alexametrics
25.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Herman-PKB Islah, Dulsiam Ketua DPRD

SUMENEP – Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma akhirnya bersepakat islah dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep. Kesepakatan itu dilakukan dalam pertemuan terbatas di Kantor DPC PKB Sumenep, Kamis malam (25/10). Kedua belah pihak sama-sama legawa dan bersepakat mengakhiri polemik dalam sepekan terakhir.

Secara prinsip, ada dua hal yang disepakati. Pertama, Herman mencabut gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep dan membacakan surat pengangkatan Dulsiam sebagai Ketua DPRD Sumenep. Kedua, manakala poin pertama dipenuhi, PKB tidak akan mencabut hak keanggotaan Herman.

Kesepakatan itu pun dijalankan Herman. Orang nomor satu di lingkungan DPRD Sumenep itu meminta kepada kuasa hukumnya, Deki Irawan, untuk mencabut gugatan di pengadilan Jumat (26/10). Pencabutan itu sebagai kepatuhan dirinya terhadap hasil musyawarah dengan DPC PKB. ”Patuh kepada pengurus partai. Saya cabut gugatannya,” kata Herman saat menggelar konferensi pers ditemani kuasa hukumnya, Deki Irawan.

Pihaknya melayangkan gugatan karena merasa tidak melakukan kesalahan terhadap AD/ART partai. Kedua, sebelum reposisi ketua DPRD, Herman sama sekali tidak mendapat teguran, baik lisan maupun tulisan. Ketiga, selama proses pleno di DPC PKB, dia tidak pernah dimintai keterangan. ”Andai kata ada komunikasi sebelumnya terkait reposisi ini, saya tidak akan melakukan gugatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Pejabat Wajib Kandangkan Mobil Dinas

Herman juga berjanji dirinya akan membacakan surat reposisi ketua DPRD pada rapat paripurna terdekat. Pekan depan, pada 30 Oktober, DPRD Sumenep akan mengadakan sidang paripurna hari jadi Sumenep. Pada saat itulah surat dari fraksi PKB tentang pergantian ketua DPRD akan dibacakan.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim menyambut baik pencabutan gugatan tersebut. Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Dengan pencabutan ini otomatis Herman akan tetap menjadi kader PKB. ”Saya kira sudah adil dan tidak ada ketersinggungan satu sama lain. Semuanya sudah menerima,” kata Imam Hasyim.

Mantan ketua DPRD Sumenep itu menghargai keputusan Herman. Dia sebagai pimpinan tertinggi partai juga berjanji akan memperlakukan Herman sebagai kader istimewa. Sebab Herman merupakan kader senior partai besutan A. Muhaimin Iskandar itu.

Usulan pergantian ketua DPRD oleh fraksi PKB sempat menjadi polemik. Sekretaris DPC PKB Sumenep Dulsiam yang menjadi ketua komisi III terjungkal dan digantikan H Zainal Arifin dari fraksi PDI Perjuangan. Herman yang menjabat ketua DPRD dianggap tidak mampu ”mengamankan” kursi yang dipegang fraksi PKB.

Baca Juga :  Mayoritas Warga NU, PKB, dan Loyalis Jokowi Pilih Khofifah-Emil

Tetapi polemik itu pun segera disanggah Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim. Menurut Imam Hasyim, pergantian ketua dewan murni karena hasil evaluasi terhadap kinerja Herman. Pihaknya menilai Herman tidak mampu mengemban amanah sebagai ketua DPRD.

Indikatornya, kata Imam Hasyim, cukup jelas. Pertama, sampai saat ini DPRD tidak memiliki badan kehormatan (BK). Padahal sudah ada nama yang masuk ke kursi pimpinan DPRD untuk posisi keanggotaan BK.

Kedua, ketua DPRD juga dinilai tidak mampu menyelesaikan proses pemilihan Komisi Informasi (KI) Sumenep. Padahal pemilihan KI juga sudah dilakukan sejak tahun lalu. Dan berkas-berkas calon komisioner KI juga sudah masuk ke meja pimpinan DPRD. ”Karena itulah kami pergantian. Agar kepemimpinan DPRD Sumenep ini menjadi lebih baik,” tegas mantan ketua DPRD Sumenep tersebut.

Tuduhan itu juga dibantah Herman. Menurutnya, dia sebagai pimpinan DPRD sudah berupaya maksimal dalam pembentukan keanggotaan BK dan pemilihan komisioner KI. Akan tetapi, BK dan KI tidak terbentuk karena tidak semua pimpinan DPRD setuju akan formasi yang ada. Selain itu ada kesalahan prosedur dalam pemilihan kedua lembaga ini. Karena itu, dirinya tidak bisa melanjutkan perkara tersebut.

SUMENEP – Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma akhirnya bersepakat islah dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep. Kesepakatan itu dilakukan dalam pertemuan terbatas di Kantor DPC PKB Sumenep, Kamis malam (25/10). Kedua belah pihak sama-sama legawa dan bersepakat mengakhiri polemik dalam sepekan terakhir.

Secara prinsip, ada dua hal yang disepakati. Pertama, Herman mencabut gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep dan membacakan surat pengangkatan Dulsiam sebagai Ketua DPRD Sumenep. Kedua, manakala poin pertama dipenuhi, PKB tidak akan mencabut hak keanggotaan Herman.

Kesepakatan itu pun dijalankan Herman. Orang nomor satu di lingkungan DPRD Sumenep itu meminta kepada kuasa hukumnya, Deki Irawan, untuk mencabut gugatan di pengadilan Jumat (26/10). Pencabutan itu sebagai kepatuhan dirinya terhadap hasil musyawarah dengan DPC PKB. ”Patuh kepada pengurus partai. Saya cabut gugatannya,” kata Herman saat menggelar konferensi pers ditemani kuasa hukumnya, Deki Irawan.


Pihaknya melayangkan gugatan karena merasa tidak melakukan kesalahan terhadap AD/ART partai. Kedua, sebelum reposisi ketua DPRD, Herman sama sekali tidak mendapat teguran, baik lisan maupun tulisan. Ketiga, selama proses pleno di DPC PKB, dia tidak pernah dimintai keterangan. ”Andai kata ada komunikasi sebelumnya terkait reposisi ini, saya tidak akan melakukan gugatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sudah 2 Bulan Berlalu, Ketua PKB Datangi Kantor Fraksi

Herman juga berjanji dirinya akan membacakan surat reposisi ketua DPRD pada rapat paripurna terdekat. Pekan depan, pada 30 Oktober, DPRD Sumenep akan mengadakan sidang paripurna hari jadi Sumenep. Pada saat itulah surat dari fraksi PKB tentang pergantian ketua DPRD akan dibacakan.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim menyambut baik pencabutan gugatan tersebut. Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Dengan pencabutan ini otomatis Herman akan tetap menjadi kader PKB. ”Saya kira sudah adil dan tidak ada ketersinggungan satu sama lain. Semuanya sudah menerima,” kata Imam Hasyim.

Mantan ketua DPRD Sumenep itu menghargai keputusan Herman. Dia sebagai pimpinan tertinggi partai juga berjanji akan memperlakukan Herman sebagai kader istimewa. Sebab Herman merupakan kader senior partai besutan A. Muhaimin Iskandar itu.

Usulan pergantian ketua DPRD oleh fraksi PKB sempat menjadi polemik. Sekretaris DPC PKB Sumenep Dulsiam yang menjadi ketua komisi III terjungkal dan digantikan H Zainal Arifin dari fraksi PDI Perjuangan. Herman yang menjabat ketua DPRD dianggap tidak mampu ”mengamankan” kursi yang dipegang fraksi PKB.

Baca Juga :  PKB Gagal Ganti Ketua Dewan

Tetapi polemik itu pun segera disanggah Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim. Menurut Imam Hasyim, pergantian ketua dewan murni karena hasil evaluasi terhadap kinerja Herman. Pihaknya menilai Herman tidak mampu mengemban amanah sebagai ketua DPRD.

Indikatornya, kata Imam Hasyim, cukup jelas. Pertama, sampai saat ini DPRD tidak memiliki badan kehormatan (BK). Padahal sudah ada nama yang masuk ke kursi pimpinan DPRD untuk posisi keanggotaan BK.

Kedua, ketua DPRD juga dinilai tidak mampu menyelesaikan proses pemilihan Komisi Informasi (KI) Sumenep. Padahal pemilihan KI juga sudah dilakukan sejak tahun lalu. Dan berkas-berkas calon komisioner KI juga sudah masuk ke meja pimpinan DPRD. ”Karena itulah kami pergantian. Agar kepemimpinan DPRD Sumenep ini menjadi lebih baik,” tegas mantan ketua DPRD Sumenep tersebut.

Tuduhan itu juga dibantah Herman. Menurutnya, dia sebagai pimpinan DPRD sudah berupaya maksimal dalam pembentukan keanggotaan BK dan pemilihan komisioner KI. Akan tetapi, BK dan KI tidak terbentuk karena tidak semua pimpinan DPRD setuju akan formasi yang ada. Selain itu ada kesalahan prosedur dalam pemilihan kedua lembaga ini. Karena itu, dirinya tidak bisa melanjutkan perkara tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/