alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Panitia Rapat Bareng Juri, November Mulai Penilaian

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Panitia Madura Awards (MA) 2021 menggelar rapat perdana dengan tim juri kemarin (26/10). Pertemuan di kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) itu untuk mematangkan persiapan penilaian event akbar tahunan Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Rapat tersebut dihadiri Manager Event dan Pengembangan Bisnis JPRM Moh. Sugianto, Kepala JPRM Biro Sampang Hendriyanto, Koordinator Juri MA Prengki Wirananda, dan sejumlah wartawan JPRM. Selain itu, dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Madura.

Di antaranya, Moh. Hafid Effendy dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dan Moh. Fauzi dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep dan Deni Setya Bagus Yuherawan dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Termasuk Laily Ulfiyah, dosen Poltera.

Tiga bidang penilaian yang dibahas dalam rapat tersebut. Bidang kesehatan meliputi kecamatan paling tinggi vaksinasi, desa paling tinggi vaksinasi, anggota satgas Covid-19 paling aktif, dan puskesmas paling responsif. Bidang pendidikan meliputi SD/MI paling taat prokes, SMP/MTs paling taat prokes, dan SMA/SMK/MA paling taat prokes. Kemudian bidang ekonomi, yakni industri kecil menengah (IKM) paling produktif dan pasar paling taat prokes.

Baca Juga :  Bentengi Diri dengan Pencak Silat

Manager Event dan Pengembangan Bisnis JPRM Moh. Sugianto mengatakan, rapat perdana tertebut untuk mematangkan kesiapan MA yang akan dilaksanakan awal Desember nanti. Banyak hal yang dibahas dalam rapat tersebut. Salah satunya berkaitan dengan indikator yang akan digunakan dalam penilaian.

”Banyak masukan-masukan dari dosen utusan perguruan tinggi di Madura ini. Salah satunya terkait beberapa indikator penilaian yang menjadi acuan juri,” katanya.

Mantan kepala JPRM Biro Sampang ini berharap delegasi dari masing-masing kabupaten saling berkompetisi saat presentasi. Salah satunya dengan memberikan data-data faktual yang terbaik. ”Sehingga, bisa meyakinkan juri untuk muncul sebagai pemenang,” ujar Sugianto.

Koordinator Juri MA 2021 Prengki Wirananda menambahkan, rapat perdana dengan tim juri dilakukan untuk menyamakan kesepakatan terkait indikator penilaian. Sebab, banyak kategori yang diangkat dalam MA tahun ini. ”Hasil kesepakatan hari ini nanti akan menjadi landasan kita pada saat penilaian yang insyaallah akan dilaksanakan di pertengahan November mendatang,” katanya.

Baca Juga :  Saksi Ahli Perkuat Pembuktian Jaksa

Menurutnya, pergelaran MA tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, ada beberapa kategori baru yang muncul tahun ini. Tentunya, itu semua disesuaikan dengan tema Madura Bangkit. ”Saya harap semuanya bisa berpartisipasi aktif untuk menyukseskan MA ini,” harap Prengki.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Deni Setya Bagus Yuherawan mengatakan, MA tahun ini memang berbeda dengan sebelumnya. Perbedaan yang signifikan itu berada pada tema besar yang mengarah pada penanganan Covid-19. Misalnya, inovasi penanganan Covid-19 dan semacamnya. ”Nanti juga akan mengangkat sosok anggota satgas penanganan Covid-19 paling aktif,” katanya.

Selain itu, penilaian akan fokus pada vaksinasi di tingkat kecamatan maupun desa. Penilaian ini juga bisa mendorong gairah vaksinasi di Madura.

”Kalau untuk bidang pendidikan kita akan melihat inovasi dalam pembelajarannya selama pandemi. Termasuk, kelengkapan sarana dan prasarana penanganan Covid-19. Sedangkan di bidang ekonomi, kita akan meilihat tentang produksi dan inovasi IKM selama pandemi. Juga ketaatan penanganan Covid-19 di pasar,” tutup Deni.

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Panitia Madura Awards (MA) 2021 menggelar rapat perdana dengan tim juri kemarin (26/10). Pertemuan di kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) itu untuk mematangkan persiapan penilaian event akbar tahunan Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Rapat tersebut dihadiri Manager Event dan Pengembangan Bisnis JPRM Moh. Sugianto, Kepala JPRM Biro Sampang Hendriyanto, Koordinator Juri MA Prengki Wirananda, dan sejumlah wartawan JPRM. Selain itu, dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Madura.

Di antaranya, Moh. Hafid Effendy dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dan Moh. Fauzi dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep dan Deni Setya Bagus Yuherawan dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Termasuk Laily Ulfiyah, dosen Poltera.


Tiga bidang penilaian yang dibahas dalam rapat tersebut. Bidang kesehatan meliputi kecamatan paling tinggi vaksinasi, desa paling tinggi vaksinasi, anggota satgas Covid-19 paling aktif, dan puskesmas paling responsif. Bidang pendidikan meliputi SD/MI paling taat prokes, SMP/MTs paling taat prokes, dan SMA/SMK/MA paling taat prokes. Kemudian bidang ekonomi, yakni industri kecil menengah (IKM) paling produktif dan pasar paling taat prokes.

Baca Juga :  Kakak Adik Terlibat Narkoba, Ditangkap Usai Konsumsi SS

Manager Event dan Pengembangan Bisnis JPRM Moh. Sugianto mengatakan, rapat perdana tertebut untuk mematangkan kesiapan MA yang akan dilaksanakan awal Desember nanti. Banyak hal yang dibahas dalam rapat tersebut. Salah satunya berkaitan dengan indikator yang akan digunakan dalam penilaian.

”Banyak masukan-masukan dari dosen utusan perguruan tinggi di Madura ini. Salah satunya terkait beberapa indikator penilaian yang menjadi acuan juri,” katanya.

Mantan kepala JPRM Biro Sampang ini berharap delegasi dari masing-masing kabupaten saling berkompetisi saat presentasi. Salah satunya dengan memberikan data-data faktual yang terbaik. ”Sehingga, bisa meyakinkan juri untuk muncul sebagai pemenang,” ujar Sugianto.

Koordinator Juri MA 2021 Prengki Wirananda menambahkan, rapat perdana dengan tim juri dilakukan untuk menyamakan kesepakatan terkait indikator penilaian. Sebab, banyak kategori yang diangkat dalam MA tahun ini. ”Hasil kesepakatan hari ini nanti akan menjadi landasan kita pada saat penilaian yang insyaallah akan dilaksanakan di pertengahan November mendatang,” katanya.

Baca Juga :  Puisi Madura Lillah Totale*

Menurutnya, pergelaran MA tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, ada beberapa kategori baru yang muncul tahun ini. Tentunya, itu semua disesuaikan dengan tema Madura Bangkit. ”Saya harap semuanya bisa berpartisipasi aktif untuk menyukseskan MA ini,” harap Prengki.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Deni Setya Bagus Yuherawan mengatakan, MA tahun ini memang berbeda dengan sebelumnya. Perbedaan yang signifikan itu berada pada tema besar yang mengarah pada penanganan Covid-19. Misalnya, inovasi penanganan Covid-19 dan semacamnya. ”Nanti juga akan mengangkat sosok anggota satgas penanganan Covid-19 paling aktif,” katanya.

Selain itu, penilaian akan fokus pada vaksinasi di tingkat kecamatan maupun desa. Penilaian ini juga bisa mendorong gairah vaksinasi di Madura.

”Kalau untuk bidang pendidikan kita akan melihat inovasi dalam pembelajarannya selama pandemi. Termasuk, kelengkapan sarana dan prasarana penanganan Covid-19. Sedangkan di bidang ekonomi, kita akan meilihat tentang produksi dan inovasi IKM selama pandemi. Juga ketaatan penanganan Covid-19 di pasar,” tutup Deni.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/