
BANYUWANGI — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar Soekarno Run BWX Banyuwangi pada 20 September 2026. Ajang olahraga tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi lari, tetapi juga menjadi medium untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan, olahraga lari dipilih karena memiliki simbol yang kuat dengan semangat perjuangan.
“Olahraga lari kami pilih sebagai medium untuk menyampaikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno. Ada keberanian, kegigihan, persatuan, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai itu harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui aktivitas positif yang melibatkan masyarakat secara luas,” kata Said.
Menurut dia, setiap peserta lari dituntut untuk terus melangkah, menjaga ketahanan, dan berusaha mencapai garis finis dengan kekuatan sendiri. Semangat tersebut dinilai sejalan dengan api perjuangan yang ingin terus dihidupkan dari generasi ke generasi.
“Berlari memiliki simbol yang kuat dengan semangat perjuangan. Setiap peserta dituntut untuk terus melangkah, menjaga ketahanan, dan berusaha mencapai garis finis dengan kekuatan sendiri. Semangat seperti inilah yang ingin kami hadirkan sebagai representasi api perjuangan Bung Karno agar terus hidup dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Soekarno Run BWX Banyuwangi juga mendapat minat luas dari masyarakat. Sejumlah atlet lari turut dijadwalkan ambil bagian, di antaranya Ricky Martin Simbolon, Daniel Simanjuntak, dan Immanuel Hutasoit.
Ajang tersebut menawarkan rute yang memadukan olahraga dengan potensi wisata Banyuwangi. Salah satu kawasan yang dilintasi peserta adalah Pantai Marina Boom.
Said menyebut, tren gaya hidup sehat juga semakin berkembang di kalangan anak muda. Berdasarkan riset Strava, partisipasi anak muda dalam klub lari di seluruh dunia meningkat hingga 59 persen. Di Indonesia, peningkatannya bahkan mencapai 83 persen.
Selain menjadi aktivitas fisik, olahraga juga berkembang sebagai ruang interaksi sosial. Riset tersebut menunjukkan satu dari lima anak muda Gen Z memiliki kecenderungan empat kali lebih besar untuk bersosialisasi ketika berolahraga dibandingkan saat melakukan aktivitas lainnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa olahraga, khususnya lari, telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus ruang untuk membangun interaksi sosial di kalangan anak muda,” kata Said.
Dorong Sport Tourism
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




