Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PKL Konfeksi Belasan Tahun Diabaikan Pemkab

A
Penulis: Amin Basiri❯
SEPI: Sejumlah pedagang konfeksi sedang melapak di sentra PKL Tapsiun, Sabtu (31/1).
SEPI: Sejumlah pedagang konfeksi sedang melapak di sentra PKL Tapsiun, Sabtu (31/1).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan eks Stasiun PJKA (Tapsiun) mengeluh. Sebab, sejak 2010, para pedagang konfeksi mengaku tidak pernah tersentuh program dari Pemkab Pamekasan.


Advertisement

Ketua Dewan Penasihat DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Pamekasan Nur Faisal mengaku, ada delapan persoalan yang disampaikan pada audiensi di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Jumat (30/1).

Meliputi kondisi bangunan, penerangan, hingga kebutuhan pelatihan dan permodalan. ”Saat ini, terdapat 76 kios konfeksi aktif di lokasi tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa persoalan yang paling mendesak yang perlu segera ditangani. Di antaranya pagar sisi utara kawasan Tapsiun, minimnya penerangan jalan umum (PJU), instalasi listrik yang kerap bermasalah, dan toilet umum yang tidak berfungsi.

”Para PKL juga minta fasilitas internet gratis. Ini penting untuk mendukung mereka. Sebab, mayoritas pedagang terkategori ekonomi menengah ke bawah,” tuturnya.

 Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Achmad Sjaifudin mengeklaim pihaknya telah merencanakan revitalisasi empat titik sentra PKL di Kota Gerbang Salam, termasuk di kawasan eks PJKA. Sehingga, kondisinya lebih baik dan menjadi pusat perekonomian masyarakat.

Advertisement

 ”Saat ini kami sedang melakukan redesain agar kawasan tersebut lebih estetis, ikonik, dan memiliki nilai historis,” sebutnya.

Dijelaskan, pemkab juga berencana akan menjalin kerja sama digitalisasi pemasaran dengan Shopee yang ditargetkan terealisasi setelah Hari Raya Idul Fitri. Khusus pengadaan fasilitas internet gratis akan dikomunikasikan dengan stakeholder terkait.

”Kami sangat mengapresiasi semua masukan dari para pedagang. Namun perlu juga dipahami, revitalisasi tidak bisa dilakukan sembarangan, harus dikaji. Sebab, lahan eks stasiun PJKA belum sepenuhnya milik Pemkab Pamekasan,” pungkasnya. (lil/yan)

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Komisi III DPRD Sumenep Desak Proyek PJU Segera Digarap

Komisi III DPRD Sumenep Desak Proyek PJU Segera Digarap

Kepala Disperkimhub Sumenep Dadang Dedi Iskandar menyatakan, total anggaran proyek pengadaan dan pemasangan PJU baru tersebut mencapai Rp 1,1 miliar.

Pasang Ratusan Lampu PJU, PT Mahawan Jaya Abadi Pasca Jadi Pemenang Tender

Pasang Ratusan Lampu PJU, PT Mahawan Jaya Abadi Pasca Jadi Pemenang Tender

Kepala Disperkimhub Sumenep Dadang Dedi Iskandar membenarkan jika tender proyek tersebut sudah memasuki tahapan akhir

Dishub Pamekasan Minta Tambahan Anggaran Rp 1,2 Miliar, Dialokasikan untuk PJU di Empat Lokasi

Dishub Pamekasan Minta Tambahan Anggaran Rp 1,2 Miliar, Dialokasikan untuk PJU di Empat Lokasi

Kepala Dishub Pamekasan Mohammad Yusuf Wibiseno menyatakan, pengajuan anggaran tersebut disusun berdasarkan kebutuhan penerangan di sejumlah wilayah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer