alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

AMSI Gelar Diskusi Temukan Model Baru Bisnis Media Digital

YOGYAKARTA – Seiring dengan perkembangan zaman, media massa di Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mencari role model bagaimana keberlangsungan bisnis media agar berlanjut dan mendapatkan tempat yang bagus di masyarakat.

Upaya ini dilakukan melalui acara Media Sustainability and Community Engagement Fellowship Oversight yang digelar di dua kota yaitu Yogyakarta dan Makassar. Kegiatan di Yogyakarta digelar Senin-Rabu (27-29/6) dan diikuti Harian Jogja, Murianews dan Harapan Rakyat. Acara di Makassar akan diikuti Jubi serta Kabar Makassar yang dijadwalkan digelar Kamis (30/6) dan Sabtu (3/7).

Selama masing-masing tiga hari, para peserta melakukan diskusi bersama Eric Sasono (Chief of Party Internews Indonesia), Jason Lambert (Senior Director Media Business Unit Newsgain), Elshad Gojayev (Digital Performance Manager Newsgain) dan Titi Kusumandari (Sustainability officer Newsgain). Acara itu dipandu Sarah Ervina (Program Officer AMSI).

Suwarjono selaku Penanggungjawab Program Internews-USAID MEDIA saat sambutan secara virtual pada pembukaan di Yogyakarta menyebutkan dua tantangan media massa saat ini. Yakni menemukan model baru bisnis media digital dan mengupayakan untuk tetap bisa survive di tengah gempuran media sosial yang sangat masif dan didominasi platform global.

Baca Juga :  AMSI Jawa Timur Ajak RadarMadura.id Bergabung

“Kita sudah mendapatkan tantangan dari media sosial. Di era generasi saat ini masyarakat lebih mengenal media sosial daripada media publisher yang menjalankan bisnis jurnalisme. Ini tantangan yang cukup berat. Kita di AMSI sedang mencari rule model bagaimana keberlangsungan bisnis media berlanjut dan mendapatkan tempat yang bagus di masyarakat,” katanya.

Dijelaskan, media sosial dan media digital secara bisnis sama penyerapannya. Keduanya main di page views, jumlah engagement dan lain-lain. Karena itu, dalam kegiatan tersebut, mereka berupaya belajar dan mengeksplorasi lebih detail (baik data audience, target audience, demografi) serta bagaimana mengelola data.

“Diharapkan kita bisa menemukan format baru. Sehingga media AMSI ke depan bisa maju bersama. Kami berharap keberhasilan dari pelatihan ini tidak hanya bagi media kita, tetapi peserta bisa menyebarkan ke teman-teman dari media lain. Teman-teman sudah mewakili daerah masing-masing, tidak hanya diterapkan untuk kita sendiri. Apa yang diharapkan dari acara ini, disebarluaskan ke media-media di sekitar kita,” tambah Suwarjono.

Baca Juga :  Bawaslu: Media Harus Punya Trik

Eric Sasono selaku Chief of Party Internews Indonesia mengatakan, tantangan yang dihadapi ini sangat nyata dan konkret. Karena itu, AMSI melakukan rangkaian kegiatan yang panjang selama 1,5 tahun terakhir, dimulai dari assesment anggora AMSI.

Sebelumnya, dia pernah bersama UNESCO membangun 30 radio lokal di Indonesia di bawah platform yang sama. Tapi, kolaps karena tidak ada visi bisnis yang sama maupun organisasi yang membantu. Selain itu, intervensi aktivitas yang melibatkan bisnis masih sangat terbatas.

“Keragaman media yang dijalani adalah bagian dari pengembangan ekosistem. Sekarang sudah menjadi bagian yang alamiah yang harus dikerjakan. Internews bersama Newsgain melakukan ini, melakukan mentoring bersama. Meski tidak semua bisa diterapkan di semua daerah. Sebab, situasi berbeda. Ssituasi bisnis juga berbeda. Tapi, setidaknya kita mencoba melakukan ini. AMSI tidak akan berhenti di kegiatan ini,” tegas Eric Sasono. (*/par)

YOGYAKARTA – Seiring dengan perkembangan zaman, media massa di Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mencari role model bagaimana keberlangsungan bisnis media agar berlanjut dan mendapatkan tempat yang bagus di masyarakat.

Upaya ini dilakukan melalui acara Media Sustainability and Community Engagement Fellowship Oversight yang digelar di dua kota yaitu Yogyakarta dan Makassar. Kegiatan di Yogyakarta digelar Senin-Rabu (27-29/6) dan diikuti Harian Jogja, Murianews dan Harapan Rakyat. Acara di Makassar akan diikuti Jubi serta Kabar Makassar yang dijadwalkan digelar Kamis (30/6) dan Sabtu (3/7).

Selama masing-masing tiga hari, para peserta melakukan diskusi bersama Eric Sasono (Chief of Party Internews Indonesia), Jason Lambert (Senior Director Media Business Unit Newsgain), Elshad Gojayev (Digital Performance Manager Newsgain) dan Titi Kusumandari (Sustainability officer Newsgain). Acara itu dipandu Sarah Ervina (Program Officer AMSI).


Suwarjono selaku Penanggungjawab Program Internews-USAID MEDIA saat sambutan secara virtual pada pembukaan di Yogyakarta menyebutkan dua tantangan media massa saat ini. Yakni menemukan model baru bisnis media digital dan mengupayakan untuk tetap bisa survive di tengah gempuran media sosial yang sangat masif dan didominasi platform global.

Baca Juga :  AMSI Jatim Diharapkan Berkontribusi hingga Tingkat internasional

“Kita sudah mendapatkan tantangan dari media sosial. Di era generasi saat ini masyarakat lebih mengenal media sosial daripada media publisher yang menjalankan bisnis jurnalisme. Ini tantangan yang cukup berat. Kita di AMSI sedang mencari rule model bagaimana keberlangsungan bisnis media berlanjut dan mendapatkan tempat yang bagus di masyarakat,” katanya.

Dijelaskan, media sosial dan media digital secara bisnis sama penyerapannya. Keduanya main di page views, jumlah engagement dan lain-lain. Karena itu, dalam kegiatan tersebut, mereka berupaya belajar dan mengeksplorasi lebih detail (baik data audience, target audience, demografi) serta bagaimana mengelola data.

“Diharapkan kita bisa menemukan format baru. Sehingga media AMSI ke depan bisa maju bersama. Kami berharap keberhasilan dari pelatihan ini tidak hanya bagi media kita, tetapi peserta bisa menyebarkan ke teman-teman dari media lain. Teman-teman sudah mewakili daerah masing-masing, tidak hanya diterapkan untuk kita sendiri. Apa yang diharapkan dari acara ini, disebarluaskan ke media-media di sekitar kita,” tambah Suwarjono.

Baca Juga :  AMSI Dorong Konten Berita Berkualitas dan Media Sehat Secara Bisnis

Eric Sasono selaku Chief of Party Internews Indonesia mengatakan, tantangan yang dihadapi ini sangat nyata dan konkret. Karena itu, AMSI melakukan rangkaian kegiatan yang panjang selama 1,5 tahun terakhir, dimulai dari assesment anggora AMSI.

Sebelumnya, dia pernah bersama UNESCO membangun 30 radio lokal di Indonesia di bawah platform yang sama. Tapi, kolaps karena tidak ada visi bisnis yang sama maupun organisasi yang membantu. Selain itu, intervensi aktivitas yang melibatkan bisnis masih sangat terbatas.

“Keragaman media yang dijalani adalah bagian dari pengembangan ekosistem. Sekarang sudah menjadi bagian yang alamiah yang harus dikerjakan. Internews bersama Newsgain melakukan ini, melakukan mentoring bersama. Meski tidak semua bisa diterapkan di semua daerah. Sebab, situasi berbeda. Ssituasi bisnis juga berbeda. Tapi, setidaknya kita mencoba melakukan ini. AMSI tidak akan berhenti di kegiatan ini,” tegas Eric Sasono. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/