alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Tiga Paslon Siap Damai, PC NU Nyatakan Netral

SAMPANG – Genderang pertarungan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 sudah ditabuh. Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati dan timnya sedikit demi sedikit mengeluarkan jurus untuk menarik perhatian masyarakat. Namun, kompetisi itu harus berada di garis persatuan dan kesatuan.

Tiga pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sampang mendeklarasikan damai Selasa (27/2). Deklarasi itu diprakarsai PC NU Sampang. Tiga paslon menandatangani piagam kesepakatan mengikuti pilkada aman dan damai. Dalam momentum tersebut, PC NU menyatakan tegas netral.

Kegiatan itu dihadiri tiga paslon. Antara lain, pasangan nomor urut 1 Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad), pasangan nomor urut 2 Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap), dan paslon nomor urut 3 Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah).

Masing-masing pasangan mendapat pengalungan serban berlambang NU. Ketiganya juga disodori piagam penandatanganan kesepakatan damai. Di depan tokoh NU, tiga paslon berkomitmen melaksanakan Pilkada Sampang aman dan damai. Mereka juga menyampaikan ikrar pilkada aman dan damai secara terbuka.

Baca Juga :  Membangun Kebersamaan dalam Kebhinnekaan Bangsa

Ikrar tersebut dipimpin Rais Syuriah PC NU Sampang KH Syaifuddin. Disaksikan oleh Ketua Tanfidziyah PC NU Sampang KH Muhaimin Abd. Bari. Pasangan Jihad hadir ke acara terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian disusul paslon Mantap. Setelah itu, menyusul rombongan paslon Hisbullah.

Sebelum pembacaan ikrar dan penandatanganan piagam deklarasi, kegiatan dikemas dengan istighotsah bersama. Kegiatan keagamaan itu diikuti segenap pengurus MWC NU se-Sampang dan tokoh penting NU yang lain.

Dalam deklarasi tersebut, tiga paslon setuju dengan lima poin deklarasi yang tercantum dalam piagam. Antara lain secara institusi PC NU netral dalam pilkada 2018. PC NU melarang paslon menggunakan simbol NU dalam konstestasi politik. Mengimbau penyelenggara pemilu untuk bersikap netral dan profesional. Lalu, mengimbau paslon untuk melakukan politik santun serta menghindari politik uang dan kampanye hitam (black campaign).

Baca Juga :  HUT Ke-76 Semakin Meriah, BNI Promosikan UMKM Binaan

Poin kelima yang disepakati paslon, PC NU Sampang akan mendukung dan siap bekerja sama secara konstruktif kepada siapa pun yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Sampang. NU tidak berpihak kepada siapa pun.

”Di antara para calon hanya satu yang akan terpilih. Dan kami siap bekerja sama dengan calon yang terpilih,” terang KH Muhaimin Abd. Bari.

Pihaknya berharap semua paslon komitmen mengikuti pilkada secara aman dan damai. Semua calon harus siap kalah dan siap menang. Dengan begitu, tidak ada tindakan-tindakan yang mengganggu keamanan dan kedamaian Sampang.

 

SAMPANG – Genderang pertarungan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 sudah ditabuh. Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati dan timnya sedikit demi sedikit mengeluarkan jurus untuk menarik perhatian masyarakat. Namun, kompetisi itu harus berada di garis persatuan dan kesatuan.

Tiga pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sampang mendeklarasikan damai Selasa (27/2). Deklarasi itu diprakarsai PC NU Sampang. Tiga paslon menandatangani piagam kesepakatan mengikuti pilkada aman dan damai. Dalam momentum tersebut, PC NU menyatakan tegas netral.

Kegiatan itu dihadiri tiga paslon. Antara lain, pasangan nomor urut 1 Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad), pasangan nomor urut 2 Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap), dan paslon nomor urut 3 Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah).


Masing-masing pasangan mendapat pengalungan serban berlambang NU. Ketiganya juga disodori piagam penandatanganan kesepakatan damai. Di depan tokoh NU, tiga paslon berkomitmen melaksanakan Pilkada Sampang aman dan damai. Mereka juga menyampaikan ikrar pilkada aman dan damai secara terbuka.

Baca Juga :  Honor Pengawas Pilkada Sampang Capai Rp 17,7 Miliar

Ikrar tersebut dipimpin Rais Syuriah PC NU Sampang KH Syaifuddin. Disaksikan oleh Ketua Tanfidziyah PC NU Sampang KH Muhaimin Abd. Bari. Pasangan Jihad hadir ke acara terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian disusul paslon Mantap. Setelah itu, menyusul rombongan paslon Hisbullah.

Sebelum pembacaan ikrar dan penandatanganan piagam deklarasi, kegiatan dikemas dengan istighotsah bersama. Kegiatan keagamaan itu diikuti segenap pengurus MWC NU se-Sampang dan tokoh penting NU yang lain.

Dalam deklarasi tersebut, tiga paslon setuju dengan lima poin deklarasi yang tercantum dalam piagam. Antara lain secara institusi PC NU netral dalam pilkada 2018. PC NU melarang paslon menggunakan simbol NU dalam konstestasi politik. Mengimbau penyelenggara pemilu untuk bersikap netral dan profesional. Lalu, mengimbau paslon untuk melakukan politik santun serta menghindari politik uang dan kampanye hitam (black campaign).

Baca Juga :  Kantor Panwaslu Dihujani Batu

Poin kelima yang disepakati paslon, PC NU Sampang akan mendukung dan siap bekerja sama secara konstruktif kepada siapa pun yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Sampang. NU tidak berpihak kepada siapa pun.

”Di antara para calon hanya satu yang akan terpilih. Dan kami siap bekerja sama dengan calon yang terpilih,” terang KH Muhaimin Abd. Bari.

Pihaknya berharap semua paslon komitmen mengikuti pilkada secara aman dan damai. Semua calon harus siap kalah dan siap menang. Dengan begitu, tidak ada tindakan-tindakan yang mengganggu keamanan dan kedamaian Sampang.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/