alexametrics
25.6 C
Madura
Friday, July 1, 2022

KPU Ajak Tolak Money Politics

BANGKALAN – Harlah Ke-63 IPPNU dan pemilihan duta pelajar putri Nahdlatul Ulama digelar di Gedung Rato Ebuh, Senin (26/3). Momen tersebut juga diisi dengan sosialisasi tahapan Pilkada 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan.

Terlebih, yang hadir dalam kegiatan itu mayoritas pemilih pemula yang memiliki hak suara untuk mencoblos. Hampir 350 pelajar, baik dari SMA sederajat dan seluruh pengurus IPPNU se-Bangkalan datang dalam kegiatan tersebut.

KPU hadir di tengah-tengah mereka. KPU menjelaskan dan menginformasikan tiga nama paslon yang berkontestasi dalam pesta demokrasi tahun ini. Tidak hanya itu, KPU juga menjelaskan tata cara mencoblos yang benar dan sah.

”Ingat ya, ada tiga paslon yang sudah ditetapkan KPU dalam pilkada tahun ini. Paslon nomor urut 1 Farid Alfauzi-Sudarmawan, nomor urut 2 Imam Buchori-Mondir A. Rofii, dan nomor urut 3 Abdul Latif Amin Imron-Mohni,” kata Ketua Divisi Umum, Logistik, dan Keuangan KPU Bangkalan Syaiful Ismail di hadapan para pelajar.

Baca Juga :  Gangga hingga Rendy Pandugo Riuhkan BNI JJOTM

Syaiful menyampaikan, sosialisasi gencar dilakukan KPU. Tujuannya, agar masyarakat secara bersama-sama ikut mengawal Pilkada 2018 berjalan lancar dan aman.

”Ketika saya tanya kapan pencoblosan, ternyata banyak yang tahu, dan menjawab tanggal 27 Juni 2018, hari Rabu,” tuturnya.

Menurut Syaiful, yang hadir dalam harlah IPPNU mayoritas pemilih pemula. Dengan demikian, tahapan pilkada semakin banyak yang tahu. ”Termasuk, menyampaikan cara mencoblos yang benar dan mendorong pemilih pemula menggunakan hak pilihnya nanti,” terangnya.

Secara sadar pihaknya mengajak mereka tidak golput. Menolak politik uang dan hindari perilaku-perilaku yang tidak fair dalam proses pilkada. ”Mereka semua sepakat untuk menolak money politics dan golput,” ungkap dia.

Baca Juga :  Ra Latif Matangkan Strategi Bersama Tim

Syaiful juga memberikan contoh surat suara. Memberikan praktik langsung kepada mereka mencoblos yang sah dan benar. ”Coblos kena nomor, kena foto, kena nama, itu boleh. Yang tidak boleh, di luar kotak dari gambar paslon itu sendiri. Itu yang kami sampaikan,” ucapnya.

Ketua PC IPPNU Bangkalan Noratul Hidayah mengaku berterima kasih bisa bekerja sama dengan KPU dalam Harlah Ke-63 IPPNU Bangkalan. Apalagi, KPU juga menyosialisasikan tahapan pilkada kepada ratusan pelajar yang hadir. ”Kami siap tidak golput dan menggunakan hak pilih dengan benar,” katanya.

 

BANGKALAN – Harlah Ke-63 IPPNU dan pemilihan duta pelajar putri Nahdlatul Ulama digelar di Gedung Rato Ebuh, Senin (26/3). Momen tersebut juga diisi dengan sosialisasi tahapan Pilkada 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan.

Terlebih, yang hadir dalam kegiatan itu mayoritas pemilih pemula yang memiliki hak suara untuk mencoblos. Hampir 350 pelajar, baik dari SMA sederajat dan seluruh pengurus IPPNU se-Bangkalan datang dalam kegiatan tersebut.

KPU hadir di tengah-tengah mereka. KPU menjelaskan dan menginformasikan tiga nama paslon yang berkontestasi dalam pesta demokrasi tahun ini. Tidak hanya itu, KPU juga menjelaskan tata cara mencoblos yang benar dan sah.


”Ingat ya, ada tiga paslon yang sudah ditetapkan KPU dalam pilkada tahun ini. Paslon nomor urut 1 Farid Alfauzi-Sudarmawan, nomor urut 2 Imam Buchori-Mondir A. Rofii, dan nomor urut 3 Abdul Latif Amin Imron-Mohni,” kata Ketua Divisi Umum, Logistik, dan Keuangan KPU Bangkalan Syaiful Ismail di hadapan para pelajar.

Baca Juga :  Gangga hingga Rendy Pandugo Riuhkan BNI JJOTM

Syaiful menyampaikan, sosialisasi gencar dilakukan KPU. Tujuannya, agar masyarakat secara bersama-sama ikut mengawal Pilkada 2018 berjalan lancar dan aman.

”Ketika saya tanya kapan pencoblosan, ternyata banyak yang tahu, dan menjawab tanggal 27 Juni 2018, hari Rabu,” tuturnya.

Menurut Syaiful, yang hadir dalam harlah IPPNU mayoritas pemilih pemula. Dengan demikian, tahapan pilkada semakin banyak yang tahu. ”Termasuk, menyampaikan cara mencoblos yang benar dan mendorong pemilih pemula menggunakan hak pilihnya nanti,” terangnya.

Secara sadar pihaknya mengajak mereka tidak golput. Menolak politik uang dan hindari perilaku-perilaku yang tidak fair dalam proses pilkada. ”Mereka semua sepakat untuk menolak money politics dan golput,” ungkap dia.

Baca Juga :  Gara-Gara Barang dalam Sarung, Rudi Diciduk Polisi

Syaiful juga memberikan contoh surat suara. Memberikan praktik langsung kepada mereka mencoblos yang sah dan benar. ”Coblos kena nomor, kena foto, kena nama, itu boleh. Yang tidak boleh, di luar kotak dari gambar paslon itu sendiri. Itu yang kami sampaikan,” ucapnya.

Ketua PC IPPNU Bangkalan Noratul Hidayah mengaku berterima kasih bisa bekerja sama dengan KPU dalam Harlah Ke-63 IPPNU Bangkalan. Apalagi, KPU juga menyosialisasikan tahapan pilkada kepada ratusan pelajar yang hadir. ”Kami siap tidak golput dan menggunakan hak pilih dengan benar,” katanya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/