alexametrics
23.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Mitsubishi Tambah Investasi Rp 10 Triliun dan Luncurkan Mini Cab MiEV

JEPANG – Kunjungan kerja Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Jepang membuahkan hasil konkret bagi industri otomotif tanah air. Saat bertemu CEO Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Takao Kato, di Tokyo, Selasa (26/7), Airlangga menanyakan komitmen investasi dari MMC pada Indonesia.

“Sampai saat ini, MMC telah menginvestasikan Rp 11,3 triliun hingga akhir 2021 untuk seluruh pabrik MMC di Indonesia. Targetnya, MMC akan menginvestasikan sekitar Rp 10 triliun mulai 2022 hingga 2025,” ujar Airlangga.

Indonesia merupakan pangsa pasar besar bagi Mitsubishi. Dibanding pasar otomotif di Jepang, penjualan Mitsubishi di tanah air lebih besar. Karena itu, MMC pun akan mendiversifikasi produk mereka.

Setelah 2023, MMC akan fokus memproduksi model mobil jenis xEV yang terdiri dari model Xpander dan Pajero Sport. Selain itu, MMC juga akan memproduksi dua model kendaraan baru Electric Vehicle (EV) mulai 2024.

Dalam pertemuan tersebut, CEO MMC Takao Kato meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan insentif terkait ekspor produk mereka.

Merrspon hal itu, Airlangga menuturkan, sebenarnya dari sisi besaran pajak, Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain, contohnya Thailand. Namun, karena ada besaran perbedaan pajak daerah, terkesan pajak di Indonesia lebih tinggi. Ini yang sedang kita kaji di pemerintah pusat,” kata Airlangga.

Baca Juga :  Aksi Lead by Example Indonesia pada Presidensi G20 Jadi Perhatian Dunia

Sejak mendirikan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) pada 2018, ekspor MMC terus meningkat. Indonesia menjadi basis ekspor sangat penting bagi Mitsubishi. Saat ini, sedang disiapkan ekspor produk MMKI ke Australia.

MMC juga berencana menambah negara tujuan ekspornya. Sehingga pada 2022 menjadi 40 negara tujuan ekspor bagi produk Mitsubishi buatan Indonesia tersebut. Jumlah ekspornya diperkirakan mencapai 72 ribu unit pada 2022. Padahal, pada 2021 hanya 42 ribu unit. Pada 2024, ditargetkan 98 ribu unit.

MMC telah menginvestasikan Rp 11,3 triliun hingga 2021 untuk pabrik MMC di Indonesia. Pada 2022 sampai 2025, akan menginvestasikan Rp 10 triliun. Mitsubishi juga berencana mengeluarkan sejumlah model kendaraan baru yang ramah lingkungan.

Takao Kato mengatakan, Mitsubishi akan mendiversifikasi produknya dengan mengeluarkan kendaraan dengan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Juga Battery Electric Vehicle (BEV) untuk mendukung program pemerintah Indonesia mencapai carbon neutral di 2060 mendatang” ungkapnya.

Baca Juga :  Zainudin Amali Gelar Reses, Golkar Pilih Sahabat Salam dan Kholifah

MMC juga sedang mengadakan pilot project untuk menggunakan BEV secara komersial dengan empat perusahaan. “Pemerintah menyambut baik rencana MMC berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek dan DHL Supply Chain Indonesia untuk menggunakan kendaraan jenis Mini Cab MiEV secara komersial,” kata Airlangga.

Kendaraan jenis ini mirip dengan Mitsubishi L300 yang sudah lebih dulu terkenal di Indonesia. Mitsubishi telah mulai melakukan pilot study untuk penggunaan BEV secara komersial dengan keempat perusahaan tersebut. saat ini sedang mencari penggunaan yang cocok dari Mini Cab MiEV.

Dalam pertemuan itu, Airlangga ditemani Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Sedangkan CEO Mitsubishi Motor Company (MMC) Takao Kato didampingi Executive Vice President MMC Yoichiro Yatabe, Division General Manager MMC Hiroyuki Egami, dan Indonesia Desk MMC Hideki Miya. (ekon/*/par)

JEPANG – Kunjungan kerja Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Jepang membuahkan hasil konkret bagi industri otomotif tanah air. Saat bertemu CEO Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Takao Kato, di Tokyo, Selasa (26/7), Airlangga menanyakan komitmen investasi dari MMC pada Indonesia.

“Sampai saat ini, MMC telah menginvestasikan Rp 11,3 triliun hingga akhir 2021 untuk seluruh pabrik MMC di Indonesia. Targetnya, MMC akan menginvestasikan sekitar Rp 10 triliun mulai 2022 hingga 2025,” ujar Airlangga.

Indonesia merupakan pangsa pasar besar bagi Mitsubishi. Dibanding pasar otomotif di Jepang, penjualan Mitsubishi di tanah air lebih besar. Karena itu, MMC pun akan mendiversifikasi produk mereka.


Setelah 2023, MMC akan fokus memproduksi model mobil jenis xEV yang terdiri dari model Xpander dan Pajero Sport. Selain itu, MMC juga akan memproduksi dua model kendaraan baru Electric Vehicle (EV) mulai 2024.

Dalam pertemuan tersebut, CEO MMC Takao Kato meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan insentif terkait ekspor produk mereka.

Merrspon hal itu, Airlangga menuturkan, sebenarnya dari sisi besaran pajak, Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain, contohnya Thailand. Namun, karena ada besaran perbedaan pajak daerah, terkesan pajak di Indonesia lebih tinggi. Ini yang sedang kita kaji di pemerintah pusat,” kata Airlangga.

Baca Juga :  Aksi Lead by Example Indonesia pada Presidensi G20 Jadi Perhatian Dunia

Sejak mendirikan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) pada 2018, ekspor MMC terus meningkat. Indonesia menjadi basis ekspor sangat penting bagi Mitsubishi. Saat ini, sedang disiapkan ekspor produk MMKI ke Australia.

- Advertisement -

MMC juga berencana menambah negara tujuan ekspornya. Sehingga pada 2022 menjadi 40 negara tujuan ekspor bagi produk Mitsubishi buatan Indonesia tersebut. Jumlah ekspornya diperkirakan mencapai 72 ribu unit pada 2022. Padahal, pada 2021 hanya 42 ribu unit. Pada 2024, ditargetkan 98 ribu unit.

MMC telah menginvestasikan Rp 11,3 triliun hingga 2021 untuk pabrik MMC di Indonesia. Pada 2022 sampai 2025, akan menginvestasikan Rp 10 triliun. Mitsubishi juga berencana mengeluarkan sejumlah model kendaraan baru yang ramah lingkungan.

Takao Kato mengatakan, Mitsubishi akan mendiversifikasi produknya dengan mengeluarkan kendaraan dengan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Juga Battery Electric Vehicle (BEV) untuk mendukung program pemerintah Indonesia mencapai carbon neutral di 2060 mendatang” ungkapnya.

Baca Juga :  Gerebek Diduga Tempat Prostitusi, Massa Baku Hantam

MMC juga sedang mengadakan pilot project untuk menggunakan BEV secara komersial dengan empat perusahaan. “Pemerintah menyambut baik rencana MMC berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek dan DHL Supply Chain Indonesia untuk menggunakan kendaraan jenis Mini Cab MiEV secara komersial,” kata Airlangga.

Kendaraan jenis ini mirip dengan Mitsubishi L300 yang sudah lebih dulu terkenal di Indonesia. Mitsubishi telah mulai melakukan pilot study untuk penggunaan BEV secara komersial dengan keempat perusahaan tersebut. saat ini sedang mencari penggunaan yang cocok dari Mini Cab MiEV.

Dalam pertemuan itu, Airlangga ditemani Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Sedangkan CEO Mitsubishi Motor Company (MMC) Takao Kato didampingi Executive Vice President MMC Yoichiro Yatabe, Division General Manager MMC Hiroyuki Egami, dan Indonesia Desk MMC Hideki Miya. (ekon/*/par)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/