alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Waspada, Pelaku Curanmor Bawa Senpi

PAMEKASAN – Masyarakat harus benar-benar waspada terhadap aksi kejahatan. Sebab, pelaku tindak pidana kriminal tidak segan menghabisi nyawa korban. Indikasinya, polisi berhasil menangkap dua pelaku pencurian motor (curanmor) yang dilengkapi senjata api (senpi).

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, Selasa (20/3) anggota Polsek Tamberu mengamankan dua orang di Desa Lesong Daya, Kecamatan Tamberu. Penangkapan tersebut berdasar laporan masyarakat mengenai keberadaan dua pemuda mencurigakan.

Masyarakat di desa itu resah terhadap keberadaan orang tidak dikenal. Sebab, sehari sebelumnya, sepeda motor warga hilang. ”Atas laporan Kades Lesong Daya, anggota kami bergerak ke TKP (tempat kejadian perkara),” katanya Senin (26/3).

Sesampainya di TKP, dua pemuda itu sudah diamankan masyarakat. Polisi langsung melakukan interogasi. Dua pemuda tersebut diketahui bernama Rizal alias Sadrimin dan Ilyas. Keduanya berasal dari Dusun Pancor Barat, Desa Pancor, Kecamatan Ketapang, Sampang.

Baca Juga :  Sebulan, Satlantas Polres Pamekasan Luncurkan Tiga Program Unggulan

Anggota Reskrim Polsek Tamberu juga melakukan penggeledahan. Hasilnya mengejutkan. Ditemukan senpi jenis revolver lengkap dengan lima butir amunisi. ”Kepemilikan senpi itu tanpa dilengkapi dokumen sah,” tegasnya.

Berdasar hasil penyelidikan, senpi itu rakitan. Menurut keterangan tersangka, senjata berbahaya tersebut didapat dari hasil barter di daerah Sampang. ”Kasus ini akan terus kami dalami,” janji Kapolres dengan badan tinggi tegap tersebut.

Selain senpi, polisi menyita sejumlah senjata tajam. Yakni, pedang berukuran 50 sentimeter lengkap dengan sarung. Kemudian, pisau dengan panjang 25 sentimeter lengkap dengan sarung.

Lalu dua tang, martil, kunci yang dilengkapi lima mata kunci dan obeng. Dari tangan kedua tersangka juga diamankan motor bebek yang diduga kuat hasil curian. ”Alat-alat yang diamankan kemungkinan digunakan tersangka untuk melancarkan aksi,” kata Teguh.

Baca Juga :  Kantor Panwaslu Dihujani Batu

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni, undang-undang darurat karena memiliki senpi tanpa izin yang sah serta pasal pencurian. Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. Dengan demikian, polisi langsung melakukan penahanan.

Teguh berharap, masyarakat waspada terhadap aksi kriminal. Jika ada orang mencurigakan, diminta segera melapor ke aparat penegak hukum. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti. ”Semua harus waspada. Jika ada yang mencurigakan, segera melapor,” tandasnya.

PAMEKASAN – Masyarakat harus benar-benar waspada terhadap aksi kejahatan. Sebab, pelaku tindak pidana kriminal tidak segan menghabisi nyawa korban. Indikasinya, polisi berhasil menangkap dua pelaku pencurian motor (curanmor) yang dilengkapi senjata api (senpi).

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan, Selasa (20/3) anggota Polsek Tamberu mengamankan dua orang di Desa Lesong Daya, Kecamatan Tamberu. Penangkapan tersebut berdasar laporan masyarakat mengenai keberadaan dua pemuda mencurigakan.

Masyarakat di desa itu resah terhadap keberadaan orang tidak dikenal. Sebab, sehari sebelumnya, sepeda motor warga hilang. ”Atas laporan Kades Lesong Daya, anggota kami bergerak ke TKP (tempat kejadian perkara),” katanya Senin (26/3).


Sesampainya di TKP, dua pemuda itu sudah diamankan masyarakat. Polisi langsung melakukan interogasi. Dua pemuda tersebut diketahui bernama Rizal alias Sadrimin dan Ilyas. Keduanya berasal dari Dusun Pancor Barat, Desa Pancor, Kecamatan Ketapang, Sampang.

Baca Juga :  Kemenag Sumenep Delegasikan Madrasah Terbaik

Anggota Reskrim Polsek Tamberu juga melakukan penggeledahan. Hasilnya mengejutkan. Ditemukan senpi jenis revolver lengkap dengan lima butir amunisi. ”Kepemilikan senpi itu tanpa dilengkapi dokumen sah,” tegasnya.

Berdasar hasil penyelidikan, senpi itu rakitan. Menurut keterangan tersangka, senjata berbahaya tersebut didapat dari hasil barter di daerah Sampang. ”Kasus ini akan terus kami dalami,” janji Kapolres dengan badan tinggi tegap tersebut.

Selain senpi, polisi menyita sejumlah senjata tajam. Yakni, pedang berukuran 50 sentimeter lengkap dengan sarung. Kemudian, pisau dengan panjang 25 sentimeter lengkap dengan sarung.

Lalu dua tang, martil, kunci yang dilengkapi lima mata kunci dan obeng. Dari tangan kedua tersangka juga diamankan motor bebek yang diduga kuat hasil curian. ”Alat-alat yang diamankan kemungkinan digunakan tersangka untuk melancarkan aksi,” kata Teguh.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pemerintah Sediakan Beragam Dukungan bagi Generasi Muda

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni, undang-undang darurat karena memiliki senpi tanpa izin yang sah serta pasal pencurian. Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. Dengan demikian, polisi langsung melakukan penahanan.

Teguh berharap, masyarakat waspada terhadap aksi kriminal. Jika ada orang mencurigakan, diminta segera melapor ke aparat penegak hukum. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti. ”Semua harus waspada. Jika ada yang mencurigakan, segera melapor,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Penggunaan Masker Belum Merata

Sebut Penataan Toko Modern Amburadul

Curi-Curi Kesempatan

Artikel Terbaru

/