alexametrics
23.9 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Sosok Muda yang Dikagumi, Berani Berkontestasi untuk Prestasi

Kiki, begitu orang memanggilnya. Sosok muda dengan nama lengkap Moh. Baihaki itu merupakan mantan calon Kepala Desa Waru Barat, Kecamatan Waru. Keputusannya untuk maju dalam pesta demokrasi di tingkat desa banyak memikat hati masyarakat.

Terlahir dari keluarga sederhana tak lantas membuatnya berkecil hati dalam berkontestasi. Justru, dia memantapkan diri untuk memimpin ribuan masyarakat di desanya. Meski, takdir kemenangan belum berpihak pada anak sulung dari tiga bersaudara itu.

Simpatisan yang mengatasnamakan diri sebagai pendukung Kiki mulai berbondong-bondong datang ke rumahnya. Terhitung sudah empat hari tempat tinggal Kiki tak pernah sepi pengunjung. Tentu, empati yang ditunjukkan masyarakat patut untuk diapresiasi.

Ribuan masyarakat yang memadati rumah Kiki bukan tanpa alasan. Mereka menyadari, ada jiwa pemimpin dari sosok muda yang rendah hati tersebut. Disisi lain, kondisi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat bangga memiliki calon pemimpin masa depan.

Baca Juga :  Menaker Ingatkan Sertifikasi Profesi

Sikap Kiki tak pernah berubah. Santun, ramah, dan tak banyak tingkah tetap melekat di dirinya. Masyarakat yang datang tetap dia rangkul. Dari sikap inilah banyak hati yang terpikat. ”Saya akan tetap bersaudara bagaimana pun kondisinya,” ujarnya saat ditemui.

Terlebih, usianya baru menginjak 26 tahun. Masih ada banyak waktu bagi suami Mery Hendriani itu untuk berprestasi. Pengabdian pada masyarakat tidak terhenti sampai disini. ”Saya harus tetap menjadi kebanggaan keluarga, teman, dan masyarakat,” katanya.

Doa dan dukungan dari masyarakat akan terus mengalir sepanjang demi kebaikan bersama. Kebesaran hatinya dalam menerima kekalahan menjadi modal penting dalam melanjutkan perjuangan. Sebab, kekalahan yang dialami bukanlah akhir dari segalanya.

Baca Juga :  Realisasi Kota Pintar Tak Ada Progres, Komisi I Janji Tindak Lanjuti

Baginya, tidak ada nomor satu, dua, dan tiga usai pelaksanaan pemilihan kepala desa. Masyarakat harus bersatu untuk membangun desa yang lebih baik. Yang pasti, pemimpin yang terpilih harus bisa amanah dalam mengemban tugas dan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk saling berbuat kebajikan. Sebab, untuk mengabdi tak harus menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, setiap orang diahirkan dengan peran dan tanggungjawab masing-masing. ”Saling perbaiki diri kedepan,” ucapnya.

Terakhir, Kiki berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan keluarga, teman, dan masyarakat Desa Waru Barat pada umumnya. Dia juga memohon maaf atas segala tingkah dan kekurangan.”Semoga kita tetap bisa menjaga tali silaturahmi dengan baik,” harapnya. (afg)

- Advertisement -

Kiki, begitu orang memanggilnya. Sosok muda dengan nama lengkap Moh. Baihaki itu merupakan mantan calon Kepala Desa Waru Barat, Kecamatan Waru. Keputusannya untuk maju dalam pesta demokrasi di tingkat desa banyak memikat hati masyarakat.

Terlahir dari keluarga sederhana tak lantas membuatnya berkecil hati dalam berkontestasi. Justru, dia memantapkan diri untuk memimpin ribuan masyarakat di desanya. Meski, takdir kemenangan belum berpihak pada anak sulung dari tiga bersaudara itu.

Simpatisan yang mengatasnamakan diri sebagai pendukung Kiki mulai berbondong-bondong datang ke rumahnya. Terhitung sudah empat hari tempat tinggal Kiki tak pernah sepi pengunjung. Tentu, empati yang ditunjukkan masyarakat patut untuk diapresiasi.


Ribuan masyarakat yang memadati rumah Kiki bukan tanpa alasan. Mereka menyadari, ada jiwa pemimpin dari sosok muda yang rendah hati tersebut. Disisi lain, kondisi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat bangga memiliki calon pemimpin masa depan.

Baca Juga :  Unair Nilai Pamekasan Peduli Generasi Masa Depan

Sikap Kiki tak pernah berubah. Santun, ramah, dan tak banyak tingkah tetap melekat di dirinya. Masyarakat yang datang tetap dia rangkul. Dari sikap inilah banyak hati yang terpikat. ”Saya akan tetap bersaudara bagaimana pun kondisinya,” ujarnya saat ditemui.

Terlebih, usianya baru menginjak 26 tahun. Masih ada banyak waktu bagi suami Mery Hendriani itu untuk berprestasi. Pengabdian pada masyarakat tidak terhenti sampai disini. ”Saya harus tetap menjadi kebanggaan keluarga, teman, dan masyarakat,” katanya.

Doa dan dukungan dari masyarakat akan terus mengalir sepanjang demi kebaikan bersama. Kebesaran hatinya dalam menerima kekalahan menjadi modal penting dalam melanjutkan perjuangan. Sebab, kekalahan yang dialami bukanlah akhir dari segalanya.

Baca Juga :  Farah Diya Yasmine Pertahankan Gelar Juara Debat Konstitusi

Baginya, tidak ada nomor satu, dua, dan tiga usai pelaksanaan pemilihan kepala desa. Masyarakat harus bersatu untuk membangun desa yang lebih baik. Yang pasti, pemimpin yang terpilih harus bisa amanah dalam mengemban tugas dan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk saling berbuat kebajikan. Sebab, untuk mengabdi tak harus menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, setiap orang diahirkan dengan peran dan tanggungjawab masing-masing. ”Saling perbaiki diri kedepan,” ucapnya.

Terakhir, Kiki berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan keluarga, teman, dan masyarakat Desa Waru Barat pada umumnya. Dia juga memohon maaf atas segala tingkah dan kekurangan.”Semoga kita tetap bisa menjaga tali silaturahmi dengan baik,” harapnya. (afg)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/