alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Sampang Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Madura

SAMPANG – Diskusi publik bertajuk Jung-rojung Mamaju Sampang telah usai. Ada catatan yang harus diketahui publik. Terutama, banyak kepala OPD di Sampang dan tokoh atau bakal calon bupati dan Wabup yang tidak hadir dalam kegiatan itu. Bahkan, masih menyimpan kesan bahwa Sampang belum mau membuka diri.

Terutama untuk mengurai dan mengatasi persoalan-persoalan yang selama ini hinggap di urat nadi publik. Menurut Analis Sosial Politik Jawa Timur Surokim Abdusalam, Sampang butuh pemimpin baru yang fresh, inovatif, dan visioner.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu mengungkapkan, banyak contoh daerah yang semula berada di urutan bawah Jatim. Namun melalui kepemimpinan baru yang visioner, daerah tersebut bisa berkembang pesat dan menjadi benchmark pembangunan dan inovasi daerah lain. ”Sampang butuh pemimpin seperti itu. Jangan sampai Sampang yang secara geopolitik sangat strategis di Madura ini berkembang biasa saja,” ucap Surokim.

Baca Juga :  Dorong Peningkatan Pembangunan

Selain itu, Sampang butuh percepatan. Hal itu penting untuk meningkatkan moral warga agar tidak kehilangan harapan berpartisipasi membangun daerah. Bagi kandidat yang akan maju di Pilkada 2018, penting meluruskan niat kembali untuk membangun Kota Bahari lebih cepat.

”Melalui adu ide dan program strategis yang visioner serta tidak sekadar memantik konflik tradisional yang malah melebarkan jurang solidaritas warga Sampang,” jelasnya. ”Saatnya Sampang baru dihadirkan dengan cara elegan, cerdas, dan bermartabat,” imbuhnya.

Pemimpin Sampang harus bisa menghadirkan semangat birokrasi entrepreneur kreatif. Itu harus dilakukan karena selama ini birokrasi masih kurang inisatif hampir pada semua level layanan dan belum memunculkan terobosan baru. ”Sampang ini seolah terjebak pada hal yang sifatnya rutin dan daily activity saja, tanpa bisa memantik partisipasi kreatif para birokrat,” tandasnya.

Baca Juga :  Puasa: Sebuah Momen Kebersamaan

Saatnya pemimpin Sampang yang baru bisa progresif dan akseleratif mengubah indikator-indikator merah dan negatif yang selama ini melekat menjadi prestasi membanggakan. Yang bisa memulihkan kepercayaan dan kebanggaan warga secara berkelanjutan. ”Saatnya menjadi wilayah yang berkembang dan maju yang selaras dengan budaya lokal dan bisa go global,” ucapnya.

Siapa pun yang memimpin Kota Bahari ke depan, Sampang harus menjadi center pertumbuhan Madura. Yakni, sebagai pusat kemajuan baru yang menjadi trigger pemacu bagi pertumbuhan ekonomi di Madura. ”Pemimpin harus punya niat tulus dan keinginan kuat mengubah Sampang dari daerah dengan indikator merah menjadi daerah indikator hijau,” pungkasnya.

SAMPANG – Diskusi publik bertajuk Jung-rojung Mamaju Sampang telah usai. Ada catatan yang harus diketahui publik. Terutama, banyak kepala OPD di Sampang dan tokoh atau bakal calon bupati dan Wabup yang tidak hadir dalam kegiatan itu. Bahkan, masih menyimpan kesan bahwa Sampang belum mau membuka diri.

Terutama untuk mengurai dan mengatasi persoalan-persoalan yang selama ini hinggap di urat nadi publik. Menurut Analis Sosial Politik Jawa Timur Surokim Abdusalam, Sampang butuh pemimpin baru yang fresh, inovatif, dan visioner.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu mengungkapkan, banyak contoh daerah yang semula berada di urutan bawah Jatim. Namun melalui kepemimpinan baru yang visioner, daerah tersebut bisa berkembang pesat dan menjadi benchmark pembangunan dan inovasi daerah lain. ”Sampang butuh pemimpin seperti itu. Jangan sampai Sampang yang secara geopolitik sangat strategis di Madura ini berkembang biasa saja,” ucap Surokim.

Baca Juga :  Diskusi Publik Klarifikasi Layanan RSUD

Selain itu, Sampang butuh percepatan. Hal itu penting untuk meningkatkan moral warga agar tidak kehilangan harapan berpartisipasi membangun daerah. Bagi kandidat yang akan maju di Pilkada 2018, penting meluruskan niat kembali untuk membangun Kota Bahari lebih cepat.

”Melalui adu ide dan program strategis yang visioner serta tidak sekadar memantik konflik tradisional yang malah melebarkan jurang solidaritas warga Sampang,” jelasnya. ”Saatnya Sampang baru dihadirkan dengan cara elegan, cerdas, dan bermartabat,” imbuhnya.

Pemimpin Sampang harus bisa menghadirkan semangat birokrasi entrepreneur kreatif. Itu harus dilakukan karena selama ini birokrasi masih kurang inisatif hampir pada semua level layanan dan belum memunculkan terobosan baru. ”Sampang ini seolah terjebak pada hal yang sifatnya rutin dan daily activity saja, tanpa bisa memantik partisipasi kreatif para birokrat,” tandasnya.

Baca Juga :  Diskusi Publik Gerakan untuk Perbaikan Sampang

Saatnya pemimpin Sampang yang baru bisa progresif dan akseleratif mengubah indikator-indikator merah dan negatif yang selama ini melekat menjadi prestasi membanggakan. Yang bisa memulihkan kepercayaan dan kebanggaan warga secara berkelanjutan. ”Saatnya menjadi wilayah yang berkembang dan maju yang selaras dengan budaya lokal dan bisa go global,” ucapnya.

Siapa pun yang memimpin Kota Bahari ke depan, Sampang harus menjadi center pertumbuhan Madura. Yakni, sebagai pusat kemajuan baru yang menjadi trigger pemacu bagi pertumbuhan ekonomi di Madura. ”Pemimpin harus punya niat tulus dan keinginan kuat mengubah Sampang dari daerah dengan indikator merah menjadi daerah indikator hijau,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/