alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Bakal Hadirkan Saksi Ahli dari Surabaya

SAMPANG – Sidang terhadap HZF (inisial), terduga penganiayaan terhadap gurunya, Achmad Budi Cahyanto, hingga meninggal dunia kembali digelar Selasa (27/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendatangkan saksi ahli dari RSUD Sampang ke pengadilan negeri (PN) untuk memberikan keterangan.

Sidang lanjutan bakal dilangsungkan Rabu (28/2). Jaksa kembali akan menghadirkan saksi ahli. Kali ini dari rumah sakit di Surabaya.

JPU Munarwi mengatakan, untuk agenda sidang pemeriksaan saksi ahli akan digelar selama dua hari. Sebab, saksi ahli dari rumah sakit Surabaya tak bisa didatangkan pada sidang kemarin.

”Untuk saksi ahli dari Surabaya baru bisa didatangkan besok (hari ini, Red). Karena hari ini (kemarin, Red) yang bersangkutan berhalangan hadir,” ungkap dia kemarin.

Baca Juga :  Simpan Sabu, ABK Kapal Diringkus Polisi

Sementara itu, Humas Pengadilan negeri (PN) Sampang I Gede Perwata membenarkan bahwa kemarin sidang mendengarkan keterangan saksi ahli dari rumah sakit Sampang. Sidang dilanjutkan kembali hari ini dengan agenda yang sama. ”Besok (hari ini, Red) saksi ahli yang dari Surabaya,” terangnya.

Pihaknya menegaskan, sidang kasus tersebut sengaja dipercepat karena yang disidang masuk dalam kategori anak-anak. Pertimbangannya, selain karena umur, waktu penahanan yang tidak lama. ”Sidang ini sengaja dipercepat untuk segera divonis karena tergolong anak-anak,” imbuhnya.

Di lain tempat, Mahfud Yulianto, kakak kandung almarhum Achmad Budi Cahyanto tetap berharap supaya keputusan hakim tidak ada campur tangan dan intervensi dari siapa pun. Dengan demikian, vonis terhadap terdakwa sesuai dengan prinsip keadilan.

Baca Juga :  Putusan Kasus Guru Budi Cahyanto Dipercepat, Ini Pertimbangan PN

”Hukum yang seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami minta supaya tidak ada intervensi dalam proses ini,” katanya.

 

SAMPANG – Sidang terhadap HZF (inisial), terduga penganiayaan terhadap gurunya, Achmad Budi Cahyanto, hingga meninggal dunia kembali digelar Selasa (27/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendatangkan saksi ahli dari RSUD Sampang ke pengadilan negeri (PN) untuk memberikan keterangan.

Sidang lanjutan bakal dilangsungkan Rabu (28/2). Jaksa kembali akan menghadirkan saksi ahli. Kali ini dari rumah sakit di Surabaya.

JPU Munarwi mengatakan, untuk agenda sidang pemeriksaan saksi ahli akan digelar selama dua hari. Sebab, saksi ahli dari rumah sakit Surabaya tak bisa didatangkan pada sidang kemarin.


”Untuk saksi ahli dari Surabaya baru bisa didatangkan besok (hari ini, Red). Karena hari ini (kemarin, Red) yang bersangkutan berhalangan hadir,” ungkap dia kemarin.

Baca Juga :  Pengunjung Bazar takjil Dihibur dengan Musik

Sementara itu, Humas Pengadilan negeri (PN) Sampang I Gede Perwata membenarkan bahwa kemarin sidang mendengarkan keterangan saksi ahli dari rumah sakit Sampang. Sidang dilanjutkan kembali hari ini dengan agenda yang sama. ”Besok (hari ini, Red) saksi ahli yang dari Surabaya,” terangnya.

Pihaknya menegaskan, sidang kasus tersebut sengaja dipercepat karena yang disidang masuk dalam kategori anak-anak. Pertimbangannya, selain karena umur, waktu penahanan yang tidak lama. ”Sidang ini sengaja dipercepat untuk segera divonis karena tergolong anak-anak,” imbuhnya.

Di lain tempat, Mahfud Yulianto, kakak kandung almarhum Achmad Budi Cahyanto tetap berharap supaya keputusan hakim tidak ada campur tangan dan intervensi dari siapa pun. Dengan demikian, vonis terhadap terdakwa sesuai dengan prinsip keadilan.

Baca Juga :  HZF Jalani Sidang Perdana, Keluarga Korban Tak Diberi Tahu

”Hukum yang seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami minta supaya tidak ada intervensi dalam proses ini,” katanya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/