alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Konten Pornografi di WhatsApp Menggunakan Kata Kunci Berbeda

SUMENEP – Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan temuan konten yang mengandung unsur pornografi di media sosial (medsos) WhatsApp (WA) dengan kata kunci sex. Baru-baru ini kembali ditemukan konten yang sama dengan kata kunci berbeda.

Untuk menemukannya, tinggal mengganti kata kunci. Salah satunya adalah kata kunci kiss. Secara otomatis setiap pengguna WA dapat melihat beberapa konten yang berbau pornografi. Misalnya, pasangan lawan jenis yang berciuman dan konten lain.

Dimintai pendapat mengenai hal itu, pengurus Aliansi Ulama Madura (Auma) KH Jurjis Muzammil mengaku prihatin. Dia khawatir konten berbau pornografi tersebut dapat merusak mental generasi muda.

”Kita tahu, pengguna WA di Indonesia ini bukan hanya orang yang sudah berumur dan mengerti mengenai hal semacam itu, tapi juga anak-anak yang pikirannya masih polos. Dengan adanya konten seperti ini, saya khawatir mental generasi penerus kita, mental calon anggota DPRD, calon bupati kita, dan calon presiden kita di masa depan akan rusak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diskominfo Sumenep: Pelaku UMKM Harus Melek Teknologi Informasi

Dia berharap, pemerintah Indonesia mengambil tindakan untuk segera menghapus konten-konten tidak senonoh tersebut. Selain itu, dia meminta para orang tua selalu mengawasi anaknya dalam bergaul. Juga, meminta orang tua tidak memberikan fasilitas berlebihan seperti handphone mewah kepada anaknya.

”Bapak dan Ibu, awasi anak kita dengan baik. Kalau bisa jangan dulu lah anak di bawah umur diberi HP Android. Kalau hanya untuk memudahkan komunikasi berikan saja HP yang biasa. Kalau untuk kebutuhan tugas sekolah, misalnya, pinjami HP kita, atau ke warnet. Memang terkesan kolot, tapi demi kebaikan,” ucapnya.

Dikonfirmasi menganai hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep Koesman Hadi mengaku tidak mengetahui adanya konten tersebut sebelumnya. Meski begitu, dia berjanji akan melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk dihapus.

Baca Juga :  Rukuna Emma’

”Dulu konten dengan kata kunci berbeda juga sudah kami laporkan karena viral di internet dan sudah dihapus. Mungkin ini terlewat atau seperti apa saya kurang tahu. Yang jelas, akan kami laporkan agar bisa dihapus juga,” pungkasnya.

SUMENEP – Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan temuan konten yang mengandung unsur pornografi di media sosial (medsos) WhatsApp (WA) dengan kata kunci sex. Baru-baru ini kembali ditemukan konten yang sama dengan kata kunci berbeda.

Untuk menemukannya, tinggal mengganti kata kunci. Salah satunya adalah kata kunci kiss. Secara otomatis setiap pengguna WA dapat melihat beberapa konten yang berbau pornografi. Misalnya, pasangan lawan jenis yang berciuman dan konten lain.

Dimintai pendapat mengenai hal itu, pengurus Aliansi Ulama Madura (Auma) KH Jurjis Muzammil mengaku prihatin. Dia khawatir konten berbau pornografi tersebut dapat merusak mental generasi muda.


”Kita tahu, pengguna WA di Indonesia ini bukan hanya orang yang sudah berumur dan mengerti mengenai hal semacam itu, tapi juga anak-anak yang pikirannya masih polos. Dengan adanya konten seperti ini, saya khawatir mental generasi penerus kita, mental calon anggota DPRD, calon bupati kita, dan calon presiden kita di masa depan akan rusak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Posisi Madura United Bisa Tergusur Lagi

Dia berharap, pemerintah Indonesia mengambil tindakan untuk segera menghapus konten-konten tidak senonoh tersebut. Selain itu, dia meminta para orang tua selalu mengawasi anaknya dalam bergaul. Juga, meminta orang tua tidak memberikan fasilitas berlebihan seperti handphone mewah kepada anaknya.

”Bapak dan Ibu, awasi anak kita dengan baik. Kalau bisa jangan dulu lah anak di bawah umur diberi HP Android. Kalau hanya untuk memudahkan komunikasi berikan saja HP yang biasa. Kalau untuk kebutuhan tugas sekolah, misalnya, pinjami HP kita, atau ke warnet. Memang terkesan kolot, tapi demi kebaikan,” ucapnya.

Dikonfirmasi menganai hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep Koesman Hadi mengaku tidak mengetahui adanya konten tersebut sebelumnya. Meski begitu, dia berjanji akan melaporkan konten tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk dihapus.

Baca Juga :  Diskominfo Sumenep: Pelaku UMKM Harus Melek Teknologi Informasi

”Dulu konten dengan kata kunci berbeda juga sudah kami laporkan karena viral di internet dan sudah dihapus. Mungkin ini terlewat atau seperti apa saya kurang tahu. Yang jelas, akan kami laporkan agar bisa dihapus juga,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

SPAM Bisa Jadi Solusi Jangka Panjang

Tanggal 24 Boleh Tatap Muka

Artikel Terbaru

/