alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Keluarga Korban Pembacokan Tagih Komitmen Polres

BANGKALAN  Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Galis Mujiburrohman sudah beraktivitas dan menjalankan tugasnya. Sayangnya, Polres Bangkalan belum bisa mengungkap siapa pelaku pembacokan terhadap pria 42 tahun asal Dusun Pancor, Desa/Kecamatan Galis itu.

Mahmudi Ibnu Khotib, adik kandung korban mengatakan, akibat pembacokan orang tidak dikenal (OTK) itu kakak kandungnya harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya. Bahkan, harus menjalani tiga kali tahapan operasi. Pertama operasi saraf, kedua operasi pengangkatan mata, dan terakhir operasi menyambung tulang rahang yang putus. ”Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah sehat dan bisa beraktivitas,” ujarnya Selasa (26/6).

Awal bulan puasa kakak kandungnya sudah berada di rumah. Sementara pada pertengahan Ramadan sudah menjalankan tugasnya sebagai dosen dan ketua PPK Galis.

”Sudah bisa beraktivitas mengikuti rapat pleno di KPU maupun rapat pleno di PPK Kecamatan Galis. Sekarang (hari ini, Red) ada di Kecamatan Galis,” ucapnya.

Mahmudi menyakini polisi masih punya taring untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembacokan kakaknya. Dengan begitu, pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, lanjut Mahmudi, keluarga besarnya menilai bahwa kinerja polisi belum maksimal. Sebab, belum bisa mengungkap dan menangkap pelaku. ”Kalau keluarga kami menilai polisi saja yang gak becus,” tudingnya.

Baca Juga :  Psikolog Menduga ”Penggarap” Ani Psikopat dan Pedofilia

Mahmudi berharap, polisi terus melakukan upaya penyelidikan sehingga bisa mengungkap dan menangkap pelaku pembacokan. ”Kami berharap polisi lebih serius dan lebih mengepakkan sayapnya untuk pendalaman kasus dan bisa menangkap pelaku,” harapnya.

Menanggapi itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza mengatakan, sedikitnya telah memeriksa 46 orang saksi. Di antaranya korban, keluarga korban, teman korban, maupun saksi mata yang kali pertama mengetahui peristiwa pembacokan. Namun, belum didapatkan petunjuk pasti terkait pelaku.

Selain itu, pihaknya telah melibatkan tim IT Polda Jatim. Namun pada saat di lokasi pembacokan kesulitan sinyal, sehingga hasilnya belum begitu masksimal. ”Kami sudah datangkan tim IT dari polda ke lokasi, tapi terkendala sinyal. Daerah sana kan daerah pegunungan. Jadi sinyalnya tidak maksimal,” katanya.

 

Baca Juga :  Nima Tewas setelah Dianiaya Suami

BANGKALAN  Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Galis Mujiburrohman sudah beraktivitas dan menjalankan tugasnya. Sayangnya, Polres Bangkalan belum bisa mengungkap siapa pelaku pembacokan terhadap pria 42 tahun asal Dusun Pancor, Desa/Kecamatan Galis itu.

Mahmudi Ibnu Khotib, adik kandung korban mengatakan, akibat pembacokan orang tidak dikenal (OTK) itu kakak kandungnya harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya. Bahkan, harus menjalani tiga kali tahapan operasi. Pertama operasi saraf, kedua operasi pengangkatan mata, dan terakhir operasi menyambung tulang rahang yang putus. ”Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah sehat dan bisa beraktivitas,” ujarnya Selasa (26/6).

Awal bulan puasa kakak kandungnya sudah berada di rumah. Sementara pada pertengahan Ramadan sudah menjalankan tugasnya sebagai dosen dan ketua PPK Galis.


”Sudah bisa beraktivitas mengikuti rapat pleno di KPU maupun rapat pleno di PPK Kecamatan Galis. Sekarang (hari ini, Red) ada di Kecamatan Galis,” ucapnya.

Mahmudi menyakini polisi masih punya taring untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembacokan kakaknya. Dengan begitu, pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, lanjut Mahmudi, keluarga besarnya menilai bahwa kinerja polisi belum maksimal. Sebab, belum bisa mengungkap dan menangkap pelaku. ”Kalau keluarga kami menilai polisi saja yang gak becus,” tudingnya.

Baca Juga :  Mengungkap Masalah Seputar Sertifikasi Tanah

Mahmudi berharap, polisi terus melakukan upaya penyelidikan sehingga bisa mengungkap dan menangkap pelaku pembacokan. ”Kami berharap polisi lebih serius dan lebih mengepakkan sayapnya untuk pendalaman kasus dan bisa menangkap pelaku,” harapnya.

Menanggapi itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza mengatakan, sedikitnya telah memeriksa 46 orang saksi. Di antaranya korban, keluarga korban, teman korban, maupun saksi mata yang kali pertama mengetahui peristiwa pembacokan. Namun, belum didapatkan petunjuk pasti terkait pelaku.

Selain itu, pihaknya telah melibatkan tim IT Polda Jatim. Namun pada saat di lokasi pembacokan kesulitan sinyal, sehingga hasilnya belum begitu masksimal. ”Kami sudah datangkan tim IT dari polda ke lokasi, tapi terkendala sinyal. Daerah sana kan daerah pegunungan. Jadi sinyalnya tidak maksimal,” katanya.

 

Baca Juga :  17 hari Ringkus 14 Pelaku Kriminal
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/