut sesuai UU 32/2014. ”Kalau pemberhentian sudah diterima dewan, wajib hukumnya mengusulkan pengganti,” katanya Selasa (27/3).

Usulan itu sudah disampaikan. Namun, belum ada progres. DPRD Pamekasan menunggu balasan Kemendagri. Setelah ada keputusan pengangkatan bupati definitif bisa dilanjutkan proses pelantikan. Pengangkatan Khalil Asy’ari sebagai bupati definitif merupakan suatu keharusan.


Karena itu, Suli berharap usulan itu ditindaklanjuti agar pelantikan bisa segera dilakukan. Jika balasan pemerintah pusat lamban, akan berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi anggaran. Mengingat, jabatan Khalil Asy’ari tinggal hitungan hari.

Baca Juga :  Plt Bupati Pamekasan Ajak Pramuka Tolak Berita Palsu

Pasangan Achmad Syafii-Khalil Asy’ari dilantik pada 21 April 2013. Pada 21 April bulan depan, jabatan bupati dan wakil bupati itu harus ditanggalkan. ”Eman anggarannya kalau pelantikan dilakukan menjelang masa jabatan berakhir,” katanya.

Menurut dia, meski hanya tersisa waktu satu hari, jika surat dari pemerintah turun, wajib digelar pelantikan. Mengenai dampak terhadap pemerintahan, Suli mengaku tidak terlalu banyak efek yang disebabkan kosongnya jabatan bupati. Sebab, Khalil Asy’ari diberi amanah untuk menjadi pelaksana tugas (Plt).

Tugas pemerintahan yang ditinggalkan Syafii bisa dilanjutkan Khalil Asy’ari. Hanya, ada beberapa kebijakan yang tidak bisa dilakukan. Salah satunya, pengangkatan atau pemberhentian pejabat eselon II. ”Kami berharap secepatnya surat dari Kemendagri turun, biar bisa digelar pelantikan,” katanya.

Baca Juga :  Gaji PPK-PPS Tembus Rp 7,6 Miliar

Dirjen Otonomi Daerah (Otoda) Kemendagri Sumarsono mengatakan, pemerintah pusat menunggu usulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). ”Tetap menunggu yang diusulkan pemprov,” katanya singkat.

Kursi jabatan bupati Pamekasan kosong sejak Rabu, 2 Agustus 2017. Syafii diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran terlibat suap dari Kades Dasok Agus Mulyadi terhadap mantan Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/