alexametrics
19.8 C
Madura
Friday, July 1, 2022

28 dari 30 Tempat Wisata Tak Terdaftar

SAMPANG – Kesadaran pengelola wisata swasta di Sampang dalam memenuhi dokumen tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) rendah. Hingga saat ini, dari 30 lokasi wisata swasta, 28 di antaranya belum mengantongi TDUP.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, destinasi wisata yang dikelola swasta cukup banyak. Terdiri dari wisata air, alam buatan, pantai, dan kuliner. Namun, potensi itu tidak dibarengi dengan pengurusan dokumen. ”Baru dua tempat wisata swasta yang sudah melengkapi TDUP. Wisata Pantai Camplong dan Hutan Kera Nepa,” ungkapnya Senin (26/3).

TDUP merupakan dokumen resmi yang membuktikan usaha pariwisata tercantum di daftar usaha pariwisata (DUP). Ketersediaan TDUP bukan keharusan dan tidak memengaruhi proses pengembangan wisata. Namun, hal itu merupakan bukti manajemen pengelolaan wisata berjalan baik dan sesuai prosedur.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Belum Tangkap Pembacok Ketua PPK

”Mengurus TDUP itu merupakan hak dan kewenangan pengelola. Kami hanya melakukan sosialisasi dan imbauan kepada pengelola agar segera mengurus dokumen itu,” katanya.

Pengajuan TDUP bisa dilakukan di dinas perizinan. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi pemohon. Antara lain, fotokopi KTP, pasfoto 3×4 dengan latar merah tiga lembar, fotokopi izin gangguan (HO), akta pendirian tempat wisata, dan surat kuasa bagi pemohon yang pengurusan izinnya melalui jasa pihak lain. ”Kalau semua syarat sudah lengkap, dalam jangka tiga hari dokumen itu bisa didapatkan,” terang Aji.

Pihaknya berharap swasta menaati peraturan. TDUP menjadi dokumen penting yang harus dimiliki agar manakala terjadi peristiwa tak diinginkan di lingkungan wisata pengelola tidak terlalu dibebani.

”Semoga raperda pariwisata bisa segera disahkan agar kami bisa menertibkan pihak swasta yang tidak menaati peraturan terkait dengan kelengkapan dokumen kepariwisataan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pasca Digrebek, Polisi Bakar Bilik SS di Kampung Narkoba

SAMPANG – Kesadaran pengelola wisata swasta di Sampang dalam memenuhi dokumen tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) rendah. Hingga saat ini, dari 30 lokasi wisata swasta, 28 di antaranya belum mengantongi TDUP.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, destinasi wisata yang dikelola swasta cukup banyak. Terdiri dari wisata air, alam buatan, pantai, dan kuliner. Namun, potensi itu tidak dibarengi dengan pengurusan dokumen. ”Baru dua tempat wisata swasta yang sudah melengkapi TDUP. Wisata Pantai Camplong dan Hutan Kera Nepa,” ungkapnya Senin (26/3).

TDUP merupakan dokumen resmi yang membuktikan usaha pariwisata tercantum di daftar usaha pariwisata (DUP). Ketersediaan TDUP bukan keharusan dan tidak memengaruhi proses pengembangan wisata. Namun, hal itu merupakan bukti manajemen pengelolaan wisata berjalan baik dan sesuai prosedur.

Baca Juga :  Bawaslu Temukan Ribuan Data Invalid

”Mengurus TDUP itu merupakan hak dan kewenangan pengelola. Kami hanya melakukan sosialisasi dan imbauan kepada pengelola agar segera mengurus dokumen itu,” katanya.

Pengajuan TDUP bisa dilakukan di dinas perizinan. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi pemohon. Antara lain, fotokopi KTP, pasfoto 3×4 dengan latar merah tiga lembar, fotokopi izin gangguan (HO), akta pendirian tempat wisata, dan surat kuasa bagi pemohon yang pengurusan izinnya melalui jasa pihak lain. ”Kalau semua syarat sudah lengkap, dalam jangka tiga hari dokumen itu bisa didapatkan,” terang Aji.

Pihaknya berharap swasta menaati peraturan. TDUP menjadi dokumen penting yang harus dimiliki agar manakala terjadi peristiwa tak diinginkan di lingkungan wisata pengelola tidak terlalu dibebani.

”Semoga raperda pariwisata bisa segera disahkan agar kami bisa menertibkan pihak swasta yang tidak menaati peraturan terkait dengan kelengkapan dokumen kepariwisataan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Suara Perempuan dalam Politik

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/