alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Terkait Perkara Perampokan Disertai Pembunuhan Sopir Taksi Online

BANGKALAN – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan telah membacakan putusan bagi empat terdakwa perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online. Kasus ini belum final. Pasalnya, terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) sama-sama melakukan banding.

Mereka adalah Febry Ika Pramata, 23, warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Nganjuk dan Rusdianto, 35, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh. Kemudian, Zainal Arifin, 33, warga Desa Jukong, Kecamatan Labang dan Dewi Agustina, 23, asal Desa Pamolokan, Sumenep.

Zainal Arifin dan Dewi Agustina diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri). Vonis hakim PN Bangkalan terhadap mereka berbeda-beda. Yakni, Zainal Arifin divonis pidana mati. Istrinya, Dewi Agustina divonis pidana seumur hidup. Sementara Febry Ika Pratama dan Rusdianto sama-sama dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Baca Juga :  Pria di Sampang Ditemukan Tewas Tergeletak, di Tubuhnya Ditemukan Ini

Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin mengutarakan, jaksa melakukan banding karena penasihat hukum (PH)  para terdakwa juga banding. ”Kami melakukan banding juga,” tegasnya Kamis (25/10).

Saat ini, jaksa masih melakukan penyusunan dan penyempurnaan memori banding. Setelah rampung, memori banding bakal dilangkan ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Dia belum bisa memberikan kepastian kapan penyusunan dan penyempurnaan memori banding selesai. ”Belum tahu kapan. Masih kami susun. Yang jelas secepatnya lah,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (26/11/2017) Ali Ghufron, 23, warga Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, ditemukan tewas dengan kondisi leher nyaris putus di persawahan di pinggir jalan raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh. Terungkap empat tersangka melakukan pembunuhan.

Baca Juga :  PAN Sepakat Usung H Hisan-Ra Dulla

Mereka menggasak handphone, dompet, uang, dan mobil Avanza putih L 1537 PT. Empat pelaku adalah Febry Ika Pramata, Rusdianto, Zainal Arifin, dan Dewi Agustina. Sementara Sahwen berperan sebagai penadah kendaraan hasil kejahatan. 

BANGKALAN – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan telah membacakan putusan bagi empat terdakwa perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online. Kasus ini belum final. Pasalnya, terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) sama-sama melakukan banding.

Mereka adalah Febry Ika Pramata, 23, warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Nganjuk dan Rusdianto, 35, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh. Kemudian, Zainal Arifin, 33, warga Desa Jukong, Kecamatan Labang dan Dewi Agustina, 23, asal Desa Pamolokan, Sumenep.

Zainal Arifin dan Dewi Agustina diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri). Vonis hakim PN Bangkalan terhadap mereka berbeda-beda. Yakni, Zainal Arifin divonis pidana mati. Istrinya, Dewi Agustina divonis pidana seumur hidup. Sementara Febry Ika Pratama dan Rusdianto sama-sama dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Baca Juga :  Ngaku Orang Tua Mati, Penumpang Rampas Mobil

Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin mengutarakan, jaksa melakukan banding karena penasihat hukum (PH)  para terdakwa juga banding. ”Kami melakukan banding juga,” tegasnya Kamis (25/10).

Saat ini, jaksa masih melakukan penyusunan dan penyempurnaan memori banding. Setelah rampung, memori banding bakal dilangkan ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Dia belum bisa memberikan kepastian kapan penyusunan dan penyempurnaan memori banding selesai. ”Belum tahu kapan. Masih kami susun. Yang jelas secepatnya lah,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (26/11/2017) Ali Ghufron, 23, warga Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, ditemukan tewas dengan kondisi leher nyaris putus di persawahan di pinggir jalan raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh. Terungkap empat tersangka melakukan pembunuhan.

Baca Juga :  Alhamdulillah, UU Pesantren Jadi Kado Spesial Hari Santri Nasional

Mereka menggasak handphone, dompet, uang, dan mobil Avanza putih L 1537 PT. Empat pelaku adalah Febry Ika Pramata, Rusdianto, Zainal Arifin, dan Dewi Agustina. Sementara Sahwen berperan sebagai penadah kendaraan hasil kejahatan. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/