alexametrics
23 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Sopir Minibus Maut Jadi Tersangka

SAMPANG – Sopir minibus maut yang melibas tiga sepeda motor sekaligus harus bertanggung jawab. Akibat kelalaiannya, nyawa pemotor melayang. Bahkan, kini jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.

Kecelakaan yang terjadi di Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, itu ditangani polisi. Sopir minibus Faisal Ali Jabir, 21, warga Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini pria berbadan gemuk tersebut ditahan di Mapolsek Sampang.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar A. mengatakan, usai mengamankan barang bukti (BB) dan mendata korban, pihaknya membawa sopir minibus ke tempat kejadian perkara (TKP). Lalu, pihaknya melakukan rekonstruksi awal.

”Kami langsung mengajak pengemudi untuk menceritakan ke TKP. Bagaimana kronologi kecelakaan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Selasa (26/12).

Mantan Kasatlantas Polres Sumenep itu menambahkan, pengakuan sopir laka lantas diawali karena pengemudi kendaraan bernomor polisi M 7211 UA itu kaget. Sebab, saat itu tiba-tiba ada kendaraan lain (minibus) berhenti mendadak.

”Dia kaget, lalu banting setir ke kanan,” ujarnya. ”Di dalam elf ada 16 penumpang,” imbuh Musa.

Perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menjelaskan, dalam rekonstruksi pihaknya menentukan titik awal benturan, kendaraan pertama terlempar, dan korban terlempar ke mana. Kemudian, titik kedua, ketiga, dan posisi terakhir elf berhenti di mana.

Baca Juga :  Kolonialisme di Madura dalam Saku Yasima

”Dapat disimpulkan pengemudi elf lalai. Tidak bisa menjaga jarak yang cukup. Tidak mengatur kecepatan dan mengambil jalur lawan,” papar Musa.

Kemudian, lanjut pria asal Kabupaten Tuban itu, ada pengakuan sopir karena rem blong. Hal tersebut juga perlu didalami dengan teknisi. Apakah bentul-betul blong atau karena kepanikan sehingga kendaraan yang dikemudikan lepas kendali.

”Sehingga dia tidak bisa mengendalikan pengemudinya atau out of control. Maka, terjadilah laka lantas,” jelas Musa. ”Pengakuan boleh saja. Tapi, harus bisa dibuktikan. Surat-surat lengkap,” imbuhnya.

Musa menambahkan, korban laka lantas bertambah satu orang. Yakni, Susi, 50, warga Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo. Dia mengembuskan napas terakhir di RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan Senin malam (25/12). ”Sudah dicek sama anggota juga. Yang lain mendapat perawatan intensif,” jelasnya.

Pihaknya juga melakukan tes urine kepada sopir. Kandungan urine pengemudi masih diproses. Tes urine dilakukan karena khawatir mengandung narkoba. ”Ini perlu juga kita kembangkan,” terang Musa.

Sebelumnya, laka lantas terjadi di jalan raya Desa Sejati, Kecamatan Camplong, sekitar pukul 09.45 Senin (25/12). Peristiwa mengenaskan akhir tahun itu terjadi saat minibus M 7211 UA melibas tiga sepeda motor sekaligus. Yakni, CBR hitam N 2123 NBD, Yamaha Vixion merah L 6150 JN, dan Honda Verza hitam N 3625 MC.

Baca Juga :  Pantai Lombang Jadi Favorit Wisatawan

Pengendara motor CBR yakni Andrean Susanto, 22. Dia membonceng Reni, 13, dan Susi 50. Pengendara Honda Verza N 3625 MC bernama Slamet Budi Harto, 39. Dia membonceng Rika Aristi, 39,  dan Jefri, 7. Mereka merupakan warga Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo.

Dari Kabupaten Probolinggo mereka hendak melayat ke Pamekasan. Sedangkan pengendara sepeda motor Vixion yakni Hairil, 30. Dia membonceng Syafiuddin, 30. Keduanya warga Desa  Plampaan, Kecamatan Camplong.

Sebelum kejadian, minibus melaju dari timur di jalan nasional itu. Di TKP minibus biru tua tersebut menyalip minibus lain yang berhenti menurunkan penumpang. Pada waktu bersamaan, dari barat melaju sepeda motor CBR, Vixion, dan Verza. Tiga sepeda motor itu pun dilibas minibus yang melaju kencang dari timur tersebut.

Meski menabrak ketiga sepeda motor, minibus itu tidak berhenti. Kendaraan tersebut baru berhenti saat menabrak pagar pemakaman. Sekitar 33 meter dari lokasi tabrakan dengan tiga sepeda motor.

Tiga pengendara meninggal yakni Andrean Susanto, Slamet Budi Harto, dan Hairil. Sedangkan lima orang lainnya mengalami luka kritis. Yaitu, Reni mendapat perawatan di RSUD Sampang. Sedangkan Susi, Rika Aristi, Syafiuddin, dan Jefri dirawat di RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan. Beberapa jam kemudian, Susi juga meninggal di rumah sakit.

SAMPANG – Sopir minibus maut yang melibas tiga sepeda motor sekaligus harus bertanggung jawab. Akibat kelalaiannya, nyawa pemotor melayang. Bahkan, kini jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.

Kecelakaan yang terjadi di Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, itu ditangani polisi. Sopir minibus Faisal Ali Jabir, 21, warga Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini pria berbadan gemuk tersebut ditahan di Mapolsek Sampang.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar A. mengatakan, usai mengamankan barang bukti (BB) dan mendata korban, pihaknya membawa sopir minibus ke tempat kejadian perkara (TKP). Lalu, pihaknya melakukan rekonstruksi awal.


”Kami langsung mengajak pengemudi untuk menceritakan ke TKP. Bagaimana kronologi kecelakaan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Selasa (26/12).

Mantan Kasatlantas Polres Sumenep itu menambahkan, pengakuan sopir laka lantas diawali karena pengemudi kendaraan bernomor polisi M 7211 UA itu kaget. Sebab, saat itu tiba-tiba ada kendaraan lain (minibus) berhenti mendadak.

”Dia kaget, lalu banting setir ke kanan,” ujarnya. ”Di dalam elf ada 16 penumpang,” imbuh Musa.

Perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu menjelaskan, dalam rekonstruksi pihaknya menentukan titik awal benturan, kendaraan pertama terlempar, dan korban terlempar ke mana. Kemudian, titik kedua, ketiga, dan posisi terakhir elf berhenti di mana.

Baca Juga :  Pengedar Simpan Narkoba di Celana Dalam

”Dapat disimpulkan pengemudi elf lalai. Tidak bisa menjaga jarak yang cukup. Tidak mengatur kecepatan dan mengambil jalur lawan,” papar Musa.

Kemudian, lanjut pria asal Kabupaten Tuban itu, ada pengakuan sopir karena rem blong. Hal tersebut juga perlu didalami dengan teknisi. Apakah bentul-betul blong atau karena kepanikan sehingga kendaraan yang dikemudikan lepas kendali.

”Sehingga dia tidak bisa mengendalikan pengemudinya atau out of control. Maka, terjadilah laka lantas,” jelas Musa. ”Pengakuan boleh saja. Tapi, harus bisa dibuktikan. Surat-surat lengkap,” imbuhnya.

Musa menambahkan, korban laka lantas bertambah satu orang. Yakni, Susi, 50, warga Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo. Dia mengembuskan napas terakhir di RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan Senin malam (25/12). ”Sudah dicek sama anggota juga. Yang lain mendapat perawatan intensif,” jelasnya.

Pihaknya juga melakukan tes urine kepada sopir. Kandungan urine pengemudi masih diproses. Tes urine dilakukan karena khawatir mengandung narkoba. ”Ini perlu juga kita kembangkan,” terang Musa.

Sebelumnya, laka lantas terjadi di jalan raya Desa Sejati, Kecamatan Camplong, sekitar pukul 09.45 Senin (25/12). Peristiwa mengenaskan akhir tahun itu terjadi saat minibus M 7211 UA melibas tiga sepeda motor sekaligus. Yakni, CBR hitam N 2123 NBD, Yamaha Vixion merah L 6150 JN, dan Honda Verza hitam N 3625 MC.

Baca Juga :  Tiga Bulan Tangkap Lima Pengedar, Mayoritas di Pantura

Pengendara motor CBR yakni Andrean Susanto, 22. Dia membonceng Reni, 13, dan Susi 50. Pengendara Honda Verza N 3625 MC bernama Slamet Budi Harto, 39. Dia membonceng Rika Aristi, 39,  dan Jefri, 7. Mereka merupakan warga Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Kraksan, Kabupaten Probolinggo.

Dari Kabupaten Probolinggo mereka hendak melayat ke Pamekasan. Sedangkan pengendara sepeda motor Vixion yakni Hairil, 30. Dia membonceng Syafiuddin, 30. Keduanya warga Desa  Plampaan, Kecamatan Camplong.

Sebelum kejadian, minibus melaju dari timur di jalan nasional itu. Di TKP minibus biru tua tersebut menyalip minibus lain yang berhenti menurunkan penumpang. Pada waktu bersamaan, dari barat melaju sepeda motor CBR, Vixion, dan Verza. Tiga sepeda motor itu pun dilibas minibus yang melaju kencang dari timur tersebut.

Meski menabrak ketiga sepeda motor, minibus itu tidak berhenti. Kendaraan tersebut baru berhenti saat menabrak pagar pemakaman. Sekitar 33 meter dari lokasi tabrakan dengan tiga sepeda motor.

Tiga pengendara meninggal yakni Andrean Susanto, Slamet Budi Harto, dan Hairil. Sedangkan lima orang lainnya mengalami luka kritis. Yaitu, Reni mendapat perawatan di RSUD Sampang. Sedangkan Susi, Rika Aristi, Syafiuddin, dan Jefri dirawat di RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan. Beberapa jam kemudian, Susi juga meninggal di rumah sakit.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/